'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Rabu, 9 Februari 2000
===================================
@ RI Kurang Perhatikan Kebudayaan
@ Prof. T. Jacob: Manusia belum Beradab
@ Presiden kembali Meminta Wiranto Mundur
@ Rini Diberhentikan (PT Astra)
@ Gus Dur Akan Beberkan Bukti Feisal
@ TNI tidak Terpojok dengan Pernyataan Gus Dur
@ Mundur Berarti Mengaku Bersalah
@ BI: 36 Bank Lakukan Kejahatan
-------------- Luar Negeri ----------------------------
-Israel Gempur Libanon, 18 Warga Sipil Terluka
-Jet Tempur Israel Gempur Lebanon
-----------------------------------------------------------
S E L A M A T   M E M B A C A
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''

RI Kurang Perhatikan Kebudayaan
-----------------------------------------
New Delhi, Kompas
Presiden Abdurrahman Wahid mengatakan, selama ini Indonesia kurang sekali
memperhatikan soal kebudayaan dan terlalu menekankan masalah pembangunan
ekonomi. Hal itu membuat Indonesia dan India bersaing. Oleh karena itu,
Indonesia harus mengubah cara kerja sama dengan negara lain, dengan
mendasarkan pada upaya mencari kesamaan dan kesatuan, bukan mencari
perbedaan.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0002/09/utama/riku01.htm

Prof. T. Jacob: Manusia belum Beradab
------------------------------------------------
Yogyakarta (Bali Post) -
Prof. Dr. Teuku Jacob, MS., MD menyebut kesedihannya, karena manusia masih
belum dapat hidup dalam perbedaan, baik perbedaan biologis maupun kultural.
Diskriminasi dan konflik bersenjata dipakai sebagai alat kompetisi.
Kekejaman manusia terhadap sesamanya tidak tertandingi oleh kekejaman hewan
terhadap hewan lain dari satu spesies.
''Ditinjau dari sudut ini, manusia sebetulnya belum beradab, ia belum
berhasil menjinakkan dirinya atau otaknya,''
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/2/9/n2.htm

Presiden kembali Meminta Wiranto Mundur
----------------------------------------------------
NEW DELHI -- Meskipun mengaku dekat dengan Jenderal Wiranto, namun Presiden
Abdurrahman Wahid untuk kesekian kalinya tetap saja mendesak agar mantan
Panglima TNI itu mundur dari jabatannya sebagai Menko Polkam. Hal itu ia
katakan pada hari pertama kunjungannya di New Delhi, India, kemarin.
''Istilah memecat terlalu berat. Saya hanya akan minta dia mundur,'' kata
Abdurrahman menjawab pertanyaan wartawan.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2002/09/17634.htm

RUPSLB PT Astra International
Rini Diberhentikan
-----------------------
Jakarta, Kompas
Seperti sudah diduga, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT
Astra International Tbk (PT AI) berlangsung dramatis. Diwarnai dengan
gugatan dari pemegang saham minoritas, pengungkapan penuh emosional dari
direksi, serta aplaus dari para peserta atas kinerja gemilang yang
dilakukan Direksi PT AI, Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selaku
pemegang 45 persen saham PT AI tetap pada sikapnya untuk memberhentikan
Presiden Direktur Rini MS Soewandi dan Direktur Ke-uangan Dorys Setiawati
Herlambang. BPPN selanjutnya menunjuk Theodore Permadi Rachmat sebagai
Presdir PT AI yang baru. Sementara itu, jabatan Presiden Komisaris dijabat
Abdul Rahman Ramly menggantikan Somala Wiria yang mengundurkan diri karena
kesehatannya.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0002/09/UTAMA/rini01.htm

Gus Dur Akan Beberkan Bukti Feisal
Tetap Yakin Akan Dilenyapkan
Berniat Mengampuni Wiranto
-------------------------------------
BERKUNJUNG KE INDIA: Perdana Menteri India Atal Behari Vajpayee
berbincang-bincang dengan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid, untuk mengawali
pembicaraan kedua negara itu di New Delhi, kemarin. Gus Dur berkunjung di
India selama dua hari. (Foto: Suara Merdeka/rtr-77t)
NEW DELHI - Presiden Abdurrahman Wahid menegaskan, setiba di Tanah Air dia
akan membeberkan bukti-bukti upaya Jenderal (Purn) Feisal Tanjung yang akan
melenyapkannya. Presiden mengemukakan hal itu dalam konferensi pers di New
Delhi, India.
Gus Dur juga menjelaskan, dia tetap yakin Feisal Tanjung telah berupaya
melenyapkan dirinya dan Megawati Soekarnoputri, antara lain dengan berupaya
menggagalkan pelaksanaan muktamar di Cipayung, Tasikmalaya.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/09/nas1.htm

TNI tidak Terpojok dengan Pernyataan Gus Dur
---------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen Agus Widjojo menegaskan, TNI
tidak merasa terpojok dengan berbagai pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) menyangkut TNI. Namun TNI tetap menunggu klarifikasi dari Gus Dur
setibanya di Indonesia dari luar negeri.
"Tidak (merasa terpojok). Itu 'kan semua pernyataan masing-masing mempunyai
sumbernya, dan sebagaimana semua proses, nanti akan dipertemukan
dasar-dasar yang dipegang masing-masing pihak," ujar Agus menjawab pers
usai mengikuti Diskusi Militer dan Demokratisasi di Jakarta, Selasa (8/2).
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0002/09/utama/tni01.htm

Wiranto dalam Wawancara Straits Times:
Mundur Berarti Mengaku Bersalah
------------------------------------------
Reporter: Lukmanul Hakim
detikcom - Jakarta, Tentara sejati tak pernah mati, ia hanya akan layu.
Kata-kata Jenderal MacArthur yang mengesankan itu barangkali terpatri benar
di benak Wiranto. Setidaknya, hal itu terbaca dari tekadnya untuk tidak
mundur dari jabatannya. "Mengundurkan diri sama saja dengan mengaku bahwa
saya bersalah."
Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/200002/200029-031904.asp

BI: 36 Bank Lakukan Kejahatan
--------------------------------------
JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyebutkan selama ini terdapat tak kurang
dari 36 bank yang masuk kategori melakukan kejahatan perbankan. Tiga bank
di antaranya yang sudah divonis adalah Bank Citra, Bank Dwipa, dan Bank
Pinaesaan.
''Ketiga bank itu divonis karena pemiliknya melakukan penarikan dana
banknya sendiri lewat kantor cabang,'' kata Direktur Investigasi Tindak
Pidana Perbankan BI, Bambang Soedioprodjo, seusai acara diskusi terbuka
''Menguak Misteri BLBI'' yang diselenggarakan di Jakarta Media Center,
kemarin.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2002/09/17617.htm

-------------- Luar Negeri ---------------------------
Israel Gempur Libanon, 18 Warga Sipil Terluka
---------------------------------------------------------
BEIRUT -- Pesawat Israel menggempur tiga pembangkit listrik di Libanon
Selasa pagi, mengakibatkan kota-kota di Beirut gelap gulita. Bom juga
melukai 18 warga sipil. Aksi ini merupakan pembalasan terhadap serangan
gerilyawan Hizbullah terhadap pasukan Libanon di selatan.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2002/09/17618.htm

Jet Tempur Israel Gempur Lebanon
-------------------------------------------
RUSAK BERAT: Pembangkit Listrik Jamhur di Lebanon, rusak berat terkena
gempuran udara hebat AU Israel, Selasa kemarin. (Foto: Suara
Merdeka/rtr-30)
 BEIRUT - Pesawat-pesawat jet tempur Israel menggempur tiga pusat
pembangkit listrik Lebanon kemarin pagi, menyebabkan kota-kota dan desa
gelap gulita. Gempuran paling hebat dalam kurun waktu delapan bulan
terakhir itu, melukai 18 penduduk sipil Lebanon.
Serangan ini merupakan pembalasan atas serangan gerilyawan Hisbullah yang
berpangkalan di Lebanon bagian selatan tehadap pasukan Israel di daerah
tersebut.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/09/int1.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke