'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Senin, 17 Januari 2000
====================================
@ Tokoh-tokoh Besar di Balik Rusuh Ambon
@ Di Dekat Presiden Banyak Abu Lahab
@ Usulan Gaji Tinggi Tidak Realistis
@ Bertambah, Jumlah Pengungsi Jadi 76.734 Jiwa
@ KPP-HAM dituding dekat Beny
@ Menkeu AS: Indonesia Genting
@ Gus Dur Harus Lakukan Pembersihan di Tubuh Militer
@ Amien Rais: Tak Mungkin TNI Berani Kudeta

--------- Luar Negeri ----------------------------
** Tunda Ekspor Radar ke Indonesia
** Israel Tunda Lagi Penyerahan Tepi Barat
-----------------------------------------------------

Tokoh-tokoh Besar di Balik Rusuh Ambon
Anggota Kopassus Dirazia dalam Jam Malam
-----------------------------------------------------
SURABAYA - Ketua MPR Amien Rais mengemukakan, pertikaian bernuansa SARA di
Ambon ternyata memang dikendalikan orang-orang Jakarta. Sejumlah nama tokoh
besar dikabarkan terlibat dalam skenario pembantaian tersebut.
''Nama-nama tokoh yang mengendalikan skenario Ambon itu sudah diketahui,
insya Allah enam sampai sepuluh hari nanti akan bisa dikuak. Jika mereka
sudah diketahui masyarakat, saya yakin kerusuhan itu bisa selesai, sebab
masyarakat muslim dan Kristen tahu, selama ini mereka hanya diadu domba
untuk kepentingan segelintir orang,'' katanya kepada wartawan di Surabaya,
kemarin.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/17/nas4.htm

Di Dekat Presiden Banyak Abu Lahab
---------------------------------------------
SURABAYA-Ketua MPR Dr Amien Rais mengatakan, di dekat Presiden Abdurrahman
Wahid berkeliaran Abu Lahab dan Abu Jahal, serta Abu Sofyan, tokoh munafik
pada zaman Nabi Muhammad, yang meniupkan bisikan jahat, menghasut, dan
mengadu domba Gus Dur dan dirinya.
''Tujuannya menghancurkan persahabatan NU dan Muhammadiyah yang saat ini
memang makin bagus. Jika NU dan Muhammadiyah bisa diobok-obok, maka
hancurlah umat Islam Indonesia ini,'' katanya dalam acara Halalbihalal
Perguruan Muhammadiyah Surabaya, kemarin.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/17/nas3.htm

Usulan Gaji Tinggi Tidak Realistis
DPR Isyaratkan Penolakan
Mestinya Guru Diprioritaskan
------------------------------------
JAKARTA - Kalangan DPR RI mengisyaratkan akan menolak usulan kenaikan gaji
pejabat tinggi negara, menteri, termasuk anggota DPR RI, berkisar 300 -
500%. Usulan kenaikan gaji tersebut akan disampaikan Presiden KH
Abdurrahman Wahid dalam Sidang Paripurna DPR RI, 20 Januari.
Isyarat penolakan itu antara lain disampaikan Wakil Ketua DPR RI AM Fatwa,
Ketua Komisi IX Sukowaluyo Mintohardjo, dan dua anggota FPDI, Ramson S MBA
dan Drs Agung Condro Prayitno.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/17/nas1.htm

Bertambah, Jumlah Pengungsi Jadi 76.734 Jiwa
----------------------------------------------------------
Ternate.
Arus pengungsi korban kerusuhan bernuansa SARA di Kecamatan Tobelo, Galela,
Ibu, Sahu, Jailolo (Maluku Utara) dan beberapa kecamatan di Kabupaten
Halmahera Tengah, yang semula diperkirakan lebih dari 50 ribu orang hingga
Minggu dilaporkan bertambah menjadi 76.734 jiwa.
Hasil pendataan yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra
Sejahtera Ternate menyebutkan, belum ada angka pasti berapa warga yang
mengungsi ke Kotamadya Ternate dan Pulau Tidore Kabupaten Halmahera Tengah.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/

KPP-HAM dituding dekat Beny
------------------------------------
Jakarta: Kedekatan Ketua Komisi Penyelidik Pelanggraan Hak Asasi Manusia
(KPP HAM) Dr Albert Hasibuan SH dengan mantan Menhankam/Pangab Jenderal
(Purn) Beny Moerdani menyebabkan komisi itu tidak berani membeber kasus
Timor-Timur (Timtim) lebih luas.
Pernyataan ini dikemukakan pengamat politik UGM Dr Affan Gaffar menjawab
pertanyaan wartawan di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (21/12).
"Albert itu kan temannya Beny (Moerdani). Jadi (KPP HAM) nggak berani
mengangkat persoalan ini secara luas," ujar Affan Gaffar.
Selengkapnya: www.surya.co.id

Menkeu AS: Indonesia Genting
-------------------------------------
Washington, Minggu
Indonesia sekarang dalam keadaan genting. Namun, AS menegaskan dukungannya
pada pemulihan ekonomi, reformasi untuk merangsang investasi di Indonesia.
AS juga menegaskan soal pemantapan hubungan ekonomi yang erat dengan
Indonesia, yang ditandai dengan kunjungan beberapa pejabat tinggi AS.
Demikian diutarakan Menkeu AS Lawrence H Summers di Washington, Sabtu
(15/1), serta keterangan yang dikirimkan Kedubes AS di Jakarta, Minggu.
Summers akan berada di Indonesia tanggal 20 Januari mendatang, di samping
mengunjungi India dan Jepang. Kunjungan Summers kali ini adalah yang ketiga
kalinya ke Indonesia, namun yang pertama setelah dilantik sebagai Menkeu
AS, Juli 1999 lalu.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0001/17/utama/indo01.htm

Untuk Menindak "Tangan-tangan Jahat"
Gus Dur Harus Lakukan Pembersihan di Tubuh Militer
-------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Tekad Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk menindak tegas provokator
dalam kerusuhan di berbagai daerah, khususnya di Maluku, sangat tergantung
sejauh mana Presiden memiliki genggaman yang mantap terhadap militer. Dalam
kaitan itu, Gus Dur perlu membebaskan diri dari faksi-faksi tertentu dalam
tubuh militer yang selama ini menyanderanya dan tidak segan-segan melakukan
"pembersihan" dalam tubuh militer secara menyeluruh.
Demikian dikemukakan sosiolog Universitas Indonesia asal Maluku Dr Tomagola
Tomagola di Jakarta, Minggu (16/1), menanggapi ancaman Gus Dur untuk
menindak tegas "tangan-tangan jahat" dalam berbagai kerusuhan yang terjadi
di sejumlah daerah.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0001/17/UTAMA/gusd01.htm

Amien Rais: Tak Mungkin TNI Berani Kudeta
------------------------------------------------------
SURABAYA -- Ketua MPR Amien Rais menilai ancaman kudeta tak mungkin jadi
kenyataan. Bahkan, menurutnya, TNI pun tak akan berani melakukannya. ''Itu
(isu ancaman kudeta -- Red) adalah paranoid,'' kata Amien di sela-sela
acara peletakan batu pertama taman bermain TK dan SD Alam 'Insan Mulia' di
Surabaya, kemarin.
''Saya tidak yakin TNI mau kudeta, suatu hal yang tidak mungkin dilakukan
terhadap pemerintahan yang sah. Jadi, sejelek-jelek pimpinan TNI, tak ada
yang berani. Itu sama dengan bunuh diri,'' tandas tokoh Poros Tengah ini.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/17/15046.htm

------- Luar Negeri ---------------------------
Israel Tunda Lagi Penyerahan Tepi Barat
--------------------------------------------------
JERUSALEM - Israel menyatakan menunda penyerahan tahap selanjutnya wilayah
Tepi Barat kepada Pemerintah Otonomi Palestina yang sedianya akan dilakukan
pekan ini.
"Kecil kemungkinan penyerahan tanah itu terjadi Kamis ini karena keputusan
tentang itu harus dibuat oleh Pemerintah dan PM,'' kata juru runding senior
Israel Oded Eran. Dia tidak memberikan perincian lebih lanjut.
Sumber-sumber diplomatik Israel mengungkapkan, penarikan mundur pasukan
Israel ditunda sampai PM Israel Ehud Barak kembali dari AS, tempat dia
mengadakan putaran ketiga perundingan damai dengan Suriah. Belum diketahui
kapan Barak kembali ke Israel.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/17/int2.htm

Menlu Belanda Jozias van Aartsen:
Tunda Ekspor Radar ke Indonesia
-----------------------------------------
Amsterdam, Kompas
Menteri Luar Negeri Belanda Jozias van Aartsen mendesak perusahaan
(perlengkapan) senjata Belanda Hollandse Signaalapparaten (HSA) untuk
membatalkan saja pengiriman perlengkapan radar untuk Indonesia. Hal ini
diungkapkan Menlu Aartsen di Bandar Udara Schiphol, Minggu (16/1), sesaat
sebelum bertolak untuk kunjungan resminya selama tiga hari ke Indonesia.
Ekspor senjata ke Indonesia dilarang, menurut embargo yang diberlakukan
oleh Uni Eropa September tahun lalu, sebagai langkah protes terhadap
kekerasan pelanggaran HAM yang diduga dilakukan oleh tentara Indonesia di
Timor Timur.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0001/17/LN/tund24.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke