************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** ================================= Anggota Kopassus Ditangkap di Ambon '''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' (Senin, 17/01/2000 AMBON- JAWA POS) Tiga oknum anggota TNI/Polri berhasil diamankan petugas yang sedang melakukan razia pembatasan jam keluar malam di Ambon, Sabtu malam lalu. Ketiga oknum tersebut adalah; satu orang anggota Kopassus dan dua anggota Polri.''Diamankannya tiga orang aparat itu karena kedapatan masih berkeliaran di jalanan saat diberlakukan pembatasan jam keluar malam pukul 22.00 WIT hingga pukul 06.00 WIT,'' kata Pangdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Max Tamaela kepada wartawan di Ambon, kemarin. Menurut Pangdam, ketiga oknum aparat tersebut kini tengah diamankan pihak Pomdam XVI/Pattimura guna proses pemeriksaan. Apabila mereka terbukti masih berada di jalanan tanpa alasan jelas akan ditindak tegas sesuai proses hukum yang berlaku. Pangdam menyatakan telah melakukan kontak dengan Wakil Komandan Kopassus di Jakarta tentang keberadaan prajurit tersebut di Ambon. Jakarta menginstruksikan agar yang bersangkutan ditahan sementara di Pomdam untuk proses pemeriksaan. ''Informasi yang saya peroleh, dia berada di Ambon karena cuti, di mana yang bersangkutan harus membawa surat izin cuti yang dikeluarkan atasannya. Namun kenyataannya yang bersangkutan tidak dilengkapi surat apa-apa,'' tegas Pangdam menjawab pertanyaan wartawan. Dua oknum polisi yang tertangkap itu sedang mengendarai sepeda motor, seorang di antaranya baru selesai menjalankan tugas jaga malam, sedangkan seorang lainnya ketika ditahan sedang menggunakan celana loreng dan mengaku mahasiswa. ''Awalnya dia mengaku sebagai mahasiswa, namun setelah didesak dan diusut ternyata dia itu polisi, sehingga perlu diperiksa dan diinterogasi lebih lanjut tentang kemungkinan adanya maksud-maksud lain,'' katanya. Aparat keamanan yang melakukan razia pada jam malam juga sementara menahan dan memeriksa seorang sopir bersama beberapa penumpangnya, termasuk satu unit mobil Kijang yang digunakan untuk mengangkut sejumlah material yang dicurigai, serta dua orang warga yang melakukan pencurian di kawasan permukiman Mardika. Mereka kemudian diserahkan ke Polres Pulau Ambon dan PP Lease untuk pemeriksaan.** ======================================== Skenario Maluku ''Ditulis'' Orang di Jakarta '''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' (Senin, 17 Januari 2000 - Surabaya (Bali Post)) Ketua MPR RI Prof. Dr. H.M. Amien Rais mengingatkan pemerintah agar segera menuntaskan tragedi Maluku yang sudah berlangsung setahun lebih dan menelan korban ribuan jiwa. Selain tragedi Maluku, juga peristiwa Aceh yang tak kunjung tuntas bahkan makin berlarut-larut. ''Krisis berkepanjangan, ternyata skenarionya ''ditulis'' beberapa nama besar orang Jakarta. Karenanya, pemerintah, khususnya Jaksa Agung harus segera menangkap mereka bila tak ingin kerusuhan itu meluas ke daerah lain,'' ucapnya usai peletakan batu pembangunan gedung Play Group, TK, SD Alam Insan Mulia di Surabaya, Minggu (16/1) kemarin. Ketua umum PAN tiu melanjutkan, pihaknya mengaku mendengar dan menerima informasi itu, dari berbagai kalangan dan sumber resmi yang dapat dipercaya, termasuk dari koordinator Kontras, Munir. "Munir mengatakan bahwa ada orang Jakarta yang sengaja merusak suasana damai di Maluku dan sejumlah elite menjadi pemegang skenario krisis berkepanjangan itu. Karena itu skenario tersebut harus dicegah," pinta Amien serius. Sebenarnya, nama-nama orang Jakarta pembuat kerusuhan di Maluku itu sudah diketahui. Bahkan peran mereka juga sudah diketahui dengan jelas. Sekarang tinggal bagaimana pimpinan TNI dan pemerintah segera menangkap mereka untuk dimintai pertanggungjawaban, tambahnya. "Pokoknya mungkin enam sampai sepuluh hari lagi nama-nama besar orang Jakarta itu akan segera diketahui, ya siapa saja yang terlibat akan ketahuan," tandas Amien yang mengenakan batik warna biru dengan kopiah hitam. Amien Rais menambahkan, pihaknya dijanjikan akan diberi nama-nama yang diduga terlibat menggerakkan kerusuhan di Maluku, minggu depan. "Lho, nama-nama itu belum saya kantongi. Namun saya akan diberi oleh orang yang bisa dipertanggungjawabkan, pokoknya sabarlah dan tunggulah, pasti kami akan membongkarnya," jelas dia. Menurutnya, selain Tragedi Maluku, pihaknya juga menerima informasi bahwa kerusuhan yang terjadi di Aceh juga melibatkan nama-nama orang dari Jakarta. "Kalau para dalang, provokator, perancang maupun penyandang dana segera bisa dikuak ke masyarakat, maka secara cepat akan bisa memulihkan kondisi keamanan di tanah air ini," katanya. Disinggung kemungkinan keterlibatan keluarga Cendana bersama antek-anteknya, Amien belum bisa memastikan. "Kita mesti tidak boleh gegabah dalam masalah ini, sebab semua kerusuhan kalau tidak diketahui dalang dan pelakunya akan terus gelap. Bahkan kerusuhan akan tetap terjadi, malah bisa jadi akan merembet ke daerah lainnya," tandasnya.*** ------------------------- "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
