'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Selasa, 15 Februari 2000
===================================
*Tigapuluh jaksa disiapkan tindaklanjuti kasus Wiranto
*Wiranto Merasa Gagal Membina Agus
*Annan Dukung Indonesia
*Pangkostrad dan Kasum Akan Menyusul Wiranto
________
*Found in Antisocials
Front Part of the Brain in Antisocials Deficient
+++++++++++++

Tigapuluh jaksa disiapkan tindaklanjuti kasus Wiranto
-------------------------------------------------------
satunet.com - Sekitar 30 jaksa disiapkan untuk menindaklanjuti kasus
Jenderal TNI Wiranto dan kawan-kawannya dalam dugaan pelanggaran HAM di
Timtim. Mereka tergabung dalam dua tim terpisah yang akan menelaah laporan
Komnas HAM dan melakukan pemanggilan.
Tim pertama yang melakukan penelaahan akan terdiri sekurangnya 15 jaksa.
Mereka bertugas membaca, menyaring dan mengkritisi laporan Komnas HAM yang
telah diserahkan kepada kejaksaan agung.
Tim kedua yang akan melakukan pemanggilan terhadap jenderal-jenderal dan
tokoh-tokoh sipil yang diduga terlibat pelanggaran HAM di Timtim akan
terdiri atas kurang lebih jumlah yang sama.
"Namun pastinya masih menunggu rapat hari ini [Selasa, 15/2]," kata seorang
pejabat eselon II Kejagung kepada satunet.com, Selasa pagi di Jakarta.
Pejabat itu enggan diungkap namanya.
Ia juga tidak mau menyebutkan nama-nama jaksa yang menjadi anggota kedua
tim tersebut dengan dalih tidak tahu.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/02/15/6916.html

Wiranto Merasa Gagal Membina Agus
--------------------------------------------
JAKARTA-Jenderal TNI Wiranto menanggapi peryantaan Pangdam Wirabuana Mayjen
TNI Agus Wirahadikusumah agar ia sebaiknya mundur dan menjadi oposisi
Golkar, merupakan hal yang tidak pantas diucapkan, karena hal itu bukan
urusannya. Di samping itu, dia menyesal karena merasa gagal membina perwira
seperti itu.
"Jadi, menurut penilaian saya itu terlalu jauh ya. Saya bisa menyampaikan,
kalau seorang panglima kodam menyampaikan hal seperti itu, ada empat hal
yang tidak tepat,'' jelas Wiranto usai menyaksikan pengambilan sumpah Menko
Polkam Ad Interin Surjadi Soedirdja di Bina Graha, Jakarta, kemarin.
Keempat hal yang tidak tepat itu antara lain, Agus Wirahadikusumah sebagai
pangdam tentu tidak perlu ikut campur langsung dalam masalah sistem politik
nasional. "Dia mengurus saja kodamnya. Masalah ini sebenarnya urusan
Panglima TNI atau mungkin KSAD. Urusan kodam kan cukup banyak dan
memusingkan,'' jelasnya.
"Kedua, saya pikir dia sangat gigih atau dalam visinya mempunyai suatu
persepsi lebih baik militer tidak usah terlalu banyak mencampuri
urusan-urusan politik. Itu konsep atau prinsip yang dianut. Tetapi saya
melihat sepak terjangnya akhir-akhir ini justru lebih banyak masalah
politik ketimbang masalah-masalah hankam,'' katanya lagi.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/15/nas6.htm

Annan Dukung Indonesia
-------------------------------
Singapura - 15 Feb 00 06:19 WIB (Astaga.com)
Sekjen PBB Kofi Annan mendukung keinginan Indonesia, dengan kembali
mengisyaratkan kemungkinan tidak diperlukannya peradilan internasional atas
pelanggaran HAM di Timtim. Isyarat itu disampaikan Annan di Singapura,
Senin.
"Hal yang paling utama adalah memberi pesan bahwa kejahatan terhadap
kemanusiaan dan pelanggaran hak asasi manusia tidak akan diperbolehkan
terjadi, dan bahwa mereka yang bertanggung jawab akan dimintai
pertanggungjawabannya," kata Kofi Annan dalam suatu pertemuan dengan
kalangan akademisi dan kalangan swasta di negeri jiran itu.
Hasil temuan KPP HAM menyebutkan 33 orang sebagai pihak yang bertanggung
jawab atas pembumihangusan Timtim pasca-jajak pendapat, termasuk Jenderal
Wiranto dan lima orang jenderal lainnya. Kejaksaan Agung sendiri telah
mempersiapkan pembentukan tim untuk menindaklanjuti temuan tersebut
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/1,4177,1038,00.html

Pangkostrad dan Kasum Akan Menyusul Wiranto
---------------------------------------------------------
detikcom - Jakarta, Setelah Wiranto "diakhiri" menyusul serangkaian mutasi
para petinggi TNI, maka the show masih akan go on. Sampai kini masih kuat
adanya isu bahwa mutasi akan segera menyentuh jaringan TNI yang paling kuat
yakni Pangkostrad dan Kasum.
Demikian antara lain pendapat yang terlontar dari pangamat politik LIPI
Ikrar Nusa Bhakti saat tampil langsung di RCTI, Selasa (15/2/2000) pukul
07.45 WIB.
Menurut Ikrar, setelah birokrasi TNI rampung "digarap", giliran Gus Dur
berikutnya adalah birokrasi sipil. Diprediksikan, semua proses penataan
kembali itu akan selesai 6 bulan ke depan. Dan setelah itu Gus Dur akan
bisa mengambil langkah-langkah yang lebih strategis.
Proses penataan kembali di dua tubuh birokrasi itu sendiri, dikatakan
Ikrar, merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan internasional,
khususnya kalangan investor. Di samping, untuk kasus Wiranto secara khusus,
jelas dimaksudkan untuk menghindari mahkamah internasional. Sekaligus
membuktikan, akan ada pengadilan yang fair di dalam negeri.
Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/200002/2000215-073638.shtml
______________

Found in Antisocials
Front Part of the Brain in Antisocials Deficient
------------------------------------------------
B O S T O N, Feb. 14 - Is there something about the brains of murderers and
rapists that makes them do what they do?
     Researchers writing in this month's Archives of General Psychiatry
have found that men with antisocial personality disorder, a condition
characterized by violence and criminal behavior, have 11 percent less gray
matter than normal men in a part of the brain called the prefrontal cortex.
     Steve Hyman, director of the National Institute of Mental Health,
describes the research as an important contribution to the mental health
field, but warns against lapsing into a kind of modern phrenology: "We had
better not reduce human behavior to whether or not we have a large or small
prefrontal cortex."
A Hole in the Head
Ever since railroad foreman Phineas Gage had a tamping bar drill through
his skull in 1848, researchers have suspected that the prefrontal cortex,
which lies right behind the forehead, has something to do with the control
of normal social behavior. Gage survived the incident but his personality
was never the same. Not only did he curse frequently, but the once capable
and even-tempered gentleman became capricious, stubborn and impatient.
More:
http://abcnews.go.com/sections/living/DailyNews/antisocials000214.html
+++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke