'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Rabu, 16 Februari 2000
===================================

Muhaimin yakinkan Islam tak akan jadi asas PKB
-----------------------------------------------------------
satunet.com - Sekjen PKB Muhaimin Iskandar menegaskan, partainya tidak
mungkin menempatkan diri sebagai parpol eksklusif, misalnya berasaskan
Islam.
"Islam di sini disepakati menjadi perilaku, bukan menjadi simbol. Jadi,
perilaku organisasinya yang Islam, semangat organisasinya Islam, politik
keorganisasiannya Islam. Nah, yang tertulis dan yang menjadikannya simbol,
bisa saja semangatnya tidak Islam," ujar Muhaimin, mantan Ketua Umum PMII
(Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia) itu menjawab pertanyaan
satunet.com.
Bahkan, kata Muhaimin, PKB akan mencari orang-orang yang kapabel di bidang
apa pun, dari latar belakang apa pun untuk masuk menjadi pengurus PKB.
"Kita welcome sekali pada orang-orang yang punya kapabel," kata Muhaimin.
Termasuk di dalamnya, PKB juga membuka pintu lebar-lebar kepada
partai-partai gurem yang mengatasnamakan NU, seperti PKU, PNU, dan
partainya Abu Hasan, untuk bergabung ke dalam PKB. "Tapi, upaya langsung
mengajak mereka tidak ada. Upaya tidak langsung sudah ada, seperti yang
terjadi pada Salahudin Wahid," jelasnya
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/02/16/6992.html

Masyarakat Sulut Agar Waspadai Provokator
-------------------------------------------------------
Kalangan DPR RI mengimbau masyarakat Sulawesi Utara untuk mewaspadai
beroperasinya provokator yang memanfaatkan keresahan ribuan karyawan PT
Newmont Minahasa Raya (NMR) untuk melakukan kerusuhan di provinsi itu.
Imbauan itu disampaikan Ketua Komisi VIII DPR Irwan Prayitno,
anggota Komisi II Handjojo Putro dan anggota Komisi VIII Muhammad
Yamin kepada pers di Gedung DPR, Selasa (15/2).
Imbauan itu perlu disampaikan menyusul adanya keputusan sela
Pengadilan Negeri (PN) Tondano yang menutup sementara operasional
NMR. Putusan itu dijatuhkan setelah ada gugatan dari Pemda Minahasa
menyusul adanya perselisihan pajak.
Perusahaan penambangan emas itu dianggap melanggar Perda tentang
Perpajakan sehingga digugat ke PN. PN Tondano mengabulkan gugatan
itu disertai denda sebesar Rp100 juta/bulan jika perusahaan tetap
nekat beroperasi.
Seperti diberitakan media massa, pekan lalu, terjadi ledakan bom
di Sulawesi Utara. Untuk itu, kalangan DPR mengimbau agar masyarakat
Sulawesi Utara waspada kemungkinan adanya provokator yang memanfaatkan
keresahan karyawan NMR
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/1,4177,1140,00.html

Wiranto: Tukang Bisik, Berhentilah
-------------------------------------------
JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal Wiranto mengatakan, kalau ada
pembisik kepada Presiden Abdurrahman Wahid dari kalangan TNI (di luar
lembaga resmi), berhentilah, karena cepat atau lambat akan terungkap.
Menko Polkam nonaktif itu menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan
Radio M97 di Jakarta kemarin menanggapi pertanyaan kemungkinan pembisik
Presiden dari kalangan militer.
Menjawab pertanyaan tentang komentar "gagal membina perwira", Jenderal
Wiranto mengatakan, secara umum masih lebih banyak perwira TNI yang baik,
meski ada satu atau dua orang perwira yang "gagal dibina".
Dia mengatakan, organisasi militer memiliki nilai yang berbeda dari
organisasi lain. Mottonya: hidup bersatu mati bersama. "Kalau ini tidak
berjalan, repot. Kalau satu orang saja berkhianat, susah," ujar Wiranto.
Tentang isu kudeta, dia kembali mengemukakan bahwa saat ini bangsa
Indonesia sedang menghadapi banyak masalah, jangan ditambah lagi dengan
gagasan kudeta.
Ia mengulangi lagi penegasannya tentang kudeta bahwa sebelumnya ia memiliki
sejumlah kesempatan untuk melakukan kudeta, namun tidak dia lakukan karena
tidak menginginkan lebih banyak darah tumpah.
Lengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0002/16/nas2.htm

Provokator kembali Beraksi di NTB
Gara-gara Kambing,nyaris Terjadi Bentrok Antarsuku
----------------------------------------------------------------
Mataram (Bali Post) -
Kerusuhan 17 Januari lalu, tampaknya belum memuaskan provokator-provokator
yang menginginkan terjadinya instabilitas di NTB. Setelah berhasil
meluluhlantakkan Mataram, kini mereka kembali beraksi di Dompu. Sasarannya
adalah warga yang bermukim di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Taropo,
Kecamatan Kilo, Dompu.
Sebuah sumber kepada Bali Post di Mataram Selasa (15/2) kemarin
menyebutkan, warga transmigran yang bermukim di UPT Taropo berasal dari
beberapa daerah dengan etnis dan suku berbeda (namun didominasi oleh suku
Bali dan suku Bima). Selama ini, kehidupan warga di sana dikenal rukun dan
tenteram. ''Kendati mereka berbeda, mereka saling menghargai dan
menghormati perbedaan di antara mereka,'' kata sumber tadi.
Namun, pada Kamis (10/2) sekitar pukul 12.00, kerukukan mereka nyaris
hancur setelah munculnya sebuah isu yang menyebutkan bahwa akan terjadi
penyerangan oleh suku tertentu ke wilayah suku lainnya. Munculnya isu
tersebut kata sumber tadi, berawal dari ditemukannya seekor kambing dalam
keadaan luka parah (seperti habis ditebas) oleh Pan Danu (60) warga
transmigran asal Bali, sekitar pukul 11.00.
Melihat kambing tersebut dalam keadaan luka parah, Pan Danu berniat
mengambilnya untuk disembelih. Saat mengambil kambing itu, tiba-tiba muncul
sebuah mobil warna merah dari Desa Kilo kemudian behenti di samping kambing
yang terluka itu. Setelah itu, sejumlah orang yang berada di dalam mobil
yang pelatnya (nomor polisinya) tidak jelas itu turun dari mobil kemudian
memanggil Pan Danu.
Tanpa tegur sapa, seorang dari dalam mobil itu langsung membacok korban
hingga mengenai kepala, tangan dan kaki korban. Dalam keadaan terluka, Pan
Danu ditinggalkan. Kemudian orang tak dikenal yang berada di dalam mobil
itu, melaju dengan kecepatan tinggi dan menginformasikan kepada warga di
sana bahwa warga Bali akan menyerang warga lainnya yang berada di UPT
Taropo.
Lengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/2/16/nt4.htm
-----------------------------

City Mourns Students as Suspect Surrenders
--------------------------------------------------------
As more than 2,000 mourners gathered this morning to attend a memorial
service for two Wilson High School seniors who were slain last week, one of
the suspects in the drive-by shooting that has horrified the city turned
himself in.
Andre Wallace and Natasha Marsh, inseparable in life, will be buried
together today in Bladensburg after their funeral this morning at Bible Way
Temple in Northwest Washington. At this morning's viewing, the two
17-year-olds were dressed in their graduation gowns - he in green, she in
white, Wilson's colors - and lay in identical steel blue caskets adorned
with large sprays of long-stemmed white roses.
The crowd for the viewing was so large that at 10:40 a.m. Metropolitan
police officers had to clear the aisles and move people to the back of the
church so that family members could take their place for the 11 a.m.
funeral.
About the time that one of the suspects in the shooting was turning himself
into police, Brittany Jackson, 12, Wallace's cousin, read a "Dear Dre"
letter to the crowd. "I hope they find the person who did this to you and
put them in jail for life even though I know it doesn't always work out
like that," she said. "I am hoping that they find that person
More: http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/articles/A53534-2000Feb15.html

Vatican and PLO demand Jerusalem guarantees
--------------------------------------------------------
Reuters) -- The Vatican and the PLO on Tuesday signed a basic agreement on
their relations and cautioned Israel that any unilateral decisions
affecting Jerusalem would be "morally and legally unacceptable."
The wide-ranging agreement was signed ahead of a visit by Pope John Paul
next month to Holy Land sites controlled by Israel and the Palestinians.
Palestinian officials recently expressed concern about new housing in and
around the eastern half of Jerusalem, the Holy City captured by the
Israelis in the 1967 Middle East War.
Palestinian President Yasser Arafat discussed the Middle East at a private
audience with the Pontiff while their delegations signed the agreement,
made up of a preamble and 12 articles.
The "Basic Agreement Between the Holy See and the Palestine Liberation
Organization" deals with matters such as freedom of religion, human rights,
freedom of church institutions and their legal, economic and fiscal status
in Palestinian-ruled areas.
More: http://cnn.com/2000/WORLD/europe/02/15/bc.pope.arafat.reut/index.html
++++++++++++++


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke