''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Jumat, 18 Februari 2000 =================================== *Panglima TNI Minta KSAD Sikapi Agus Wirahadikusumah *Komandan Armada VII AS nyatakan Asia hadapi ancaman baru keamanan *Setelah Diobati Ahli Mata dari Cina Gus Dur Bisa Melihat Lagi *Surjadi Perintahkan Kapolri Periksa Jenderal Kasus 27 Juli *Faisal Membantah Gantikan Bondan ___________ *Bones May Be Those of Ancient Athenians in Pericles's Funeral Oration Panglima TNI Minta KSAD Sikapi Agus Wirahadikusumah * Tiga Pangdam akan Diganti --------------------------------------------------------------------- Kuala Lumpur, Kompas Sikap Panglima Kodam VII/ Wirabuana Mayjen Agus Wirahadikusumah yang mengomentari masalah penonaktifan Menko Polkam Jenderal Wiranto, dibahas oleh Dewan Pertimbangan Tinggi (DPT) TNI. Dalam kaitan itu, Panglima TNI Laksamana Widodo AS kemudian meminta Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tyasno Sudarto segera melakukan pembenahan. "Itu kita nilai termasuk masalah pembinaan personel, sehingga keputusan Panglima TNI adalah, pembenahannya diserahkan kepada KSAD. Ya, kita tinggal menunggu apakah akan ada pembenahan tentang hal tersebut. Harapan kita, hal-hal yang sekarang sedang terjadi harus segera diselesaikan," demikian penegasan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Suaidi Marasabessy, menjawab wartawan hari Kamis (17/2) di Kuala Lumpur, seperti dilaporkan wartawan Kompas Fandri Yuniarti. Sebagaimana diberitakan, Agus Wirahadikusuma sempat menyatakan, sebaiknya Wiranto mengundurkan diri sebagai Menko Polkam, seperti yang disarankan Presiden Abdurrahman Wahid. Bahkan Agus juga menyarankan Wiranto bergabung dengan partai politik-boleh juga Golkar-untuk menjadi oposan. Mendengar pernyataan itu, Wiranto ketika usai pelantikan Surjadi Soedirdja sebagai Menko Polkam ad interim, menyatakan kekecewaannya atas sikap perwira tinggi seperti Agus. Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0002/18/UTAMA/pang01.htm Komandan Armada VII AS nyatakan Asia hadapi ancaman baru keamanan --------------------------------------------------------------------------- -------------- satunet.com - Komandan Armada Pasifik Barat AL-AS (Armada VII), Laksamana Madya Walter Doran menyatakan Asia kini menghadapi ancaman keamanan baru, antara lain akibat meningkatnya nasionalisme bangsa. "Kami melihat munculnya sejumlah tantangan keamanan baru seperti meningkatnya nasionalisme, proliferasi nuklir, penyelundupan narkotika, kejahatan terorganisasi, dan pembajakan di perairan internasional yang mengancam perdagangan," kata Doran di Singapura, sebagaimana laporan Jumat. Secara khusus, Doran mengatakan kawasan semenanjung Korea sebagai pusat kerawanan baru Asia dengan diluncurkannya rudal Taepo Dong sejak bulan lalu oleh Korea Utara. "Kendati lemah, Korut masih mampu mengakibatkan kerusakan berat bagi Korea Selatan," ujarnya Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/02/18/7225.html Setelah Diobati Ahli Mata dari Cina Gus Dur Bisa Melihat Lagi ------------------------------- Reporter: Iwan Triono detikcom - Jakarta, Kondisi kesehatan mata Presiden Gus Dur mulai pulih. Setelah diobati ahli mata dari Cina, Gus Dur kabarnya sudah mampu melihat dengan fokus untuk obyek sejauh satu meter. Selamat ya, Gus. Hal itu diungkapkan Kepala Protokoler Presiden, Wahyu Muryadi. "Menurut istilah Beliau (Gus Dur -red) sudah ada titik fokus," kata Wahyu seperti dikutip Berita Buana di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (17/2/2000). Lebih lanjut Wahyu mengatakan, saat ini bila berbicara, mata Gus Dur sudah bisa fokus ke lawan bicaranya. Beda dengan sebelumnya, dimana Gus Dur hanya terlihat gamang tanpa gerakan. Sebelumnya, tulis Berita Buana dari sebuah sumber, Gus Dur sudah mampu melihat setelah memperoleh pengobatan intensif dari dua orang pakar pengobatan Cina. Dari pengobatan intensif tersebut, Gus Dur sudah mampu melihat dengan jelas dalam jarak sekitar satu meter. lengkapnya: http://detik.com/peristiwa/2000/02/18/2000218-020445.shtml Surjadi Perintahkan Kapolri Periksa Jenderal Kasus 27 Juli ------------------------------------------------------------------------ Reporter: Ananda Ismail detikcom - Jakarta, Menko Polkam Ad Interim Surjadi Soedirdja langsung membuat gebrakan. Surjadi memerintahkan Kapolri Letjen Rusdihardjo untuk memeriksa semua jenderal yang diduga terlibat kasus penyerbuan markas PDI 27 Juli 1996 lalu. "Kalau DPR saja bisa memanggil para jenderal, mengapa Kapolri tidak bisa? Mestinya Kapolri pun bisa memanggil para jenderal itu untuk mencari bukti-bukti. Mereka ini kan belum tersangka. Kapolri harus berani memanggil para jenderal untuk klarifikasi," kata Menko Polkam seperti ditulis Media Indonesia edisi Jum'at (18/2/2000). Pernyataan Surjadi itu menjawab pertanyaan pers berkaitan dengan tekad Polri yang akan menuntaskan insiden 27 Juli dalam tiga bulan. Surjadi menyatakan mendukung sepenuhnya rencana Polri untuk membuka kembali kasus 27 Juli, bahkan ia meminta Kapolri untuk menyeret para jenderal yang diduga terlibat. "Memang sebaiknya dibuka kembali agar tidak bisu lagi dalam kehidupan kita ini. Saya kira penyelidikan kasus 27 Juli ini tidak ada batas waktunya. Jadi tidak ada target waktu bisa diselesaikan," tegas Surjadi yang juga merangkap Mendagri itu. Lengkapnya: http://detik.com/peristiwa/2000/02/18/2000218-012039.shtml Faisal Membantah Gantikan Bondan ------------------------------------------ JAKARTA-Sekretaris Negara yang merangkap Sekretaris Pengendalian Pemerintahan Bondan Gunawan dan Sekretaris Kabinet Marsilam Simandjuntak, sebelum rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Jakarta, kemarin mengatakan tidak tahu-menahu mengenai rencana perombakan kabinet. Sedangkan Faisal H Basri menyatakan keyakinannya dalam waktu dekat akan ada perombakan kabinet dan sekretariat kepresidenan, namun dia membantah akan menggantikan Bondan Gunawan sebagai sekretaris pengendali pemerintahan. "Saya tidak akan menggantikan Pak Bondan Gunawan seperti yang diungkapkan media massa," katanya menjawab pertanyaan moderator dalam "Diskusi Krisis Gelombang II di Indonesia, Sebuah Analisis dan Prediksi'' kemarin di Hotel Mulia, Jakarta. Dia berpendapat, untuk menyelesaikan masalah memang harus dilakukan penataan kembali berbagai pranata politik dan birokrasi. Kalau dilihat dalam perspektif itu, kita bisa memperkirakan langkah-langkah pengonsolidasian kekuasaan yang telah dan sedang dilakukan Gus Dur. Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/18/nas6.htm __________________ Bones May Be Those of Ancient Athenians in Pericles's Funeral Oration --------------------------------------------------------------------------- ----------- arly in the Peloponnesian War, the remains of Athenian soldiers killed in battle against the Spartans were interred in communal tombs outside Athens's west gate, off the road to the academy where Plato taught. It was at this cemetery in 431 B.C. that the statesman Pericles, speaking from a high platform at the funeral, described the greatness of Athens in one of history's most eloquent orations. "It is for such a city, then, that these men nobly died in battle," Pericles declared, "thinking it right not to be deprived of her, just as each of their survivors should be willing to toil for her sake." Archaeologists think they have found remains of 200 to 250 Athenian citizen-soldiers from that time, perhaps the very ones memorialized by Pericles. Their ashes and bones were excavated three years ago at a construction site in Athens, but now they have been delivered to Adelphi University in Garden City, N.Y., for the first detailed analysis. More: http://www.nytimes.com/library/national/science/021700sci-bones-athenian.ht ml "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
