'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Sabtu, 19 Februari 2000
===================================
** Soeharto Tolak Panitia Kerja BLBI
** KSAD Peringatkan Agus Wirahadikusumah
** Presiden: Ngapain Rombak Kabinet
** Eggy Somasi Tabloid OPOSISI
** Pak Nas Menyesalkan Silang Pendapat di TNI
** Gus Dur Bantah Terpengaruh Pembisik
** Gus Dur Soal Agus Wirahadikusumah
---------- Luar Negeri ------------------------
@ Hakim Masih Ragu Panggil PM Malaysia
@ Rakyat Iran Banjiri TPS,
Proreformasi di Atas Angin
-------------------------------------
S E L A M A T   M E M B A C A
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''

Soeharto Tolak Panitia Kerja BLBI
------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Panitia Kerja Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Panja BLBI) Komisi IX DPR
harus gigit jari, karena upaya mereka mendatangi kediaman Soeharto di Jl
Cendana, Jakarta Pusat, Jumat (18/2) sore, tidak membuahkan hasil. Semula,
upaya menemui Soeharto di Cendana diharapkan bisa membantu menguak tabir di
balik kebijakan pengucuran BLBI, namun mantan Presiden RI itu menolak untuk
ditemui.
Alasan yang dikemukakan tim dokter Soeharto, kondisi kesehatan Soeharto
tidak memungkinkan untuk menerima kunjungan anggota DPR. Di samping karena
tidak mampu berkomunikasi, mantan penguasa Orde Baru itu telah terganggu
memori ingatannya. Demikian dikemukakan Ketua Panja BLBI Komisi IX Dr
Sukowaluyo Mintorahardjo sebelum meninggalkan rumah Soeharto. Selengkapnya:
http://kompas.com/kompas-cetak/0002/19/UTAMA/soeh01.htm

KSAD Peringatkan Agus Wirahadikusumah
--------------------------------------------------
JAKARTA -- KSAD Jenderal TNI Tyasno Sudarto telah memanggil dan
memperingatkan Mayjen Agus Wirahadikusumah berkaitan dengan pernyataannya
terhadap Jenderal Wiranto.
Pemanggilan Pangdam VII/Wirabuana ke Mabes TNI-AD itu dibenarkan Kadispenad
Brigjen I Dewa Putu Rai di saat dihubungi di Jakarta kemarin. Menurut Putu
Rai, KSAD telah memanggil Agus agar menghadap Rabu (16/2), namun baru bisa
memenuhi panggilan itu, Kamis (17/2).
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2002/19/11623.htm

Presiden: Ngapain Rombak Kabinet
------------------------------------------
YOGYAKARTA -- Masyarakat boleh berspekulasi tentang perombakan kabinet.
Tapi Presiden KH Abdurrahman Wahid tetap pada pendiriannya bahwa kabinet
tidak akan direshuffle.
''Ngapain rombak Kabinet,'' kata Presiden dalam wawancara singkat dengan
wartawan usai mencanangkan 'Program Pariwisata dan Kesenian Peduli
Kepentingan Rakyat' di halaman Gedung Agung, Yogyakarta, kemarin.
Menurut Abdurrahman, reshuffle kabinet seperti yang diinginkan banyak orang
itu tidak perlu. ''Karena itu juga tidak usah dibicarakan,'' tegas dia.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2002/19/11617.htm

Orang Partai di Eselon I akan Dicopot
----------------------------------------------
Jakarta, 18 Februari
Pemerintah akan mengambil tindakan tegas dengan mencopot pejabat eselon I
di departemen atau kantor kementerian negara yang berasal dari orang
partai.
Penegasan tersebut di-sampaikan Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara
(Menpan) Freddy Numberi di Jakarta Kamis (17/2), menyusul adanya surat dari
Wapres Megawati Soekarnoputri yang ditujukan kepada tiga menteri,
masing-masing Menhutbun Nur Mahmudi Ismail, Menkeu Bambang Sudibyo dan
Menneg Penanaman Modal dan PBUMN Laksamana Sukardi.
"Surat dari Wapres itu untuk ditindaklanjuti," ungkap Freddy. "Jadi
orang-orang itu akan ditarik, Pak?" tanya pers. "Ya, betul. Yang harus
digarisbawahi bahwa sudah ada surat dari Wapres, dan itu sama saja dengan
teguran dan harus dilaksanakan. Kalau kita tidak loyal kepada presiden dan
wapres, kepada siapa lagi," jawab Freddy.
Selengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/2000/02/18/index.html

Eggy Somasi Tabloid OPOSISI
--------------------------------------
Reporter: Budi Sugiharto
detikcom - Surabaya, Kenyang dituduh sebagai provokator, kali ini Eggy
Sudjana giliran melayangkan tuduhan. Ketua Umum Persaudaraan Pekerja Muslim
Indonesia (PPMI) itu menuduh Tabloid OPOSISI terbitan Surabaya sebagai
provokator. Tidak tanggung-tanggung, Eggy pun melayangkan dua somasi
sekaligus ke tabloid politik itu.
Namun Direktur OPOSISI H. Surya Aka menanggapi somasi itu dingin saja.
Ketika dihubungi detikcom per telepon, Jumat (18/2/2000) pukul 23.21 WIB,
Surya Aka dengan tegas menolak meminta maaf seperti yang dituntutkan
Asosiasi Pembela Islam (API), kuasa hukum Eggy.
Selengkapnya: http://detik.com/peristiwa/2000/02/19/2000219-005245.shtml

Pak Nas Menyesalkan Silang Pendapat di TNI
-------------------------------------------------------
JAKARTA - Sesepuh Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Besar TNI
(Purn) AH Nasution, menyesalkan perbedaan pendapat di antara para perwira
tinggi TNI yang "diumbar" keluar.
"Seharusnya (perbedaan pendapat itu) dapat dibicarakan secara internal,"
kata Nasution dalam sambutan yang dibacakan sekretaris pribadinya, Bakri T,
dalam acara Munas VII Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) di
Jakarta, kemarin. Mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata RI itu mengatakan,
kode etik militer hendaknya jangan diterobos oleh cara-cara yang menyalahi
kepatutan prajurit.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/19/nas2.htm

Gus Dur Bantah Terpengaruh Pembisik
Tidak Pernah Meminta Pertimbangan
"Ada Saluran yang Tersumbat di TNI"
-----------------------------------------------
MENUJU MASJID AGUNG: Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan rombongan
yang diikuti Gubernur DIY Hamengku Buwono X menuju Masjid Agung untuk
melakukan salat jumat, kemarin, sebelum mencanangkan Program Pariwisata dan
Kesenian Peduli Kepentingan Rakyat di Istana Negara Gedung Agung,
Yogyakarta. (Foto: Suara Merdeka/sgt-77k)
YOGYAKARTA-Bagaimana komentar Presiden Abdurrahman Wahid terhadap rumor
yang berkembang yang menyatakan dalam mengambil kebijakan sering
dipengaruhi staf-stafnya yang dikenal dengan sebutan "pembisik''? Gus Dur
menegaskan, dia mempunyai pendirian sendiri dalam menghadapi berbagai
masalah di Tanah Air, sehingga tidak benar anggapan dia telah dipengaruhi
oleh "para stafnya" yang sering disebut-sebut sebagai "pembisik".
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/19/nas1.htm

Gus Dur Soal Agus Wirahadikusumah
Akibat Aspirasi Tersumbat di TNI
------------------------------------------
Yogyakarta, Kompas
Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengingatkan, pernyataan-pernyataan
seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilontarkan kepada
pers, dan bukan diselesaikan ke dalam, secara internal, merupakan pertanda
bahwa di dalam organisasi TNI sendiri aspirasi itu sebenarnya tersumbat.
"Mbok hilangkan tersumbatnya ini. Pasti sudah ndak bicara lagi di luar.
Saya tidak mbelani Pak Agus (Pangdam VII/Wirabuana Mayjen Agus
Wirahadikusumah-Red) ya. Bagi saya, kenal saja baru kemarin itu saya ke
Makassar kenal Pak Agus," kata Presiden, Jumat (18/2) siang dalam dialog
dengan masyarakat muslim Yogyakarta di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta,
menanggapi silang-argumen di lingkaran elite TNI menyangkut penonaktifan
Menko Polkam Jenderal Wiranto.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0002/19/utama/akib01.htm

---------- Luar Negeri ---------------------
Hakim Masih Ragu Panggil PM Malaysia
-----------------------------------------------
Kuala Lumpur, Jumat
Hakim Tinggi Arifin Jaka hari Jumat (18/2) mengakui keraguannya
menghadirkan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad sebagai saksi
dalam kasus mantan Wakil PM dan Menteri Keuangan (Menkeu) Anwar Ibrahim
yang dituduh melakukan sodomi. Kamis lalu Arifin menjanjikan, keputusan
mengenai hal ini akan dilakukan Jumat kemarin.
Arifin mendesak para pengacara Anwar untuk mengajukan alasan secara
tertulis, mengapa Mahathir harus dihadirkan di pengadilan. "Saya belum
berpikir apakah saya akan mendesak PM muncul di pengadilan atau tidak. Anda
harus meyakinkan saya dulu apakah relevan (menghadirkan Mahathir) dengan
fakta-fakta (yang Anda peroleh)," ujarnya.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0002/19/LN/haki03.htm

Rakyat Iran Banjiri TPS, Proreformasi di Atas Angin
---------------------------------------------------------------
BERSEBERANGAN: Presiden Khatami (kanan) dan pemimpin spiritual Ayatollah
Ali Khamenei yang berseberangan pandangan, memasukkan suara mereka di TPS
berbeda di Teheran, Jumat kemarin. (Foto: Suara Merdeka/rtr-30)
TEHERAN - Antrean panjang terbentuk di luar tempat-tempat pemberian suara
(TPS), saat berlangsung pemilihan anggota Parlemen Iran, begitu TPS-TPS
dibuka, Jumat pagi kemarin. Banyak kalangan menilai, pemilu tersebut akan
menjadi penentu nasib program reformasi liberal yang dilancarkan Presiden
Mohammad Khatami.
''Jumlah orang yang memberikan suara jauh lebih banyak dari perkiraan.
Kandidat-kandidat dari Front berada di urutan atas. Padahal, mereka tidak
berkampanya sungguh-sungguh di wilayah ini,'' kata seorang petugas pengawas
pemilu di sebuah TPS di Teheran pusat.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/19/int1.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke