''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Selasa, 22 Februari 2000 =================================== *Megawati akan berfungsi sebagai perdana menteri *Bakal Dihapus, Subsidi Pendidikan bagi PTN *Di Ambon, Ribuan Senjata Dimusnahkan *Sekjen PPP Soal Isu Retaknya PPP-PAN Ada Saat Bersama, Ada Saat Pisah *Gonjang-ganjing Partai Golkar Tak Semua Orang Iramasuka Inginkan Partai Baru ------------- *Iran humiliates Islam figurehead at polls +++++++++++++++ Megawati akan berfungsi sebagai perdana menteri -------------------------------------------------------------- satunet.com - Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri dalam waktu dekat akan berfungsi sebagai perdana menteri (PM). Demikian Gus Dur dalam sebuah rapat dengan Kabinet Persatuan Nasional yang dikutip sumber pejabat pemerintahan. Menurut sumber itu, masih mengutip Gus Dur, nantinya Mega akan mengendalikan roda kabinet sehari-hari. Sementara Presiden Gus Dur sendiri nantinya bakal lebih banyak berfungsi untuk melakukan kebijakan-kebijakan politik nasional maupun internasional. Disebutkan, posisi perdana menteri ini nantinya tidak perlu dibuat dalam bentuk Surat Keputusan (SK). "Nantinya, para menteri Kabinet Persatuan Nasional setiap bersidang akan dipimpin oleh Mega. Adapun Gus Dur akan lebih kepada pengarahan-pengarahan saja sifatnya," ujar sumber itu. Dikatakannya, bahwa proses Mega sebagai perdana menteri sekarang sudah merupakan de facto. Hal ini telah dilakukan beberapa waktu lalu bahwa dalam sidang kabinet, Gus Dur sering memberi tugas kepada Mega untuk menangani sidang kabinet tersebut. Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/02/22/7510.html Bakal Dihapus, Subsidi Pendidikan bagi PTN ----------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) kini terancam kesulitan membiayai kegiatan pendidikan, karena mulai April 2000 seluruh subsidi untuk dana operasional pendidikan (DOP) akan dihapus. Bersamaan dengan itu juga terjad i penghapusan dalam alokasi dana beasiswa kerja mahasiswa (beasiswa JPS-Red). Hal itu terjadi karena pemerintah tidak memiliki dana sebesar tahun sebelumnya. "Bagaimana lagi, dengan anggaran Rp 11 trilyun (anggaran pendidikan dalam RAPBN-Red) apa yang bisa kita perbuat?" kata Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, Satryo Soemantri Brojonegoro, kepada pers tentang penghapusan subsidi DOP dan beasiswa JPS bagi PTN. Ditemui di sela-sela kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-13 di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Senin (21/2), Satryo menyatakan, walau APBN belum diputuskan dan kemungkinan anggaran pendidikan bisa berubah lagi, tetapi pihaknya sementara ini berpijak pada angka yang sudah ada. Bila kelak anggaran pendidikan bisa dinaikkan, maka pihaknya akan menyesuaikannya kembali. Dalam kaitan ini ia menyarankan agar pengelola PTN berupaya melakukan efisiensi ke dalam, yakni dengan cara bagaimana menggunakan dana yang tidak banyak itu searif mungkin, tetapi tetap mengutamakan mutu pendidikan. Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0002/22/UTAMA/baka01.htm Di Ambon, Ribuan Senjata Dimusnahkan ----------------------------------------------- Jakarta - 22 Feb 00 03:16 WIB (Astaga.com) Aparat keamanan di Ambon hari Senin membuang ribuan senjata api dan senjata tajam hasil razia dari kelompok-kelompok yang bersengketa ke laut. Senjata yang dibuang ke laut merupakan hasil sweeping yang dilakukan aparat keamanan di Ambon mulai 2 Januari sampai 19 Februari. Senjata yang dimusnahkan antara lain terdiri dari 1.185 bilah pedang, 8.517 anak panah, 242 busur, 133 pucuk pistol rakitan, 322 pucuk senapan rakitan dan 1.165 bom rakitan. Pangdam Pattimura Brigjen Max Tamaela meminta masyarakat segera menghentikan pembuatan senjata tersebut, karena melawan hukum. Pangdam juga mengimbau masyarakat tidak mencurigai aparat keamanan yang melakukan razia, karena senjata-senjata tersebut akan dimusnahkan di depan masyarakat, pejabat pemerintah, maupun pejabat militer.(antara) Sekjen PPP Soal Isu Retaknya PPP-PAN Ada Saat Bersama, Ada Saat Pisah ----------------------------------------------- Reporter: Titis Widyatmoko detikcom - Jakarta, Bagaimana sebenarnya hubungan antara PPP dan PAN sebagai elemen Poros Tengah yang akhir-akhir ini dikatakan retak? "Pada saat harus berjalan bersama-sama, ya sama-sama, pada saat tidak perlu bersama-sama, yang satu di depan dan satu di belakang, silakan." Ujaran bernada sendu dan "filosofis" itu meluncur dari Sekejen PPP Ali Marwan Hanan, saat dikonfirmasi mengenai kabar retaknya Poros Tengah khususnya PAN dan PPP. Ali Marwan, seperti juga Hatta Rajasa dari PAN, tentu saja membantah kabar yang tidak mengenakkan tersebut. "Kita dengan semua pihak siap bekerja sama dan arti kerjasama itu adalah saling memberi dan saling menerima," tutur Ali Marwan saat dihubungi detikcom di Jakarta, Selasa (22/2/2000). Lengkapnya: http://detik.com/peristiwa/2000/02/22/2000222-052918.shtml Gonjang-ganjing Partai Golkar Tak Semua Orang Iramasuka Inginkan Partai Baru ------------------------------------------------------------ SINYALEMEN munculnya konspirasi untuk menggoyang kedudukan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid tak terlalu salah, jika melihat "gonjang-ganjing" di tubuh Partai Golkar pimpinan Ir Akbar Tanjung. Wajar jika "serangan" itu ditujukan ke Akbar. Pasalnya, kemenangan Gus Dur pada Sidang Umum MPR lalu tak lepas dari dukungan Partai Golkar. Tak heran jika untuk "menggoyahkan" posisi Gus Dur, mantan Ketua Umum PB HMI itu mempunyai peran besar. Terutama menghadapi Sidang Umum (SU) tahunan MPR mendatang. Berbagai keterangan menyebutkan Akbar orang yang "setia" pada Gus Dur sehingga sulit mempengaruhi untuk menggoyang melalui SU MPR nanti, misalnya dengan melakukan impactment. Namun, menurut keterangan, Akbar selalu menolak ajakan kelompok dalam partai tubuh DPP Partai Golkar untuk melakukan hal itu. Tak heran jika sekarang muncul rumor tentang adanya beberapa pengurus DPP menggoyang dengan ancaman akan keluar dan mendirikan Partai Madani. Sebelumnya muncul kabar yang menggoyang Akbar melalui rencana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/22/nas13.htm ______ Iran humiliates Islam figurehead at polls -------------------------------------------------- THE reformist vote in Iran's general election surged ahead in Teheran yesterday after its triumph in the provinces - and dealt a humiliating blow to one of the protagonists of the Islamic revolution. Early results put Ali Akbar Hashemi Rafsanjani in 27th place for the capital's 30 seats in the Majlis (parliament). The 26 candidates in front were all members of the 2nd Khordad coalition, which supports President Mohammad Khatami, the reformist. Mr Rafsanjani faced having to contest a second round in April, not having gained a sufficient percentage of the vote, or failing to win a seat at all. His aim of becoming parliamentary speaker looks doomed. Mohammad Reza Khatami, the president's brother, who was leading the reformist list in Teheran, seems the likely choice. More: http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=3wHrB3xM&atmo=HHHHH8w L&pg=/et/00/2/22/wiran22.html +++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
