************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* Pembakaran Gereja di Tarik, Sidoarjo ----------------------------------------------------- Nama Gereja: Gereja Jemaat Kristen Indonesia (berdiri sejak 1982) Nama Gembala: Pdt. Paulus Sukeno (47) Lokasi: Dusun Buntut Ingas, Desa Kemuning, Kec. Tarik - Sidoarjo - Jatim Tanggal kejadian: 19 Maret 2000 Kronologi peristiwa: ----------------------------- *Pra Pembakaran Sebulan sebelumnya di desa tersebut diadakan pemilihan Pamong desa. Menurut berita yang beredar, salah satu kandidat pamong (bernama Efendi) pernah berjanji, bahwa apabila ia berhasil terpilih menjadi pamong, maka desa tersebut akan di 'bersihkan' dari keberadaan gereja. Namun dalam perjalanan proses pemilihan, dia didemo dan akhirnya kalah dalam pemilihan. Beberapa saat yang lalu gereja tersebut diminta memperbaharui perijinan (mengumpulkan persetujuan warga sekitar serta pengesahan dari kelurahan) oleh pemda Tk II Sidoarjo. Proses pembaharuan tidak mengalami kendala dan sudah mendapat pengesahan dari kelurahan. Namun karena dianggap 'berani' mengesahkan persetujuan warga tersebut, pihak kelurahan kemudian mendapat ancaman lewat telepon. *Peristiwa Pembakaran Pk. 10.35 WIB, ketika kebaktian sedang berlangsung (doa syafaat), sekitar 20 - 30 orang massa dari desa Singogali dan beberapa warga Buntut bagian Timur menyerang gereja dengan lemparan batu. Mereka juga memasuki pastori gereja yang terletak di belakang bangunan gereja, dan sempat membakar pakaian keluarga pendeta yang dijemur di halaman belakang pastori dan mengambil uang Rp.400.000,- milik pendeta. Massa juga mengambil uang tunai dari kotak persembahan (untuk dana pembangunan gereja) sekitar Rp.450.000,- Dalam peristiwa penyerangan tersebut 3 orang warga terluka akibat lemparan batu. Mereka adalah: 1. Ivoni (20), luka di tangan 2. Dwi Aji Kristianto (34), memar di kepala 3. Ny.Budi (30), luka dikepala Massa sempat mencoba merobohkan dan membakar atap bangunan, namun gagal. Akhirnya mereka menumpuk barang-barang inventaris dan kursi-kursi kebaktian di dalam gereja lalu membakarnya. Gereja pun terbakar dan baru berhasil dipadamkan pada pk. 12.00 WIB. Pastori juga nyaris dibakar. Namun setelah Pdt. Paulus bernegosiasi dengan salah seorang penyerang (dikenal dengan nama Eko), akhirnya hanya bangunan gerja saja yang dibakar. Sebelum peristiwa ada warga yang melihat Sdr. Husein (pemilik pondok pesantren Darul Ulum yang terletak -/+ 2 km arah Barat dari gereja) mengangkut massa penyerang beserta beberapa jirigen bensin. Aparat (kepolisian) yang tiba ketika massa masih membakar kursi di dalam gereja, tidak mengambil tindakan apapun. Jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp. 85.650.000,- (delapan puluh lima juta enam ratus lima puluh ribu rupiah). Kondisi pastori saat ini dalam keadaan memprihatinkan; sebagian besar atap hancur, pintu belakang dirusak, aliran listrik dan telepon diputus. Namun keluarga Pdt. Paulus memutuskan untuk tetap bertahan di pastori tersebut. *Pasca Pembakaran Beberapa pihak mencoba melokalisir masalah ini menjadi sekedar persoalan 'rumah ibadah tak ber IMB' yang diresolusi warga. Namun sebenarnya antara warga dusun dengan pihak gereja tidak pernah ada masalah. Selain itu gereja telah membayar biaya pemutihan yang diadakan Pemda pada tahun 1997. Tim Investigasi Eskol-Net ------------------------------ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
