**********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis,
    Manfaatkan ruang "Artikel" Eskol-Net
Untuk menuangkan ide dan gagasan anda!
    Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
**********************************
---------------------
Artikel Eskol-Net:
---------------------

Meluruskan Ayat "Kekerasan" itu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Oleh: Augustinus Simanjuntak, S.H


Selain isu kristenisasi, dalam diskursus keagamaan pernah terbesit sebuah
tuduhan dari saudara kita umat beragama lain terhadap kekristenan, bahwa
ajaran dalam Alkitab nyata-nyata mentolerir kekerasan. Salah satu ayat yang
paling sering dijadikan dasar tuduhan itu ialah Matius 10: 34-35 yang
berbunyi: "Jangan kamu kira Aku (Yesus) datang untuk membawa damai di atas
bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku
datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya,
menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang
seisi rumahnya."  Dipertegas lagi dalam Lukas 12: 49-53: "Aku (Yesus)
datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan itu, api
itu telah menyala !...."

Sepintas memang ayat itu seolah-olah menunjukkan suasana kekerasan atau
pertentangan.  Benarkah ayat itu bermakna demikian ?. Kalau
disalahtafsirkan jelas akan terlihat adanya kontradisksi antara "Yesus
sebagai Raja Damai" dengan "Yasus datang bukan untuk membawa damai."
Sepintas tampak kontradiksi antara "Yesus sebagai pemersatu umat Tuhan,
termasuk pemersatu keluarga" dengan "Yesus datang memisahkan antara
perempuan dengan ibunya, menantu dengan ibu mertuanya, dan seterusnya."
Oleh karena itu, bagaimana sebenarnya makna dan latar belakang pernyataan
Tuhan Yesus ini.  Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ayat seperti ini
perlu diluruskan oleh umat Kristiani bila muncul tuduhan seperti itu.
Sebab, kalau tidak dijelaskan secara kontekstual akan bisa menimbulkan
prasangka negatip terhadap kekristenan, yang bisa mengganggu kita bersaksi
tentang Tuhan Yesus Kristus.

Sebenarnya, Tuhan Yesus waktu itu berbicara di tengah-tengah orang-orang
Yahudi yang sangat kental dengan adat istiadat Yahudi dan Taurat (Matius
7).  Kedatangan Yesus ke dunia telah mendobrak segala bentuk kebobrokan
manusia, mendobrak berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh ahli-hali
Taurat/imam, termasuk yang menyalahgunakan Taurat untuk kepentingan
pribadi, misalnya; untuk 'mencari muka', legitimasi berbagai pungutan, dsb.
Yesus juga mendobrak penyalahgunaan adat istiadat yang diagung-agungkan
orang Yahudi melebihi Hukum Allah.

Ketika Yesus mengajarkan kebenaran dan tentang KESELAMATAN hidup manusia,
banyak orang mendengar dan meresponi ajaran Yesus itu, hingga banyak orang
yang bertobat dan menjadi pengikut Yesus. Mengikut Yesus berarti
meninggalkan manusia lama, menjadi manusia baru (Kolose 3). Mengikut Yesus
berarti meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama, meninggalkan segala tabiat
jahat yang dulu dilakukan.  Salah satu konsekuensi mengikut Yesus itu
adalah meninggalkan  adat istiadat yang selama ini diagung-agungkan
melebihi Firman Allah.

Dengan demikian, "membawa pertentangan" berarti: kebenaran yang diajarkan
oleh Yesus telah mendobrak segala bentuk kezaliman/kebobrokan manusia,
hingga menimbulkan kebencian di antara para ahli Taurat/imam dan tua-tua
adat Yahudi.
Termasuk para orang tua yang melihat anak atau menantunya meninggalkan
kebiasaan Yahudi karena mengikut Yesus.

Akibatnya, Yesus dan pengikutNya waktu itu menjadi musuh banyak orang yang
merasa rugi karena ajaran kebenaran dari Yesus. Itulah salah satu sisi
pertentangan yang dimaksud.  Kedatangan Yesus justru menimbulkan kebencian
dari sebagian orang yang waktu itu mendapat untung banyak dari kebobrokan,
dan berbagai bentuk kemunafikan.

Sedangkan, kata "melemparkan api" disini ialah melemparkan kebenaran
(berita Injil) ke bumi. Injil itu telah banyak menyentuh hati manusia waktu
itu sehingga banyak yang bertobat dan menyerahkan diri kepada Allah.  Yesus
membawa pengenalan akan Allah  Sang Pencipta. Inilah yang diinginkan Tuhan
Yesus terjadi sebagaimana dinyatakan dalam Lukas 12: 49: "....betapakah Aku
harapkan, api itu telah menyala.." Artinya, Yesus mengharapkan api Injil
itu telah menyebar dan diterima banyak orang.

Akibat aksi reformasi moral dan struktural yang dilakukan oleh Yesus, telah
mengundang kebencian mendalam dari orang-orang yang selama ini mengambil
keuntungan dari manipulasi Taurat. Demikian juga orang-orang Yahudi yang
mengambil untung dari kebiasaan/adat istiadatnya, merasa bahwa kedatangan
Yesus telah mengganggu posisi mereka.  Kebencian itu bukan hanya tertuju
kepada Yesus tetapi juga kepada para pengikut Yesus.

Istilah "pedang" merupakan simbol dari pemisahan. Sebagaimana judul Kitab
Lukas 12 "Yesus membawa pemisahan".  Artinya, memisahkan manusia dari
penyelewengan Taurat dan pemisahan manusia dari adat istiadat Yahudi yang
menyimpang itu dengan "pedang kebenaran".  Jadi, kata "pedang" merupakan
simbol pemisahan manusia dari belenggu dosa/kebobrokan, termasuk
pengagungan adat istiadat melebihi Hukum Allah.  Pertobatan itu telah
memisahkan hidup mereka dari adat istiadat Yahudi, hingga mereka dianggap
sebagai penghianat terhadap adat Istiadat itu. Akibatnya, mereka harus
diasingkan oleh ayahnya, ibunya atau ibu mertuanya yang masih setia pada
adat istiadatnya itu. Demikianlah sedikit upaya meluruskan kesalahan
persepsi saudara sebangsa kita terhadap kekristenan. Semoga Allah
memampukan kita untuk menyaksikan Kasih Kristus di dunia.   Amin.

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke