************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* Salam Sejahtera dalam Kasih Kristus, Para Netters yang terhormat, pada Hari Sabtu, 26 Februari, pukul 11.00 WIT, Desa Wewemo diserang oleh massa Putih. Rumah penduduk dan sebuah gereja dibakar massa. Akibat penyerangan itu 3 (tiga) orang warga Kristen meninggal dunia dan yang lain menyelamatkan diri masuk hutan menuju Buho-buho. Pada saat yang bersamaan muncul rombongan pengungsi Sangowo yang juga menyelamatkan diri ke Buhobuho. Namun ketika mereka menyeberang kali Mira, mereka justru mendapat serangan dari massa Putih Desa Mira. Warga Kristen yang lolos lari dari kali Mira menuju memberikan informasi kepada penduduk Buhobuho yang ada di perbatasan. Sejak itu Desa Wewemo telah dikuasai oleh massa Putih. Pada saat umat Kristen di Desa Buhobuho sedang beribadah, Minggu 27 Februari 2000, massa Putih dari Desa Mira (disinyalir dibantu oleh aparat) dengan berpakaian jihad menyerang warga Kristen hingga ke perbatasan Desa Buhobuho. Akibat penyerangan itu, 3 (tiga) warga Kristen meninggal dunia. Akan tetapi, warga Kristen masih bisa bertahan dan memukul mundur massa penyerang. Minggu, 5 Maret 2000, massa putih kembali menyerang Desa Buhobuho dengan jumlah massa yang lebih banyak. Menurut warga Buhobuho, massa Putih Morotai dibantu oleh massa yang datang dari Ternate dan Tidore dengan memakai Motor Laut (Fibre) sebanyak 25. Massa penyerang berjumlah sekitar 3000 orang. Aparat keamanan yang berada di Morotai Utara hanya berada di Wewemo dan Mira. Hal ini membuat massa Putih bisa leluasa masuk desa Buhobuho. Akibat pertikaian ini 25 (dua puluh lima) warga Kristen meninggal dunia dan 15 orang luka parah. Sebanyak 251 buah rumah warga Kristen dan 3 buah gereja dibakar massa. Penduduk Desa Buhobuho lainnya mengungsi ke Hutan Lifao sekitar 3000 jiwa. Sedangkan pengungsi yang bergabung dari Desa Bido dan Sangowo sekitar 80 orang yang kebanyakan perempuan dan anak-anak. Sedangkan warga Kristen di Desa Sakita mengungsi ke Desa Cio Gerong dipimpin langsung oleh Pendeta Marthinus Banyo. Perjalanan ke hutan memakan waktu sekitar 7 hari. Demikian laporan dari Morotai Utara. Sumber: Suara Peduli Halmahera. Salam dan doa, Esko Net ------------------ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
