'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Kamis, 2 Maret 2000
===================================
*Eros 'dekati' Guntur
*Penasihat Asing Lucu-lucuan
*Syahril: Saya Takkan Mundur
*Gus Dur Akui Titipkan Agus
*Gus Dur: Fungsikan Wapres Sebagai Perdana Menteri
---------
*Indonesia General Admits '98 Coup
++++++++++

*Eros 'dekati' Guntur
--------------------------
satunet.com - Eros Djarot tak membantah dirinya Rabu bertemu dengan Guntur
Sukarnoputra.
Ihwal pertemuan itu dicium Media Indonesia sebagaimana disebutkan Kamis
ini. Sedemikian jauh, ia membantah bahwa pertemuan itu dimaksudkan untuk
meminta restu atas keinginannya mencalonkan diri sebagai ketua umum DPP PDI
Perjuangan.
Sebelumnya Eros menyatakan dirinya mencalonkan diri karena ingin
menyelamatkan partai itu yang mengalami masalah serius.
Akan halnya pertemuan dengan Guruh itu sendiri berlangsung di kantor Mas
Tok --sapaan akrab saudara Mega yang pada masa Orba kapok terjun di politik
itu-- di kantor PT Delta Rohita, Majestik, Jaksel.
"Saya memang bertemu Mas Tok. Tapi, jangan dibesar-besarkan. Jangan
melibatkan Mas Tok," pintanya. Dia pun menegaskan, pertemuannya dengan Mas
Tok tidak secara khusus membicarakan masalah Kongres I PDIP di Semarang.
"Kan banyak hal, nggak melulu soal PDIP. Namun, soal PDIP kan semua
concern," tandasnya.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/03/02/8359.html

*Penasihat Asing Lucu-lucuan
------------------------------------
Jakarta - 02 Mar 00 02:08 WIB (Astaga.com)
Indonesia sebagai negara mandiri dan berdaulat tidak memerlukan penasihat
asing. "Kalau Gus Dur mengangkat orang luar jadi penasihat, itu hanyalah
simbolik saja. Tapi kalau penasihat betulan, ya harus kita tolak karena
kita negara yang mandiri dan berdaulat," tegas Ketua MPR Amien Rais di
Jakarta, Rabu.
"Kita tidak perlu Kissinger, Lee Kwan Yew, Goh Chok Tong atau pun Khadafi
dan Khamenei dari Iran. Jadi kita benar-benar mandiri," tambahnya.
Menurut Amien Rais, kalaupun Kepala Negara mengangkat Lee Kwan Yew sebagai
penasehat ekonomi dan kemudian Henry Kissinger sebagai penasehat social
affair-nya, maka para pembantu lainnya sangat mungkin terus bertambah.
"Mungkin kapan-kapan John Howard (PM Australia) akan dijadikan pembantu
umum untuk pengawasan Asia Pasific. Lalu, Presiden (RRC) Ziang Jemin jadi
penasehat diplomasi a la Cina dan lain sebagainya. Jadi saya kira semua itu
hanya untuk lucu-lucuan saja," kata Amien Rais.
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/1,4177,2394,00.html

*Syahril: Saya Takkan Mundur
Bantah Berlindung UU pada BI
-------------------------------------
detikcom - Jakarta, Gubernur BI Syahril Sabirin membantah dirinya dan juga
pejabat BI yang lain berlindung di balik UU No 23/1999 tentang Bank
Indonesia. Dia juga menegaskan takkan mundur meski banyak desakan.
Penegasan Syahril disampaikan pada wartawan setelah menjadi keynote addres
dalam "Sarasehan Sehari Posisi BI dalam Wacana Ekonomi Politik Dewasa Ini"
yang diadakan di LSPE UI di Hotel Hilton, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis
(2/3/2000).
Syahril menyangkal pernyataan mantan anggota DPR RI Ichsanuddin Noorsy yang
menyatakan, banyak pejabat BI yang berlindung pada UU 23/1999. "Tak perlu
pernyataan itu. Kita kan bersandarkan pada sistem. Kalau ditemukan secara
spesifik pejabat BI melakukan pelanggaran, hal itu bisa dikonfirmasikan
pada DPR. Karena yang berhak melakukan itu adalah pihak DPR," kata Syahril
yang mengenakan setelan jas hitam itu.
Lengkapnya: http://detik.com/ekbis/2000/03/02/200032-101617.shtml

*Gus Dur Akui Titipkan Agus
Tak Tahu Urusan Penempatan
Djadja: Jangan Polemikkan
--------------------------------
JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid membantah campur tangan urusan intern
TNI dalam mutasi besar-besaran di lingkutan TNI baru-baru ini. Namun Gus
Dur mengakui pernah menitipkan kepada pimpinan TNI agar tidak
menyia-nyiakan Mayjen Agus Wirahadikusumah, mantan Pangdam Wirabuana
tersebut, dengan cara menempatkannya di Jakarta.
"Mengenai pergantian di TNI, terus terang saya tidak tahu-menahu. Di antara
beberapa orang itu ada yang saya tidak setuju ditaruh di situ. Contohnya
Pak Suwandi, Dan Paspampres, saya tidak setuju dia diganti. Tetapi sudah
telanjur diganti, ya sudahlah,'' katanya, saat menjawab wartawan dalam
jumpa pers dengan wartawan dalam dan luar negeri di Bina Graha, Rabu.
Kemarin Gus Dur baru saja memanggil Mayjen Suwandi yang kini ditempatkan
sebagai Pati Mabes TNI ke Istana. "Tadi saya panggil, ya sudah, sabar
sajalah. Katanya Panglima TNI Widodo, Anda diletakkan di Lemhanas, ya
sudahlah. Jadi itu berarti saya tidak tahu urusannya.''
Mengenai penempatan Agus sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat
(Pangkostrad) menggantikan Letjen Djadja Suparman, Gus Dur mengatakan,
terus terang dirinya memang pernah menitipkan jenderal yang baru-baru ini
berseteru dengan mantan menko polkam Jenderal TNI Wiranto agar tidak
disia-siakan. "Taruhlah di Jakarta, karena dia pemikir yang baik. Tetapi
saya tidak tahu kapasitasnya, selain sebagai pemikir yang baik. Apa dia
bisa memimpin Kostrad atau tidak, itu bukan urusan saya. Itu urusan
Panglima TNI dan KSAD,'' kata Presiden
Lengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0003/02/nas1.htm

*Gus Dur: Fungsikan Wapres Sebagai Perdana Menteri
------------------------------------------------------------------
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dalam sidang kabinet terakhir, Gus Dur mengaku
pernah menyarankan agar Wakil Presiden Megawati Soekrnoputri, bisa
berfungsi sebagai perdana menteri. Tapi tidak menjadi perdana menteri.
Demikian dikemukakan Gus Dur di Bina Graha, Rabu (1/3).
Menurut Gus Dur, dengan fungsi seperti ini, wakil presiden nantinya akan
memimpin sidang-sidang kabinet, menampung pendapat-pendapat yang muncul,
dan mengurusi serta mengawasi segala keputusan sidang agar bisa
dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Gus Dur merasa perlu untuk melimpahkan fungsi ini karena keterbatasan yang
dimiliknya. "Terus terang saja, saya ini tidak bisa melihat dan tidak bisa
membaca. Padahal, ingatan seseorang itu bagaimanapun juga ada batasnya. Unt
uk itu perlu data-data yang tertulis sebagai pegangan, dan Bu Megalah yang
akan mengurusi hal-hal seperti ini," kata Gus Dur.
Gus Dur menambahkan, fungsi seperti ini jelas akan memperluas wewenang
wapres. Wapres kemudian berhak untuk menanyakan segala hal yang berkaitan
dengan pelaksanaan berbagai keputusan kepada para menteri. Akan tetapi, hal
itu tidak berada di luar kerjasama antara presiden dan wakil presiden.
"Dalam soal keputusan penting yang kami ambil bersama, kami akan selalu
saling mengingatkan," ujar Gus Dur.
Lalu, untuk mengatur hal ini, apakah diperlukan ketentuan-ketentuan khusus?
"Saya kira tidak perlu, karena hal itu cukup atas dasar kesepakatan di
antara kami berdua," jawab Gus Dur. Menurut Gus Dur, mekanisme pelimpahan
kewenangan ini tidak jauh berbeda dengan pelimpahan beberapa urusan kepada
jajaran sekretaris presiden. "Jadi tidak perlu memakai peraturan
perundangan yang khusus," tambah Gus Dur
_______________
*Indonesia General Admits '98 Coup
-------------------------------------------
JAKARTA, Indonesia -- Indonesia's former military chief said today he
resisted calls to seize power in 1998 during a wave of bloody riots and
protests that led to the downfall of ex-President Suharto.
Gen. Wiranto, recently suspended as security minister by reformist
President Abdurrahman Wahid, told legislators he blocked plans for a
military coup because he was determined to uphold the constitution.
Testifying before a parliamentary panel, Wiranto said: "Bambang Yudhoyono
told me, 'The situation is very complicated. Our government has difficulty
in continuing to exist. Would you like to take over?'"
He was referring to Lt. Gen. Susilo Bambang Yudhoyono, who at the time held
the powerful post of chief of staff of the territorial forces. Yudhoyono
has since retired from the military and is now the minister of mines and
energy in Wahid's Cabinet. He could not immediately be reached for comment.
"I immediately said 'no,'" Wiranto said. "We have to try the constitutional
way. The best way is letting the constitutional process go ahead without
bloodshed."
More:
http://www.washingtonpost.com/wp-srv/aponline/20000301/aponline080655_000.h
tm
++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke