'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Kamis, 17 Februari 2000
===================================
@ KPP HAM Priok Jangan hanya Basa-basi
@ Tanri Abeng mulai Diperiksa sebagai Tersangka
@ Tak Ada Maksud Dominasi Sipil
@ Wiranto Lengser, Sipil Muncul
@ Wapres Surati Tiga Menteri
@ Isu Reshuffle kembali Marak
@ Wiranto Akui Ada Oknum TNI Terlibat
@ Tiga Bulan untuk Gelar Peradilan HAM

------------ Luar Negeri ---------------------
* Jaksa Keberatan Mahathir Bersaksi
* Mengganggu Wawancara Clinton - CNN
-------------------------------------------------
S E L A M A T   M E M B A C A
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''

KPP HAM Priok Jangan hanya Basa-basi
------------------------------------------------
JAKARTA -- Wakil Ketua DPR, AM Fatwa -- salah satu korban tragedi Tanjung
Priok, 1984 lalu -- menyambut baik keinginan Komnas HAM untuk segera
membentuk Komisi Penyelidik Pelanggaran (KPP) HAM Tragedi Tanjung Priok 12
Sepetember 1984. Namun, dia mengingatkan agar hal itu tidak hanya sekadar
retorika belaka.
''Hal yang terpenting adalah keinginan itu jangan hanya basa-basi dan
sekadar retorika, tetapi benar-benar harus ditindaklanjuti secara serius.
Karena itu, saya ingin mendengar kelanjutannya, siapa yang akan jadi ketua
dan anggota-anggota KPP HAM Tanjung Priok itu,'' ujarnya kepada Republika
dan Antara di Jakarta kemarin (16/2). Ia berjanji memantau perkembangan
rencana itu secara intensif.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2002/17/11455.htm

Tanri Abeng mulai Diperiksa sebagai Tersangka
* Terkait Skandal Bank Bali
----------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Mantan Menteri Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng, Rabu (16/2) kemarin mulai
menjalani pemeriksaan sebagai salah seorang tersangka dalam skandal Bank
Bali. Pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan keterlibatannya dalam
merancang skandal yang menghebohkan itu. Dicecar berbagai pertanyaan, Tanri
Abeng tampak geregetan. Sambil mengepalkan tangan, ia terlihat berusaha
menahan emosi.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/2/17/nu3.htm

Tak Ada Maksud Dominasi Sipil
--------------------------------------
JAKARTA - Ketua MPR RI Amien Rais berpendapat, tidak ada maksud Presiden
Abdurrahman Wahid untuk melakukan dominasi sipil di kabinet sehubungan
dengan penonaktifan Jenderal Wiranto dari jabatannya sebagai Menko Polkam.
"Saya kira Gus Dur tidak bermaksud membuat pemerintahan dengan dominasi
sipil. Dari mana dia mau mendominasi," katanya di Jakarta, Rabu kemarin,
menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan adanya maksud Gus Dur di balik
penonaktifan Wiranto.
Hanya saja, lanjut Amien Rais, masyarakat sipil menghendaki kalau bisa
militer dalam jangka panjang hanya akan menjadi tulang punggung pertahanan
keamanan bangsa, sedangkan jabatan strategis pemerintahan supaya dipegang
sipil.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/17/nas4.htm

Wiranto Lengser, Sipil Muncul
-------------------------------------
JAKARTA-Penonaktifan Wiranto dari jabatannya sebagai Menko Polkam masih
menimbulkan banyak penafsiran. Menhan Juwono Sudarsono menilai supremasi
sipil sekarang mulai muncul di Indonesia. Tetapi, Ketua MPR Prof Dr HM.
Amien Rais menyatakan bahwa Presiden Abdurrahman Wahid tidak bermaksud
membentuk pemerintahan yang didominasi sipil.
Dalam jumpa pers usai bertemu Sekjen PBB Kofi Annan kemarin, Juwono
mengatakan bahwa saat ini supremasi sipil di Indonesia sedang tumbuh dengan
baik. Buktinya, presiden sampai sekarang masih tetap mampu mengendalikan
militer untuk tidak bertindak di luar pengendalian sipil.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/

Wapres Surati Tiga Menteri
----------------------------------
Jakarta, Kompas
Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri pekan lalu berkirim surat kepada tiga
menteri, Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nurmahmudi Ismail, Menteri
Keuangan Bambang Sudibyo, Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN
Laksamana Sukardi, untuk meminta penjelasan mengenai adanya politisasi
birokrasi di lingkungan kementrian/departemen tersebut.  Demikian
diungkapkan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN), Freddy
Numberi, saat rapat kerja dengan Komisi II DPR, Rabu (16/2). "
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0002/17/UTAMA/wapr01.htm

Isu Reshuffle kembali Marak
Laksamana Siap Jadi Gubernur BI
-----------------------------------------
JAKARTA -- Isu reshuffle kabinet kembali marak. Kabar mutakhir di Gedung
MPR/DPR RI menyebutkan Menneg Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN, Laksamana
Sukardi, bakal didudukkan menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI), menggusur
Syahril Sabirin.
Siapa pengganti Laksamana? Menurut Ade Komarudin, anggota DPR dari Fraksi
Partai Golkar, pengganti posisi Menneg itu adalah Rozy Munir yang kini
memegang posisi Sekretaris Badan Pembinaan BUMN dan Penanaman Modal.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2002/17/11445.htm

Wiranto Akui Ada Oknum TNI Terlibat
-----------------------------------------------
JAKARTA - Jenderal Wiranto membenarkan dan tidak menafikan ada oknum TNI
yang terlibat dalam tindak pelanggaran HAM di Timtim pascajajak pendapat
1999. Ia tidak menyangkal ketika ditunjukkan ada oknum TNI yang juga ikut
membakar rumah-rumah. "Itu diterima sebagai kebenaran,'' katanya saat
diwawancarai RCTI semalam.
Itulah sebabnya, tambah Wiranto, pada saat kerusuhan terjadi, ia selaku
Panglima TNI telah memerintah Inspektur Jenderal dan Asisten Intelijen
untuk langsung turun ke lapangan guna membuktikan dan mencari apakah benar
ada anggota atau oknum-oknum TNI yang terlibat di dalam kerusuhan itu,
termasuk Polri.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/17/nas2.htm

Tiga Bulan untuk Gelar Peradilan HAM
-----------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Jaksa Agung Marzuki Darusman menjanjikan, dalam tiga atau empat minggu ke
depan pihak Kejaksaan akan mengumumkan dan memeriksa calon tersangka.
Bahkan, dalam tiga bulan ke depan diharapkan proses pengadilan berkaitan
dengan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Timor Timur sudah dapat
 dijalankan. Agenda ini adalah bagian dari tindak lanjut atas laporan
Komisi Penyelidikan Pelanggaran (KPP) HAM di Timtim yang sudah diterima
Kejaksaan Agung.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0002/17/utama/tiga01.htm

------------ Luar Negeri ----------------
Jaksa Keberatan Mahathir Bersaksi
--------------------------------------------
KUALA LUMPUR - Jaksa penuntut kemarin menyatakan keberatan, ketika tim
pembela terpidana mantan Wakil PM Malaysia Anwar Ibrahim minta agar PM
Mahathir Mohamad memberikan kesaksian dalam sidang perkara seks bekas
wakilnya itu.
Hakim Pengadilan Tinggi Arifin Jaka memerintahkan pengacara dari kedua
pihak untuk menyampaikan argumentasinya Kamis ini, mengenai apakah
kesaksian Mahathir relevan dengan perkara tersebut.
Setelah itu, dia akan memutuskan apakah akan minta Mahathir bersaksi atau
tidak.
Jika Mahathir jadi bersaksi dalam sidang yang sudah berjalan delapan
setengah bulan itu, maka untuk pertama kali inilah kedua tokoh yang
berseteru itu akan bertemu muka sejak Mahathir mencopot Anwar dari kabinet
pada September 1998.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/17/int1.htm

Mengganggu Wawancara Clinton - CNN
-----------------------------------------------
Washington, Selasa
Di saat Presiden AS Bill Clinton dan perusahaan-perusahaan besar teknologi
tinggi tengah bekerja sama untuk melawan para hackers, wawancara Clinton
dengan CNN sendiri diganggu orang usil. Peristiwa "memalukan" itu terjadi
hari Senin (14/2), tetapi hari berikutnya Selasa (15/2) si pengganggu
mengaku kepada Reuters bahwa dirinya hanya main-main.
Pada saat CNN tengah melakukan wawancara langsung dengan Clinton,
orang-orang yang mengakses ruang bincang (chat room) CNN tiba-tiba melihat
pernyataan Bill Clinton yang berbunyi, "Secara pribadi, saya ingin melihat
lebih banyak hal-hal porno di Internet." Padahal, Clinton sama sekali tidak
mengucapkan kalimat tersebut.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0002/17/LN/meng03.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke