''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Jumat, 4 Februari 2000 ==================================== @ Presiden: ''Kami Tahu Tiap Gerakan Mereka'' @ Gus Dur: Segera, Gencatan Senjata di Aceh @ CGI Beri Hibah US$ 520 Juta @ Berdampak pada Nasib Bangsa @ 4 Penerima Terbesar BLBI Diperiksa @ KAMMI : Aparat Tidak Peka @ Kwik kembali Didemo soal Panti Pijat @ Ada Skenario ''Invisible Hand'' di Maluku ---------- Luar Negeri ------------------------ ** Irak Isyaratkan Kompromi dengan PBB ** Pacuan Senjata Ancam Dunia -------------------------------------------------- S E L A M A T M E M B A C A ''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Presiden: ''Kami Tahu Tiap Gerakan Mereka'' ------------------------------------------------------- DEN HAAG -- Presiden KH Abdurrahman Wahid kembali mengeluarkan pernyataan keras untuk TNI. Dia memperingatkan kepada militer untuk tidak mencoba-coba melakukan kudeta selama dia melakukan kunjungan ke luar negeri. ''Kami peringatkan kepada mereka [TNI] bahwa kami mampu mengendalikan situasi, kami tahu setiap gerakan mereka, dan mereka harus hati-hati,'' kata Abdurrahman di Den Haag, Belanda, seperti dikutip kantor berita AFP, kemarin. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2002/04/17154.htm Gus Dur: Segera, Gencatan Senjata di Aceh ----------------------------------------------------- Den Haag, Presiden Abdurrahman Wahid mengatakan, dalam waktu dekat akan terjadi gencatan senjata antara pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan aparat keamanan. Demikian Presiden kepada masyarakat Indonesia di Belanda saat jamuan santap malam hari Rabu atau Kamis (3/2) dini hari WIB. Dikatakan, saat di Jenewa dia mendapat laporan bahwa Hasan Tiro baru bertemu dengan Pemerintah Indonesia dan mengeluarkan pernyataan pers untuk gencatan senjata. Pihak GAM sendiri menghendaki perundingan atau dialog dengan Pemerintah Indonesia. Panglima GAM Syafe'i juga telah meminta gencatan senjata di Aceh untuk kemudian berunding dengan pemerintah. Selengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/2000/02/03/index.html CGI Beri Hibah US$ 520 Juta ------------------------------------- Kelompok donor yang tergabung dalam Consultative Group on Indonesia (CGI) memberikan komitmen pinjaman baru bagi Pemerintah Indonesia senilai US$ 4,73 miliar, untuk membiayai defisit anggaran tahun 2000. Dari jumlah tersebut, US$ 520 juta di antaranya berupa hibah (grant), dan ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah CGI. Hasil Sidang CGI ke-9 yang untuk pertama kalinya berlangsung di Jakarta tersebut, disampaikan langsung oleh Menko Ekuin Kwik Kian Gie bersama Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Pasifik Jean-Michel Severino di Gedung BI, Rabu (2/2) siang, didampingi Menkeu Bambang Sudibyo, Gubernur BI Syahril Sabirin, Kepala Bappenas Djunaedi Hadisumarto serta Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Mark Baird. Selengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/2000/02/03/index.html Berdampak pada Nasib Bangsa ------------------------------------- Jakarta, Kompas Ketegangan yang terjadi antara Presiden Abdurrahman Wahid dengan Menko Bidang Politik dan Keamanan Jenderal Wiranto diharapkan tidak berlarut-larut, karena taruhannya menyangkut nasib bangsa ini. Oleh karena itu harus ada upaya dari kedua pihak untuk mengurangi ketegangan. Di satu sisi, meskipun Presiden memiliki hak prerogatif untuk meminta mundur menteri kabinetnya, namun seyogianya hak itu dipakai dengan diawali pertemuan langsung di antara Presiden dan Menko Polkam. Di sisi lain, pernyataan Presiden juga sebaiknya dilihat dalam konteks kepentingan internasional, sebagai pembelaan agar para perwira TNI itu tidak diadili oleh pengadilan internasional. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0002/04/utama/sepa28.htm 4 Penerima Terbesar BLBI Diperiksa --------------------------------------------- JAKARTA - Ketua Komisi IX DPR RI Sukowaluyo Mintoraharjo memahami dan menghormati keputusan Pemerintah untuk tidak meminta penghapusan utang kepada negara dan lembaga donor internasional. Langkah ini merupakan upaya Pemerintah menegakkan harga diri. ''Pemerintah tidak mau penghapusan karena ingin menegakkan harga diri sebagai negara yang potensial kaya. Penghapusan utang adalah untuk negara miskin. Jadi, kita hargai dan kita hormati,'' ujar Sukowaluyo di sela-sela Rapat Panja BLBI di DPR RI, kemarin. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/04/nas10.htm KAMMI : Aparat Tidak Peka ---------------------------------- Reporter: Blontank Poer detikcom - Solo, Temuan Tim Pencari Fakta (TPF) Kerusuhan Solo, 20 Oktober 1999 yang menyebutkan bahwa TNI tidak optimal membantu polisi hingga terjadi pembakaran dan perusakan gedung-gedung milik pemerintah mendapat sambutan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Solo. "Temuan itu menunjukkan, aparat keamanan memang tidak peka membaca gejala kerusuhan yang sudah terlihat sejak menjelang pemilu," ujar humas KAMMI Solo, Siti Latifah, Kamis (3/2/2000) sore. Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/200002/200024-021219.html Kwik kembali Didemo soal Panti Pijat -------------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Puluhan relawan Front Pembela (FP) Amar Makruf Nahi Mungkar, Kamis (3/2) kemarin kembali mendemo Menko Ekuin Kwik Kian Gie yang diduga memiliki bisnis panti pijat. Mereka mendatangi gedung DPR/MPR untuk meminta kepada pimpinan Dewan agar mengusut Menko Ekuin. Demo yang dipimin KH Sundari itu tiba di gedung DPR/MPR sekitar pukul 10.00 WIB, menggelar sejumlah spanduk dan poster dengan harapan mereka ingin bertemu F-KB DPR. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/2/4/n7.htm Ada Skenario ''Invisible Hand'' di Maluku ---------------------------------------------------- Yogyakarta, (Bali Post) - Prof. Dr. Moeljarto Tjokrowinoto, MPA, guru besar Fisipol UGM Yogyakarta mengemukakan sejumlah indikasi yang memperkuat dugaan adanya suatu skenario dari invisible hand dalam konflik Maluku. ''Meskipun ini sulit dibuktikan dan sulit untuk me-pin-point (menunjuk) siapa yang telah merekayasa konflik tadi, namun ada beberapa indikasi memperkuat dugaan tersebut,'' katanya ketika berbicara dalam Seminar Bulanan Pusat Penelitian Pembangunan Pedesaan dan Kasawan (P3PK) - UGM, Kamis (3/2) petang kemarin. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/2/4/n5.htm ---------- Luar Negeri -------------------- Irak Isyaratkan Kompromi dengan PBB ---------------------------------------------- Baghdad- Deputi Perdana Menteri Irak Tareq Aziz, Rabu (2/2), mendesak PBB agar meneliti kembali resolusi terakhir badan dunia itu mengenai sanksi dan menanggapi keberatan Baghdad dengan memperbaiki resolusi tersebut. "Jika resolusi itu sudah dikoreksi, kami akan mempelajarikoreksian tersebut dan jika itu mengarah pada pencabutan embargo maka kami akan menyetujuinya," kata Aziz kepada sekelompok warga Yordania yang mengabaikan sanksi PBB dan nekad menyerahkan sumbangan 3,2 juta pensil bagi Irak. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/2/4/m1.htm Pacuan Senjata Ancam Dunia ----------------------------------- PBB, Kamis Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, Rabu (2/2) mengecam rencana Amerika Serikat (AS) yang akan menyebar perisai rudal antibalistik. Annan mengatakan, penyebaran perisai antirudal oleh AS merupakan ancaman serius terhadap stabilitas strategi. Ia mengatakan hal itu dalam pidatonya di depan anggota dewan penasihat dan para pemikir serta ahli senjata PBB mengenai masalah perlucutan senjata. Menurut Annan, "Suasana sekarang ini merupakan salah satu bentuk perpecahan di kalangan pelaku utama, yang menghambat kerja sama antarpemerintah dalam menangani masalah perlucutan senjata di semua tingkat." Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0002/04/LN/pacu02.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
