''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Jumat, 10 Maret 2000
==================================
@ Malaysia tak Ingin Dijadikan Basis GAM
@ Prabowo akan Ungkap Kerusuhan 13 Mei 1998
@ Bakorstanas dan Litsus Riwayatmu Dulu
@ Pengacara Soeharto Dinilai Berbohong
@ Tentara sekarang nggak punya nyali
@ Bubarkan Posko Kewaspadaan
@ Para Mantan Menkeu Terlibat BLBI
-------------- Luar Negeri ------------
** Bank Bayi Didirikan di Hamburg
** Komandan UNPKF Temui Alwi Shihab
-------------------------------------
S E L A M A T   M E M B A C A
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Malaysia tak Ingin Dijadikan Basis GAM
-------------------------------------------------
JAKARTA -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan bahwa
pemerintahnya tetap tidak ingin Aceh memisahkan diri dari Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Malaysia, yang wilayahnya sangat berdekatan dengan
Provinsi Aceh ini, juga menolak daerahnya dipergunakan untuk menjadi basis
gerakan separatis, Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
''Kami tidak akan membiarkan siapa pun juga untuk menggunakan Malaysia
sebagai pangkalan bagi kegiatan-kegiatan yang tidak baik bagi negara jiran
(tetangga) seperti Indonesia,'' ujar Mahathir dalam konferensi pers bersama
dengan Presiden Abdurrahman Wahid di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2003/10/12436.htm

Prabowo akan Ungkap Kerusuhan 13 Mei 1998
-------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Teka-teki seputar kerusuhan 13 Mei 1998 tampaknya segera akan terkuak
begitu menantu Pak Harto, Letjen (Pur) Prabowo Subianto yang kini berada di
luar negeri, bersedia buka suara.
Adalah Soemitro Djojohadikusumo mengatakan putranya, Letjen (Pur) Prabowo
Subianto, akan memberikan kesaksian kepada masyarakat dengan menerbitkan
buku putih tentang peristiwa kerusuhan 13 Mei 1998. ''Bowo akan berikan
kesaksian dan dia akan mengungkapkan peristiwa kerusuhan yang sebenarnya
terjadi pada waktu lalu,'' kata Pak Cum -- panggilan akrab Soemitro --
seusai menerima Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di
kediamannya Jl. Kartanegara No. 4, Jakarta Selatan, Kamis (9/3) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/3/10/n3.htm

Bakorstanas dan Litsus Riwayatmu Dulu
------------------------------------------------
Tanah Wakaf: Ketua Bakorstanasda Jateng/DIY Mayjen Bibit Waluyo ketika
berada di Masjid Kauman dalam rangka ikut menyelesaikan kasus tanah Wakaf.
(Foto: Suara Merdeka/dok B14-50)
PRESIDEN Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengambil keputusan strategis untuk
mengurangi dominasi militer terhadap sipil dalam upaya menyeimbangkan
kekuatan sipil, serta melapangkan jalan mewujudkan civil society. Langkah
yang diambil adalah membubarkan Badan Koordinasi Bantuan Pemantapan
Stabilitas Nasional (Bakorstanas) serta menghilangkan penelitian khusus
(litsus).
Keputusan itu cukup penting dalam perkembangan sejarah kenegaraan, karena
institusi itulah yang seakan menjadi "hantu'' untuk menggerakkan
partisipasi masyarakat, termasuk menjadi hambatan fungsi-fungsi lain
seperti pemerintahan, dan pelayanan publik
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0003/10/nas9.htm

Pengacara Soeharto Dinilai Berbohong
----------------------------------------------
JAKARTA-Pernyataan kuasa hukum HM Soeharto Juan Felix Tampubolon SH bahwa
Jaksa Agung dan Direktur Tindak Pidana Korupsi berbohong dan tidak
profesional mendapat bantahan. Bantahan kali ini datang dari Direktur
Tindak Pidana Korupsi Chairul Imam SH.
Kepada wartawan di Kejaksaan Agung kemarin, Chairul mengaku sudah mengirim
surat tentang pemeriksaan ulang kesehatan Soeharto yang harus dilakukan di
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Surat pemberitahuan tersebut sudah
dikirimkan Kejakgung seminggu sebelumnya. Bahkan pada sore hari tanggal 7
Maret, pemberitahuan itu diulang.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0003/10/nas2.htm

Kusnanto: Tentara sekarang nggak punya nyali
-------------------------------------------------------
Pengamat politik CSIS Dr. Kusnanto Anggoro mengatakan, tentara sekarang
tidak punya nyali untuk melakukan makar.
Menurutnya, sekarang mereka tidak solid. "Mereka dalam posisi sulit,
sehingga menerima apa adanya," ujar Kusnanto Anggoro di CSIS, Rabu malam.
Diakuinya, memang ada yang keberatan dengan mutasi yang dilakukan presiden
Gus Dur terakhir ini, sehingga menimbulkan culture shock di kalangan
tentara. Karena sebelumnya TNI tidak pernah mendapat perlakuan seperti ini.
Selengkanya: http://satunet.com/artikel/isi/00/03/10/9010.html

Bubarkan Posko Kewaspadaan
------------------------------------
Jakarta, Kompas
Pembubaran Badan Koordinasi Bantuan Pemantapan Stabilitas Nasional
(Bakorstanas) seharusnya diikuti pembubaran Posko Kewaspadaan yang ada di
tingkat Komando Distrik Militer (Kodim). Selain karena tidak ada dasar
hukum pembentukannya, posko tersebut memiliki semangat yang hampir sama
dengan Bakorstanas, yaitu mengawasi gerak-gerik masyarakat.
"Lembaga yang sifatnya di luar struktur harusnya dibubarkan. Karena Posko
Kewaspadaan itu di luar struktur formal, maka harus juga dibubarkan karena
semangatnya hampir sama dengan Bakorstanas, yaitu mengawasi gerak-gerik
masyarakat," kata Ketua DPR, Akbar Tandjung, Kamis (8/3), di Jakarta.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0003/10/utama/buba01.htm

Menkeu: Para Mantan Menkeu Terlibat BLBI
-----------------------------------------------------
JAKARTA -- Menteri Keuangan Bambang Sudibyo mengaku dia tidak setuju kalau
permasalahan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) hanya dibebankan
kepada direksi BI yang sekarang. Karena moral hazard pada pengucuran dan
penggunaan BLBI justru terjadi pada direksi di masa lalu.
''Dan saya juga tahu, menteri-menteri (keuangan) pendahulu saya, baik
secara langsung maupun tidak langsung sebetulnya terlibat dalam pengucuran
BLBI,'' katanya kepada Republika di kantornya, di Jakarta, kemarin.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2003/10/12430.htm

-------------- Luar Negeri ---------
Bank Bayi Didirikan di Hamburg
---------------------------------------
HAMBURG - Para pekerja sosial di Hamburg, Jerman, membuka "bank bayi'' yang
kontroversial, untuk memungkinkan para ibu putus asa mengirimkan bayi
mereka yang lahir tidak dikehendaki melalui kotak pos pada setiap waktu.
Bank bayi itu, yang dibuka dekat distrik "lampu merah'' Reeperbahn,
didirikan untuk membendung banjir bayi yang tidak dikehendaki di kota
pelabuhan itu, kendati banyak ditentang karena dianggap membuat para wanita
terlalu mudah melalaikan tanggung jawab sebagai ibu.
Seorang ibu secara anonim dapat menyerahkan bayinya melalui kotak pos ke
lembaga sosial yang mendukung bank bayi itu.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0003/10/int3.htm

Komandan UNPKF Temui Alwi Shihab
---------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Untuk pertama kalinya, Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Timor
Timur (UNPKF) Letjen Jaime de los Santos melakukan kunjungan ke Jakarta,
guna membicarakan semakin meningkatnya aksi bersenjata di perbatasan
Republik Indonesia dan Timor Timur. Aksi di perbatasan ini dilaporkan
melibatkan orang-orang bersenjata dan sangat cekatan. Hari Kamis (9/3) di
Jakarta, de los Santos mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Alwi
Shihab, dan dikabarkan Jumat ini akan bertemu dengan Panglima TNI Laksamana
Widodo AS.
Direktur Penerangan Luar Negeri Sulaiman Abdulmanan, Kamis malam, kepada
Kompas membenarkan adanya pertemuan yang diadakan siang hari pukul 15.00,
yang katanya antara lain membicarakan peningkatan aksi bersenjata di
perbatasan Indonesia - Timtim.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0003/10/LN/koma03.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke