'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Jumat, 3 Maret 2000
===================================
*Gus Dur harus kirim surat ke Raja Fahd untuk bebaskan Kartini
*Agus Wirahadikusumah Bantah Punya Koneksi dengan Gus Dur
*Akbar Terus Digoyang, DPP Percepat Munas
*TPDI Ajukan 3 Saksi Tambahan
*PDI-P Terancam Pecah
----------
*Man Charged in School Shooting
*Tools of the East
+++++++++

*Gus Dur harus kirim surat ke Raja Fahd untuk bebaskan Kartini
---------------------------------------------------------------------------
----
satunet.com - Presiden Gus Dur harus segera mengirimkan surat kepada Raja
Fahd untuk melakukan upaya diplomatik agar minta pengampunan dan
membebaskan TKW Kartini binti Karim dari hukuman rajam di Uni Emirat Arab
(UEA).
"Saya rasa itu satu-satunya cara paling ampuh untuk membebaskan Kartini
dari tuduhan melakukan zina," kata Ketua Divisi Perburuhan YLBHI Teten
Masduki di ruang kerjanya, Kamis sore.
Upaya diplomatik ini perlu dilakukan, kata Teten, mengingat Kartini buta
hukum yang berlaku di UEA. Selain itu, dia juga buta bahasa Arab. Sudah
menjadi kewajiban kepala negara melindungi warga negaranya dari hukuman di
negara lain yang tidak dikenal di hukum nasional.
Dalam persidangan yang telah berlangsung, katanya, terdakwa Kartini yang
tidak bisa berbahasa Arab itu tidak didampingi pembela hukum dan
penterjemah bahasa. Sementara laki-laki berwarga negara India yang dituduh
berzina dengan Kartini melarikan diri setelah Kartini dilaporkan ke polisi.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/03/03/8453.html

*Agus Wirahadikusumah Bantah Punya Koneksi dengan Gus Dur
---------------------------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Panglima Kodam VII/Wirabuana Mayjen Agus Wirahadikusumah membantah
mempunyai koneksi dengan Presiden Abdurrahman Wahid, sehingga ia
dipromosikan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat
(Pangkostrad).
Agus mengemukakan hal tersebut menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela
Dialog Konsepsi Pembinaan Teritorial Menuju Indonesia Baru yang
diselenggarakan Markas Besar TNI AD, di Balai Kartini Jakarta, Kamis (2/3).
Dialog itu sendiri diikuti para sesepuh TNI AD dan para jenderal TNI AD
aktif.
Di antara para sesepuh yang tampak hadir adalah Jenderal (Purn) Try
Sutrisno, Jenderal (Purn) Edi Sudradjat, Jenderal (Purn) Hartono, Jenderal
(Purn) Rudini, Letjen (Purn) Kemal Idris, dan Letjen (Purn) Sayidiman
Suryohadiprodjo.
Sementara itu, dari jajaran jenderal aktif, hadir Kepala Staf TNI AD (KSAD)
Jenderal Tyasno Sudarto dan jajaran Mabes TNI AD, Kepala Staf Teritorial
(Kaster) Letjen Agus Widjojo, dan sejumlah Panglima Kodam, termasuk Pangdam
VII/Wirabuana Mayjen Agus Wirahadikusumah.
Lengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0003/03/UTAMA/agus01.htm

*Akbar Terus Digoyang, DPP Percepat Munas
----------------------------------------------------
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Ir Akbar Tanjung terus digoyang. Dewan
Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pun akhirnya mengundang seluruh pengurus
DPD untuk mendapat masukan guna mempercepat musyawarah nasional (munas)
untuk memilih ketua umum baru.
Akbar Tanjung pun di sela-sela pembukaan rapat konsultasi dalam rangka
konsolidasi partai di Jakarta semalam menyatakan akan menyerahkan kepada
munas mendatang siapa pun yang dipilih dalam forum itu.
"Saya akan terima siapa pun yang dipilih oleh munas, termasuk jika harus
diganti oleh ketua baru. Munas adalah forum tertinggi partai,'' ujar Akbar
kepada wartawan.
Dia mengaku, sejauh ini belum mengetahui munculnya gerakan dari
"rival''-nya di DPP yang melakukan gerilya ke berbagai daerah dengan tujuan
untuk menuntut agar mempercepat munas guna mengganti dirinya.
"Saya belum melihat itu, tapi kalau ada yang mendukung saya atau mendukung
orang lain itu adalah hal wajar dalam organisasi politik yang demokratis
semacam Partai Golkar ini.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0003/03/nas3.htm

*TPDI Ajukan 3 Saksi Tambahan
--------------------------------------
Jakarta.
Peter Selestinus, pembela dari Tim Pembela PDI, Kamis, mengajukan tiga
saksi tambahan berkaitan dengan kasus 27 Juli 1996 kepada tim pemeriksa
Mabes Polri.
Tiga saksi tambahan tersebut adalah Ruslan Abdul Gani, Letjen Purn Suyono
dan Susilo Muslim --komandan Satgas PDI-- saat itu.
Sementara itu, Butu Hutapea dan Alex Widia Siregar sejak Kamis pagi masih
menjalani pemeriksaan di salah satu ruangan di Korserse Mabes Polri.
Ketiga saksi tersebut menguatkan adanya dugaan keterlibatan Butu Hutapea
dan Alex Widia Siregar dalam peristiwa perebutan Markas DPP PDI pada 27
Juli empat tahun lalu.
Peter mengatakan, meskipun Butu Hutapea menyangkal keterlibatan dirinya
dalam kasus tersebut, itu merupakan haknya untuk membantah. "Walau begitu,
sejumlah saksi justru mengatakan bahwa Butu terlibat," katanya.
Peter mengemukakan, sebaiknya Butu maupun Alex segera ditahan polisi karena
target waktu yang ada hanya dua hingga tiga bulan sedangkan korban yang
berjatuhan begitu banyak.
Lengkapnya: http://www.jawapos.co.id/hotnews/200003/02/20000302-183006.asp

*PDI-P Terancam Pecah
----------------------------
Jika tidak ada rembugan politik soal calon ketua umumnya, PDI-P kemungkinan
akan pecah.
"Perpecahan ini tampak sekali, karena tak ada proses rembugan politik, para
pendukung calon ketua umum seringkali saling menjelekkan satu sama lain,
dan masing-masing berebut posisi nomor satu di partai," kata Prof Dr M
Budyatna di Jakarta, Kamis.
Menurut Budyatna, menjelang Munas di Semarang akhir Maret nanti, di tubuh
PDI-P terjadi friksi antara kelompok yang menginginkan Megawati kembali
tampil sebagai ketua umum dengan kelompok yang ingin menampilkan figur baru
yang lebih sesuai dengan kebutuhan zaman.
Kelompok pertama percaya bahwa jika Megawati terpilih kembali, maka itu
akan mempermudah perjalanan menuju kursi presiden pada pemilu mendatang.
"Padahal, menurut saya, sebaiknya Megawati berkonsentrasi saja dahulu pada
tugas-tugas yang diberikan Presiden Abdurrahman Wahid. Kalau perlu jadi
pembina saja (di partai), agar urusan eksekutif bisa lebih tertangani
secara serius," katanya.
Menurut Budyatna, untuk urusan eksekutif Megawati memang belum menampakkan
upaya optimal menjalankan fungsi sebagai wakil presiden, khususnya dalam
menangani persoalan Maluku dan Ambon
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/1,4177,2539,00.html
______________
Man Charged in School Shooting
Father Says Boy Shouldn't Be Punished
-----------------------------------------------
March 2 - A 19-year-old man has been arraigned on an involuntary
manslaughter charge in connection with the shooting death of a 6-year-old
girl. Meanwhile, the father of the boy accused in the shooting says his son
shouldn't be punished.
     Prosecutors say the man charged, Jamelle James of Flint, Mich., once
had the gun that a 6-year-old boy used to allegedly shoot and kill his
classmate, Kayla Rolland. If convicted, James could go to prison for up to
15 years.
     The 6-year-old boy allegedly shot and killed Rolland, a first-grade
classmate at Buell Elementary School in Mount Morris Township, Mich., on
Tuesday. Prosecutors say the .32-semiautomatic gun used in the shooting had
been previously in the possession of Jamelle James.
     The charge would require prosecutors to show gross negligence on the
part of James for allegedly allowing the little boy to get the weapon,
Genesee County Prosecutor Arthur Busch said.
More: http://abcnews.go.com/sections/us/DailyNews/shooting000302.html

*Tools of the East
---------------------
March 2 - Eight-hundred-thousand-year-old stone tools that rival the work
of ancient African artisans have been found in east Asia, suggesting the
widely separated groups of early humans had equal tool-making skills.
     The crafted stone tools, found in southern China near the border with
Vietnam, are more refined and older than cutting tools previously found in
the East Asian region.
     In a study appearing Friday in the journal Science, researchers said
the discovery disproves a long-held belief that early humans in Asia lagged
behind those in Africa and the Middle East in tool-making skills.
More: http://abcnews.go.com/sections/science/DailyNews/asiatools000302.html
+++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke