'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Sabtu, 11 Maret 2000
===================================
*Pemerintah akan Ajukan 20 Calon Hakim Agung
- Termasuk Benjamin dan Mulya Lubis
*6,000 Rakyat Aceh Berikrar Setia Kepada NKRI
*Penyelundupan Senjata Api Dari Filipina ke Maluku
*Tersangka Pembacok Matori Tertangkap
----------------
*A Better Map of Mars

Pemerintah akan Ajukan 20 Calon Hakim Agung
- Termasuk Benjamin dan Mulya Lubis
----------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Menyusul surat Ketua Mahkamah Agung (MA) Sarwata yang mengusulkan 24 calon
hakim agung yang mengacu pada sistem karier, Pemerintah juga akan
mengajukan 20 nama calon hakim agung kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),
termasuk di antaranya Benjamin Mangkoedilaga, Todung Mulya Lubis, dan Prof
Dr Mahfud MD (ahli hukum tata negara Universitas Islam Indonesia). Menteri
Hukum dan Perundang-undangan Yusril Ihza Mahendra mengemukakan hal itu,
Jumat (10/3), usai bertemu Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama
Jaksa Agung Marzuki Darusman di Bina Graha, Jakarta.
Jumat pagi, Yusril bertemu dengan Benjamin di Departemen Hukum dan
Perundang-undangan. Benjamin mengaku, dalam pertemuan itu dibicarakan pula
kemungkinan pemerintah mengajukannya sebagai calon hakim agung kepada DPR.
Namun, itu bukan satu-satunya agenda pembicaraan. "Saya datang untuk
melaporkan undangan dari MA Amerika Serikat (AS) yang memintanya memberikan
ceramah serta berkunjung ke negeri adikuasa tersebut. Saya juga heran,
mengapa saya yang diundang. Karena itu, saya meminta masukan dari Menteri
Hukum dan Perundang-undangan," kata Benjamin.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0003/11/UTAMA/peme01.htm

6,000 Rakyat Aceh Berikrar Setia Kepada NKRI
-----------------------------------------------------------
Banda Aceh - 11 Mar 00 06:14 WIB (Astaga.com)
Setelah kekuatan GAM, dihantam habis-habisan oleh TNI dan makin terdesak ke
tengah hutan, sejumlah pengikut dan simpatisannya mulai 'sadar.'
Ini pula yang diperlihatkan 6,000 rakyat Aceh di Kecamatan Simpang Tiga,
Kabupaten Pidie, hari Jumat (10/3, saat mereka menyatakan sumpah setia
kepada Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan sumpah setia ini dibacakan di lapangan Simpang Tiga, yang
sebelumnya pernah dipakai pejabat pemerintah, bersama tentara, polisi dan
tokoh masyarakat melakukan hal serupa.
Pernyataan yang dikenal dengan sebutan 'Sumpah Simpang Tiga' ini dibacakan
oleh Buchari, Ketua Kelompok. Dalam sumpah itu dinyatakan, masyarakat Aceh
akan selalu setia kepada NKRI, dan berusaha menjaga keamanan di provinsi
serambi Mekah ini
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,1635,3539,00.html

Penyelundupan Senjata Api Dari Filipina ke Maluku
-------------------------------------------------------------
TEMPO Interaktif, Manado: Sembilan tersangka penyelundupan senjata api dari
Filipina ke Maluku ditangkap polisi Sangir Talaud, Sulawesi Utara. Ke-9
tersangka itu dibekuk TNI Angkatan Laut dan aparat kepolisian Sangirtalaud,
Jumat Siang. Menurut Kepala kepolisian daerah Sul-Ut, Brigadir Jendral
Polisi Erald Dotulong, 9 tersangka ditahan dan barang bukti berupa puluhan
senjata laras panjang, pendek, granat nanas, serta ratusan peluru berbagai
ukuran dirampas.
Penangkapan ini dilakukan TNI AL saat patroli di perairan kepulauan Sangir
Talaud. Sembilan tersangka yang telah diserahkan kepada polisi itu diduga
sindikat pedagang senjata gelap. ''Yang pasti, ada kelompok yang bekerja
sama. Seorang tersangka (yang kini ditahan di Polda Sulut, Red) datang dari
Halmahera," kata Brigjen Erald saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/3)
sore di Mapolda Sulut. Senjata itu, menurut Erald, ada yang sudah dikirim
ke Maluku.
Saat ditangkap para penyelundup senjata masih di atas pamboat (perahu khas
Filipina). "Tersangka ditangkap dua mil dari Pulau Buang atau 20 mil dari
Pulau Sangir Besar," kata Komandan Angkatan Laut Bitung Kolonel Yanneman
Besouw.
Menurut Azis, 47 tahun, salah seorang tersangka yang ditahan di Polda
Sul-Ut, puluhan senjata api, ratusan peluru dan sebuah granat itu kepunyaan
Pak Salim. "Saya bersama Pak Salim datang dari Ternate menuju Bitung.
Beberapa hari kami di Manado, lalu berangkat ke Sangirtalaud. Dari
Sangirtalaud kami ke Filipina bersama tiga warga Filipina. Menurut Pak
Salim senjata dan peluru itu untuk jihad di Maluku," ujar Azis,yang berasal
dari Sulawesi Selatan. Tertangkapnya 9 tersangka ini diharapkan bisa
membuka jalan untuk mengetahui jalur pasokan (perdagangan) senjata dari
Filipina -Sangir Talaud (dan Manado) terus ke Maluku. Untuk itu Kapolda
Sul-Ut sudah berkoordinasi dengan Konsul Jenderal Filipina di Manado untuk
menangani kasus penyelundupan senjata ini

Tersangka Pembacok Matori Tertangkap
-------------------------------------------------
JAKARTA - Pelaku pembacokan Ketua Umum PKB Matori Abdul Djalil akhirnya
terungkap. Semula masyarakat atau sebagian kalangan penegak hukum menilai
kasus itu berbau politis. Sebab, kalau kejahatan kriminal murni atau
perampokan dan penganiayaan, sangat jauh jika dianalisis. Apalagi tidak ada
barang jarahan yang dibawa kedua pelaku.
Namun kenyataannya, Polda Metro Jaya yang bekerja ekstra keras mengungkap
kasus percobaan pembunuhan yang dilakukan kedua pelaku adalah kriminal
murni. Hal itu dibuktikan dengan penangkapan Ahmad Tazul Arifin alias Sabar
(24).
Menurut Kapolda Metro Jaya Mayjen Pol Drs Nurfaizi, tersangka Sabar
ditangkap di Perumahan Total Persada Blok I No 12 Jatiuwung Tangerang Jawa
Barat, Rabu (8/3) sekitar pukul 21.30 WIB. Dasar penangkapannya disebutkan
hasil dari keterangan 16 saksi yang diperiksa secara intensif di Ditserse
Polda Metro Jaya.
Lengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0003/11/nas5.htm
_________

*A Better Map of Mars
----------------------------
C A M B R I D G E, Mass., March 9 - Combining high-resolution topographic
maps of Mars with measurements of the Red Planet's gravity, scientists have
effectively dusted off eons of accumulated dirt to reveal ancient canyons
where massive rivers once may have flowed into an ocean.
     "We've scraped off the surface of Mars, and now have a picture of what
's inside," said Maria T. Zuber, a geophysicist at the Massachusetts
Institute of Technology and a co-author of the study.

Buried Topography
Zuber said these canyons weren't visible in earlier topographic maps,
because they were filled with millions of years of sediment.
     "It's akin to looking beneath [Earth's] Sahara with radar," she said.
"You know it's a desert today, but there was a time in the past where water
flowed in the Sahara."
     The beneath-the-surface view was created from measurements by
instruments aboard the Mars Global Surveyor spacecraft currently orbiting
the planet.
     The map will be published in Friday's issue of Science and follows a
paper published today in journal Nature that says the planet's north and
south polar regions differ markedly from other each.
More: http://abcnews.go.com/sections/science/DailyNews/mars000309.html
++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke