************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** ISU SUAP DI SIDANG RAYA PGI ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Palangkaraya, Kalteng Post Isu money politic ternyata tidak hanya melanda ajang pemilihan kepala daerah saja. Sidang Raya XIII Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (SR-PGI) yang notabene kegiatan yang murni bernafaskan keagamaan kabarnya juga "disusupi" suap untuk pencalonan Ketua Umum PGI. Merebaknya isu politik uang di lembaga umat Kristiani ini tentu saja membuat prihatin sejumlah peserta dan pengamat. Pasalnya kesempatan untuk melakukan pendekatan-pendekatan rohani, ternyata bisa "disusupi" nafsu-nafsu duniawi. Sumber yang meminta jati dirinya tidak dikorankan membenarkan adanya isu politik uang. Ia mengatakan sudah ada beberapa utusan gereja yang dihubungi untuk dibelikan tiket pulang ke daerah asal memilih calon terntentu yang dijagokan dalam bursa ketua Umum dan sekum PGI. "Mendengarnya saja kami sudah prihatin apalagi jika hal itu benar-benar dilakukan oleh sejumlah calon yang dinilai sejumlah kalangan menjadi calon kuat untuk menduduki jabatan di kepengurusan inti mendatang," ujarnya seraya mengingatkan bahwa independensi PGI harus dipertahankan. Menurut sumber tadi, tim sukses dari calon kuat itu sudah mulai mendekati para utusan untuk dimintai kepastiannya terhadap bakal calon tertentu yang nantinya akan dijadikan calon terlebih dahulu dalam pemilihan menjelang berakhirnya SR-PGI tersebut, karena "gong" pemilihan itu sendiri belum dimulai. Kabar yang berkembang menyebutkan, salah satu bakal calon ketua umum yang memiliki relasi kuat di kalangan mitra gereja di luar negeri berani menyiapkan tiket pesawat untuk satu suara pemilihan. Tapi apabila ia terpilih kredibilitas PGI dipertanyakan karena mungkin akan disetir oleh mitra gereja dan para donator yang selama ini banyak membantu PGI. Didesak sikapnya jika permainan politik uang itu tetap dilaksanakan, pihaknya akan melakukan protes kepada PGI untuk melakukan pemilihan dengan jujur dan adil, karena bagaimana pun figur ketua umum mendatang harus orang yang memiliki kredibilitas tinggi terhadap perjuangan PGI. "Artinya ketua umum mendatang adalah orang yang mampu memimpin PGI menjadi lembaga independen dan dan memperjuangkan PGI menjadi organisasi keagamaan yang bisa memberikan masukan dan solusi kepada pemerintah terhadap perkembangan yang terjadi serta tidak gampang dikendalikan oleh pihak-pihak di luar PGI seperti periode-periode lalu," tandasnya. Secara terpisah Menteri Agama RI Drs H Tholchah Hasan menegaskan pemerintah tidak akan intervensi dalam pemilihan Ketua Umum PGI. Sekarang ini, pemerintah tidak lagi mencampuri urusan agama. "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
