''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Senin, 20 Maret 2000 ================================== @ Yang Sulit Sudah Gus Dur Lewati @ Hari Ini, Tim Dokter Cina Obati Gus Dur @ Dirangkul Gus Dur, Peran Oposisi Melemah @ Gus Dur Kembangkan Kultur Politik Santun @ Diperiksa, Pengibar Bendera Papua Merdeka @ Meningkat, Pelanggaran HAM di Aceh @ PWNU Akan Sponsori Lagi Nikah Massal Juga Bagi Non-Islam ---------- Luar Negeri -------------- **Korea Utara Kini Buka Jendela **230 Orang Bakar Diri --------------------------------------- S E L A M A T M E M B A C A ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Yang Sulit Sudah Gus Dur Lewati ---------------------------------------- Tiga hal yang paling berat (ancaman sipil, ancaman militer, dan kesehatan) sudah dilalui Gus Dur. Saya punya keyakinan bahwa pemerintahan Gus Dur akan langgeng sampai pemilu mendatang. Memang saya juga mendengar bahwa Gus Dur lebih asyik kalau bicara politik daripada ekonomi. Saya juga mendengar tim ekonominya masih belum padu benar. Namun, itu bukan berarti tidak ada harapan. Penyelesaian utang swasta terus dikebut, terutama untuk pengutang menengah dan kecil. Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/ Hari Ini, Tim Dokter Cina Obati Gus Dur ------------------------------------------------ Jakarta (Bali Post) - Tim dokter dari Beijing, Cina, Senin (20/3) ini tiba di Jakarta untuk melakukan pengobatan lanjutan terhadap Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Biro Pers dan Media Sekretaris Presiden dalam siaran persnya Minggu (19/3) kemarin menyebutkan, tim dokter terdiri atas tiga profesor yang diketuai Tang You Zhi. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/3/20/n6.htm Dirangkul Gus Dur, Peran Oposisi Melemah --------------------------------------------------- JAKARTA-Safari politik Presiden Abdurrahman Wahid dengan merangkuli tokoh-tokoh yang potensial berseberangan dengannya dinilai tidak akan menghapus kekuatan oposisi. ''Oposisi tidak akan hilang. Tetapi, perannya sedikit melemah karena Gus Dur mampu merangkul semua tokoh kritis di luar pemerintah,'' kata analis politik CSIS Dr Kusnanto Anggoro kepada Jawa Pos kemarin.Ia mengingatkan agar Gus Dur tidak menghabiskan energinya dengan safari politik itu. Sebab, kalau berlebihan, itu akan menjadi bumerang. ''Bisa membahayakan sistem politik kita,'' ujar Kusnanto. Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/ Gus Dur Kembangkan Kultur Politik Santun --------------------------------------------------- JAKARTA - Silaturahmi politik yang dilakukan oleh Presiden Abdurrahman Wahid ke sejumlah tokoh nasional senior akhir-akhir ini dapat berdampak positif bagi pemerintahannya. Melalui kunjungan politik itu, Gus Dur ingin membangun tradisi politik baru, yakni politik santun yang memelihara hubungan baik antarpribadi. Pengamat politik Arbi Sanit dari Universitas Indonesia serta J Kristiadi dari CSIS mengemukakan hal itu kepada Suara Merdeka, kemarin. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0003/20/nas5.htm Diperiksa, Pengibar Bendera Papua Merdeka ------------------------------------------------------ Jayapura - 20 Mar 00 06:43 WIB (Astaga.com) Pihak kepolisian Irian Jaya mulai memeriksa delapan orang warga Papua yang terlibat peristiwa pengibaran bendera Gerakan Papua Merdeka, 1 Desember tahun lalu. Kedelapan warga tersebut diidentifikasi masing-masing bernama Theys Hiyo Eluay, Don E Flassy, Herman Awon, Izaac Ayomi, Martinus Werinmon, Laurentz Mehue, Barnabas Yufuaway dan Beatrix Koibur. Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/1,4177,4715,00.html Meningkat, Pelanggaran HAM di Aceh --------------------------------------------- Jakarta, Kompas Berdasarkan investigasi dan laporan masyarakat yang diterima Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), terungkap bahwa kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Aceh tiga bulan terakhir ini, cenderung meningkat. Hal ini berbeda dengan pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bahwa situasi di Aceh dianggap membaik. Hal itu diungkapkan Koordi-nator Kontras Munir, didampingi Koordinator Kontras Aceh, Aguswandi, kepada pers, Jumat (17/3), di Jakarta. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0003/20/nasional/meni06.htm PWNU Akan Sponsori Lagi Nikah Massal Juga Bagi Non-Islam ------------------------------------------ Reporter: D Sangga Buwana detikcom - Jakarta, Ketua PWNU DKI Jaya KH Abdul Wahid Azis Bisri berjanji akan mengadakan nikah massal bagi kalangan masyarakat tak mampu. Yang menarik, tak hanya kaum Islam yang diundang. Kaum non-Islam pun boleh mengikutinya. Demikian penuturan Ketua PWNU dalam pidato sambutan nikah massal di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/3/2000). Hingga pukul 20.45 WIB, acara nikah massal masih diisi dengan sambutan. Selengkapnya: http://detik.com/peristiwa/2000/03/19/2000319-204617.shtml ---------- Luar Negeri ------------ Korea Utara Kini Buka Jendela -------------------------------------- HANYA dalam beberapa pekan, Korea Utara tiba-tiba "berubah citra", dari sebuah negara tertutup dan kurang bergaul, menjadi negara yang sangat aktif membangun hubungan diplomatik. Perubahan sikap Korea Utara ini ditangkap sejumlah pengamat internasional sebagai pertanda menarik untuk disimak. Tanpa banyak gembar-gembor, Korut membuat banyak pengamat internasional terhenyak, ketika sejumlah pejabat tinggi Pyongyang dikirim ke berbagai negara untuk menjalin hubungan diplomatik, salah satunya ke Italia. Mereka juga melanjutkan pembicaraan diplomatik dengan Australia dan Jepang, yang tak pernah terjadi selama bertahun-tahun. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0003/20/LN/kore03.htm 230 Orang Bakar Diri -------------------------- NAIROBI - Sedikitnya 230 anggota suatu sekte agama di Uganda membakar diri mereka hingga tewas di dalam sebuah gereja, kata polisi dan laporan radio Minggu kemarin. Para korban yang kebanyakan bekas pemeluk Katolik Roma itu, adalah anggota sekte Gerakan bagi Pemulihan 10 Perintah Tuhan. Mereka tewas dalam kebakaran gereja yang terjadi sekitar pukul 11.30 hari Jumat lalu. Mereka menyiram tempat ibadah itu dengan bensin dan membakarnya, kata radio Star FM. Ditambahkan, empat personel polisi dan tokoh sekte itu juga tewas. Bumnuh massal tragis tersebut terjadi di sebuah gereja di Desa Kanungu, sekitar 460 kilometer sebelah barat daya Kampala. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0003/20/int2.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
