'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Kamis, 24 Februari 2000
===================================




Mahasiswa Bentrok dengan Aparat, Jaksa Agung Minta Maaf
-------------------------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Bersamaan dengan keluarnya pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
bahwa aparat kepolisian berada dalam keadaan siaga satu, Rabu (23/2),
sedikitnya 23 kelompok masyarakat melakukan aksi unjuk rasa dengan berbagai
tuntutan di berbagai tempat di Jakarta dan sekitarnya.
Aksi unjuk rasa itu diwarnai dengan bentrok antara aparat dengan mahasiswa
yang tengah menggelar aksi di depan gedung Kejaksaan Agung, Jakarta
Selatan, menuntut para jenderal yang terlibat pelanggaran hak asasi manusia
dan para koruptor diadili.
Jaksa Agung Marzuki Darusman yang dihubungi Kompas Rabu sekitar pukul 23.00
menyayangkan terjadinya salah pengertian antara mahasiswa dengan pihak
Kejaksaan Agung yang mengakibatkan delapan mahasiswa ditahan dan tujuh
orang dirawat di rumah sakit. Latar belakang terjadinya bentrokan akan
ditelusuri.
"Jaksa Agung meminta maaf atas kejadian tersebut. Terjadinya bentrokan itu
sungguh amat disesalkan," ucap Marzuki Darusman yang menilai terjadinya
bentrokan itu sungguh sesuatu yang janggal. Selama ini, demikian Marzuki,
Kejaksaan tidak pernah merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengan
mahasiswa atau kelompok pengunjuk rasa.
Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0002/24/UTAMA/maha01.htm

Korban Penculikan Minta Tanggungjawab Kapolda
-------------------------------------------------------------
Para aktivis yang menjadi korban penculikan hari Rabu (23/2), mengadakan
konferensi pers di Jakarta, dan mengungkapkan beberapa hal seputar
penculikan tersebut. Mereka juga berpendapat, Kapolda Metro Jaya Mayjen Pol
Nurfaizi harus bertanggung jawab karena dia mengetahui soal penculikan itu.
Para korban penculikan tersebut adalah Haryanto Taslam, Andi Arief, Desmon
Mahesa, dan Faisol Reza. Mereka didampingi Budiman Sudjatmiko, Ketua PRD.
Para aktivis tersebut mengungkapkan rencana mereka mengundang Letjen Purn
Prabowo dan menghadapkannya ke Presiden Abdurrahman Wahid, sebagai bagian
dari proses rekonsiliasi. Mereka meminta pengungkapan kasus ini secara
transparan yang diawali dengan pemeriksaan Prabowo demi mendapat kejelasan.
"Kami meminta Gus Dur memberikan jaminan keamanan bagi Prabowo, jika dia
kembali ke Indonesia," tegas mereka. Dikatakan oleh Haryanto Taslam, bahwa
Prabowo merupakan kunci penyelesaian kasus penculikan tersebut
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/1,4177,1765,00.html

Ryamizard Pangkostrad, Agus Wirahadikusumah Kaster, Djaja di-pati-kan
---------------------------------------------------------------------------
--------------
satunet.com - Alih-alih mendapat teguran dan sanksi, Pangdam Wirabuana
Mayjen TNI Agus Wirahadikusumah malah akan dipromosikan menjadi Kepala Staf
Teritorial (Kaster) TNI.
Kabar yang diterima satunet.com dari seorang pejabat tinggi di lingkungan
Mabes TNI itu, Kamis dinihari, juga menyebutkan bahwa Pangdam Jaya Mayjen
TNI Ryamizard Ryacudu akan diberi jabatan baru yang tak kalah bergengsinya,
yakni Panglima Kostrad, menggantikan Letjen TNI Djaja Suparman.
Djaja sendiri belum jelas nasibnya, kecuali kabar bahwa yang bersangkutan
akan di-pati-kan, yakni dijadikan perwira tinggi di Mabes TNI, namun tanpa
kewenangan komando.
Sementara Letjen Agus Widjojo yang kini Kaster akan digeser ke samping ke
posisi Kasum, katanya.
Menggantikan posisi strategis Ryamizard di komando militer Jakarta adalah
Mayjen TNI Sudi Silalahi yang kini Pangdam Brawijaya di Surabaya
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/02/24/7752.html

Tiga Mantan Menkeu Dinilai Bohong
Keterangan soal BLBI
--------------------------------------------
JAKARTA-Panja BLBI DPR RI menilai keterangan yang diberikan tiga mantan
menteri keuangan (menkeu), yaitu Mar'ie Muhammad, Bambang Subianto, dan
Fuad Bawazier, bohong. Pernyataan mereka, yang mengaku tak mengetahui soal
BLBI, adalah upaya menyembunyikan fakta.
Zulfan Lindan dan Hatta Taliwang, dua anggota Panja , kepada wartawan
kemarin di DPR RI, menyatakan pihaknya menemukan bukti berupa dokumen
tertulis yang menunjukkan para mantan menkeu itu tahu dan terlibat langsung
penyaluran BLBI.
Zulfan mengungkapkan hal itu setelah Panja BLBI melihat ada
kejanggalan-kejanggalan. ''Seolah-olah mantan menkeu ini tidak tahu-menahu
persoalan BLBI. Nah, kami menemukan surat dari Pak Bambang Subianto
tertanggal 25 September 1998.''
Saat itu, kata dia, Menkeu menerbitkan surat utang Rp 80 triliun sebagai
pengganti dana yang dikeluarkan Bank Indonesia atas tagihan ke bank yang
dialihkan ke BPPN.
''Jadi Bambang Subianto mengeluarkan surat utang. Memang nama bank tidak
disebut. Kemudian tanggal 6 Februari 1999 ada penandatanganan persetujuan
pengalihan BLBI dari BI ke pemerintah ke BPPN juga oleh Bambang Subianto.
Setelah kami cek pada dokumen, justru dia yang tanda tangan.'
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/24/nas10.htm
________________

Hundreds killed in religious clashes in Nigeria

CHARRED bodies and burnt-out cars littered the streets of Kaduna, Nigeria,
yesterday as frightened residents fled two days of religious clashes that
left at least 200 people dead and hundreds more wounded.
Dozens of bodies were piled in the morgue at the main hospital, on the
floor and on the ground outside. Violence erupted on Monday when
Christians, who make up 40 per cent of the population of Kaduna state, held
a demonstration against proposals to introduce Islamic sharia law.
Staff at the morgue said guns, swords and other weapons were used in the
clashes. Those killed appeared to come from both Christian and Muslim
communities, although exact figures were impossible to establish. Nkechi
Nwosu, a Christian who sought refuge with her 15-year-old son at an army
hospital, said: "People, especially the Christians in my area, were
slaughtered like chickens and goats."
Another witness said: "A group of Muslims tried to attack the barracks near
the defence academy where Christians were taking refuge. The soldiers just
opened fire. We don't know how many died." While looting continued in some
areas yesterday, despite a 20-hour curfew, there were only limited reports
of fighting
More:
http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=Q0ez00xR&atmo=HHHHH8w
L&pg=/et/00/2/24/wnig24.html
+++++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke