'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Senin, 21 Februari 2000
===================================
*Penolakan Soeharto Bisa Dikategorikan "Contempt of Parliament"
*Dimyati dan Eros Tak Akan Dipecat
*Sekjen PBB puji Indonesia soal penyelesaian kasus pelanggaran HAM
*Satu Tewas Dan Tujuh GAM Tertangkap Di Pidie
------------------
*The Future Looks Grim
+++++

Penolakan Soeharto Bisa Dikategorikan "Contempt of Parliament"
---------------------------------------------------------------------------
----
Jakarta, Kompas
Penolakan yang dilakukan orang-orang di sekitar mantan Presiden Soeharto
terhadap kedatangan Panitia Kerja (Panja) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia
(BLBI) Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dapat dikategorikan sebagai
pelecehan atau penghinaan terhadap DPR (contempt of parliament)
Penolakan tersebut sudah merupakan usaha menghalang-halangi tugas dan
wewenang anggota Dewan sebagaimana diatur dalam Tata Tertib DPR. Demikian
dikemukakan praktisi hukum Luhut MP Pangaribuan di Jakarta, Minggu (20/2).
Sementara Jaksa Agung Marzuki Darusman hari Jumat malam, mengatakan,
Kejaksaan Agung sudah membentuk sebuah tim medis yang bertugas meneliti
kesehatan mantan Presiden Soeharto. "Tim medis itu sudah dibentuk dan kini
menunggu rekaman medis perkembangan kesehatan Soeharto dari tim medis,"
katanya.
Seorang penasihat hukum Soeharto, Dr Indriyanto Seno Adjie, yang dihubungi
hari Sabtu mengemukakan, memang Soeharto mengalami gangguan untuk
berkomunikasi. Karena itu, menurut dia, tidak mungkin Soeharto menjalani
pemeriksaan di Kejaksaan Agung seperti yang dikehendaki tim penyidik.
Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0002/21/UTAMA/peno01.htm

Dimyati dan Eros Tak Akan Dipecat
-------------------------------------------
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Perjuangan, Theo Syafe'i menegaskan tak akan ada pemecatan atau penarikan
terhadap kader PDI-P seperti Dimyati Hartono dan Eros Djarot yang
dicalonkan sebagai ketua umum.
"Berdasarkan hasil kongres beberapa waktu lalu, DPP PDI-P justru
berharap bahwa calon untuk ketua umum tidak hanya satu, kalau bisa tujuh
atau sembilan calon," katanya di sela-sela Seminar Sehari "Menyongsong
Kongres PDI-P Tahun 2000" di Denpasar, Minggu (20/2).
Hal tersebut untuk menunjukkan bahwa jika Megawati terpilih
kembali sebagai ketua umum memang dia terpilih setelah menghadapi
calon-calon ketua umum yang cukup berbobot. "Jadi tidak ada pemecatan atau
penarikan terhadap Dimyati Hartono, Eros Djarot atau siapa pun yang
mencalonkan diri sebagai ketua umum," tandas Theo.
Ia mengatakan, siapa pun yang siap berpikir untuk mencalonkan
diri sebagai Ketua Umum asal sesuai dengan tata tertib organisasi,
hendaknya terus maju menghadapi pemilihan ketua umum, apalagi jika
mempunyai dukungan dari bawah, guna memperlihatkan dukungan terbesar yang
akan jadi
Lengkapnya: http://202.159.100.92/Article/1,4177,1488,00.html

Sekjen PBB puji Indonesia soal penyelesaian kasus pelanggaran HAM
---------------------------------------------------------------------------
------
satunet.com -- Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, Senin pagi mengatakan
Indonesia menunjukkan tekadnya untuk menyelesaikan kasus pelanggaran hak
asasi manusia di Timor Timur.
Annan mengatakan jika mengadakan pengadilan yang benar maka Dewan Keamanan
tidak akan membentuk pengadilan internasional. Ia mengatakan Indonesia
sudah menyatakan bahwa mereka yang bertanggungjawab atas aksi kekerasan
akan dibawa ke pengadilan.
Dalam konferensi pers bersama dengen Sekjen Annan di Canberra, PM John
Howard mengatakan Indonesia berhak mendapat pujian dan pengertian dari
dunia internasional dalam upaya-upaya yang berkaitan dengan masalah hak
asasi manusia.
Howard mengatakan Australia bergabung dengan PBB untuk mendorong Indonesia
memberlakukan para pelaku kriminal di Timtim dengan keras.
Ketika ditanya apakah Indonesia harus memberikan ganti rugi kepada Timtim,
Annan mengatakan PBB ingin menyelesaikan masalah ini dikaitkan dengan hak
pemilikan.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/02/21/7432.html

Satu Tewas Dan Tujuh GAM Tertangkap Di Pidie
-----------------------------------------------------------
Banda
Satu gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dilaporkan tewas dan tujuh
anggota lainnya tertangkap oleh aparat keamanan gabungan (TNI/Polri) dalam
suatu operasi di kawasan Desa Lilit, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten
Pidie, Minggu.
Kapolres Pidie Letkol (Pol) Drs Endang Emaqail Bagus ketika dikonfirmasi
per-telepon di Banda Aceh, Minggu malam, menjelaskan, penangkapan terhadap
anggota Gerombolan Bersenjata Pengacau Keamanan (GBPK)--sebutan aparat
kepada GAM--, terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban yang tewas adalah Abubakar (30) penduduk Desa Geumpang, Kecamatan
Geumpang. "Korban tercatat sebagai orang yang pernah dibekali latihan
teroris di Libia. Dan telah lama menjadi incaran aparat keamanan," kata
Kapolres.
Sedangkan tujuh orang yang tertangkap aparat saat melakukan operasi ke
sasaran di Desa Lilit tersebut adalah Cut Ali (23), Ramli (37), M Jafar
Mahmud (28), Suriadi Zakaria (26), Ridwan (19), Nasrullah 53), sedangkan
seorang lainnya belum diketahui identitasnya
Lengkapnya: http://www.jawapos.com/hotnews/20000221-090047.htm
__________________________

The Future Looks Grim
The Earth May Suffer Catastrophic Fate
---------------------------------------------------
W A S H I N G T O N, Feb. 20 - The Earth is destined to dry up, burn up or
freeze, scientists studying the planet's ultimate fate say.
     Don't worry about making final plans just yet: These catastrophic
scenarios are at least 500 million years into the future.
     In the very, very long term, the Earth's future is grim, experts who
spoke at the national meeting of the American Association for the
Advancement of Science believe.
     "Earth's fate depends on the sun, which, like any other star, will not
last forever," said James F. Kasting, professor of geosciences at
Pennsylvania State University.
     Kasting said the sun gradually is getting brighter and hotter.
Eventually it will raise the Earth's temperature, and that's when the
troubles begin.
     "Bad things start to happen when the average temperature reaches 140
degrees Fahrenheit," said Kasting. "That's when the Earth will start losing
its water."
More:
http://abcnews.go.com/sections/science/DailyNews/earthsfate000220.html
++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke