*******************************************
Bila anda ingin membagi berkat
Manfaatkan ruang "Wacana Mingguan" Eskol-Net
Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
*******************************************
Wacana Mingguan : 8 April 2000
=============================
"Yesus Mengasihi Semua Orang"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah."
(Roma 3: 23).
Diawali dengan pemberontakan Adam, kemudian keturunan manusia itu mewarisi
dan melakukan berbagai ragam dosa. Ibarat penyakit menular, dosa telah
menjalar kepada semua manusia yang tampak pada rupa-rupa dosa sepanjang
sejarah manusia , seperti: pembunuhan, pemerkosaan, fitnah, amarah,
berbohong, berzinah, dengki, iri, sombong, aborsi, korupsi, penyembahan
berhala, sihir, perseteruan, iri hati, pementingan diri sendiri,
pencideraan, roh pemecah, pemabuk, pesta pora, dan sebagainya. (Galatia 5
:19-21a).
Dalam Roma 3: 23 dikatakan:"karena semua orang telah berbuat dosa dan telah
kehilangan kemuliaan Allah."Dan upah dosa itu adalah maut (Roma 6:23),
yaitu kematian kekal.
Hakekat Allah yang suci dan kudus tidak mungkin kompromi dengan dosa.
Allah tidak mungkin bersekutu dengan manusia yang telah berdosa itu. Dosa
membuat manusia terpisah dengan Allah yang suci dan kudus.
Mengenai hal ini dinyatakan di dalam Kitab Yesaya 59:2: "Tetapi yang
merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan
yang membuat Allah menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Allah tidak
mendengar, ialah dosamu."
Berbagai usaha manusia sepanjang jaman untuk menjembatani jurang pemisah
tersebut dengan berbagai cara, misalnya dengan berbuat baik, agama,
filsafat, teknologi, dsb, tetapi tanpa hasil.
Alkitab berkata: "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya
menuju maut."" (Amsal 14:12).
Namun, karena hakekat Tuhan yang maha kasih itu, Tuhan mempunyai suatu
rencana agar manusia itu tidak binasa. Allah tidak ingin manusia itu
binasa. Untuk itulah beberapa Nabi di Perjanjian Lama telah bernubuat
tentang akan adanya karya besar Allah kepada manusia (Karya
penyelamatan/pembebasan dari kungkungan dosa) agar penghukuman kekal tidak
terjadi bagi manusia. Penyelamatan yang berlaku universal.
Nubuat itu antara lain terdapat di Yesaya 7:14: " Sesungguhnya, seorang
perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan
ia akan menamakan Dia Imanuel (Tuhan beserta kita)." Daniel 7:13: "Aku
(Daniel) terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan
awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada
Yang Lebih Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapanNya.
Nubuat tentang janji penyelamatan atas manusia berdosa itulah yang telah
digenapiNya sekitar 2000 tahun yang lalu. Pada Kitab Perjanjian Baru (PB):
Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes diceritakan tentang Anak Manusia yang
telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama ialah Yesus Kristus. Yesus adalah
Tuhan yang datang dengan mengambil rupa seorang manusia (merendahkan
diriNya) berinkarnasi, datang ke dunia yang penuh dosa itu. Yesus Kristus
adalah satu-satunya jawaban bagi masalah dosa manusia ini.
Yesus mati disalibkan untuk membayar hukuman/ substitusi atas dosa-dosa
kita manusia, dan menjembatani jurang pemisah antara Allah dengan manusia.
Yesus yang tidak bercela itu mengalami penderitaaan sangat dahsyat di kayu
salib untuk menggatikan penghukuman yang seharusnya kita terima.
Tuhan Yesus selama di dunia telah melakukan gebrakan/ reformasi moral
(menunjukkan jalan yang benar) yang menyebabkan Ia dibenci oleh para Ahli
Taurat dan penguasa waktu itu. Kebenaran dibenci oleh dunia ciptaanNya
itu. Akhirnya Yesus ditangkap, lalu dihina, didera dengan cambuk berduri,
mahkota duri ditaruh di atas kepalaNya hingga menimbulkan pendarahan hebat.
Lalu, kedua telapak tangan dan kedua kakiNya dipaku di kayu salib. Alangkah
sakitnya ketika salib itu diberdirikan. Secara manusiawi Yesus pasti
mengalami sterss yang luar biasa dan sakit yang luar biasa. Hingga akhirnya
Ia mati. Demi keselamatan jiwa manusia. Itu harus diterima olehNya untuk
menggenapi janji penyelamatan Allah.
Seharusnya manusia-lah yang dibinasakan/dihukum, seperti halnya kejadian
Air Bah di jaman Nuh. Walaupun tidak bersalah, Yesus Kristus rela
menanggung kesakitan yang begitu dashyat untuk melunasi hutang dosa semua
manusia. Penderitaan itu harus dijalaniNya demi cintaNya terhadap kita.
Dengan demikian, barang siapa percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru
selamat hidupnya dan menerima Dia di dalam kehidupannya maka ia akan
diperdamaikan dengan Allah yang kudus dan suci itu.
Dalam 1 Timotius 2:5 dikatakan: ".Allah itu esa dan esa pula Dia yang
menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus".
"..Kristus telah mati karena dosa-dosa kita sesuai dengan Kitab Suci, bahwa
Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah
dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci". (1 Korintus 15:
3b - 4)
". Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati
untuk kita ketika kita masih berdosa." (Roma 5: 8).
"Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi
anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya." (Yohanes 1:
12).
".jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya
dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,
maka kamu akan diselamatkan." (Roma 10: 9)
Di sinilah tampak karya keselamatan yang disediakan bagi semua orang oleh
Tuhan Yesus bagi yang mau menerima Dia (Allah yang berinkarnasi itu),
diberikan dengan cuma-cuma. Menerima Kristus ialah dengan cara
mengundangNya masuk ke dalam hati menjadi Tuhan dan Juru Selamat secara
pribadi melalui doa yang dinaikkan dengan iman. Allah berjanji di dalam
firmanNya bahwa jika seseorang berdoa menurut kehendakNya maka ia akan
menerimanya.
" Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan
doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya." (1
Yohanes 5: 14)
Menerima Kristus berarti menyerahkan seluruh totallitas hidup untuk
dikuasai oleh Kristus, baik pikiran, perasaan maupun kemauan dan menerima
augerah pengampunan dosa serta kehidupan yang kekal sebagaimana yang telah
dijanjikanNya. (menjadi hamba kebenaran dalam Kristus, bukan lagi hamba
dosa).
Dalam Alkitab dinyatakan mengenai hukuman yang terakhir (tentang hari
kiamat), ditulis di Kitab Wahyu 20: 11-15, bahwa bumi dan langit akan
dilenyapkan. ".Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain,
yaitu Kitab Kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan
mereka, berdasarkan apa yang tertulis di dalam kitab-kitab itu. ...Lalu
maut dan kerajaan maut dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian
yang kedua; lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya
tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api
itu."
Penghakiman akan terjadi ketika Tuhan Yesus datang kedua kalinya ke dunia
(Wahyu 22:12). Oleh karena itu, selama masih hidup di dunia ini manusia
diberi kesempatan untuk kembali kepada Tuhan dengan menerima anugerah
keselamatan dalam Kristus Yesus sehingga hidup selalu perpengharapan dan
ada jaminan untuk memperoleh hidup kekal di Sorga selama-lamanya.
Terpujilah Allah kekal selama-lamanya. Amin.
(Augustinus S)
--------------------
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l