**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Kutipan Laporan TIM ADVOKASI dan
PEDULI KEMANUSIAAN MALUKU UTARA
----------------------------------------------------

Para Netters yth, pada tanggal 2 Maret 2000 di Desa Dowonggila dan Dusun
Cerah, sebanyak 80 (delapan puluh) warga Kristen disandra/ditawan oleh
Pasukan Putih.  Delapan orang diantaranya telah dibunuh (karena
tidakbersedia pindah agama)dan 72 orang sisanya masih hidup dan telah
beralih agama dengan cara-cara kekerasan, ancaman pembunuhan dan
intimidasi.

Tekanan dan ancaman pembunuhan didukung oleh aparat keamanan Kostrad
Diponegoro yang bermarkas di Desa Dame dan Salube, juga keterlibatan
Koramil Letnan TNI Rajalu, dan Kapolsek Loloda Letnan (Pol) Laode.  Selain
itu, terjadi pula pemaksaan kawin dengan pria non Kristen bagi wanita yang
sudah dewasa.  Mereka dipaksa membaca Kitab Suci golongan penyandera.
Dalam situasi seperti itu para sandera dalam keadaan tertekan dan
ketakutan.

Dengan kejadian itu,  TIM ADVOKASI berkesimpulan bahwa telah terjadi
penindasan atas kebebasan beragama di Maluku Utara yang jelas melanggar Hak
Asasi Manusia,  dan tidak sesuai dengan konstitusi dan Dasar Negara
Indonesia Pancasila.

Demikian kutipan laporan Tim Advokasi dan Forum Peduli Kemanusiaan Maluku
Utara.

Salam dan doa

Redaksi Eskol Net
----------------------

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke