**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Ambon Memanas
Anak Ketua MUI Maluku Tewas Tertembak
----------------------------------------------------
Reporter: Ananda Ismail 

detikcom - Jakarta, Situasi Ambon semakin memanas. Terakhir, 13 orang
dilaporkan tewas dan 50 orang lebih luka-luka menyusul konflik SARA yang
meletus Rabu pagi. Sertu (Pol) Alfian Hasanussy, putra ketua MUI Maluku,
dikabarkan tewas tertembak ketika terlibat penanganan konflik.

Menurut laporan AFP, Rabu (17/5/2000), 9 muslim dan 2 orang Kristen
terbunuh ketika aparat keamanan berusaha menghentikan konflik dua desa
yang berbeda agama di jalan AY Patty, Ambon. Diduga korban tewas itu
akibat peluru aparat, namun pelaku penembakan belum diketahui.

Tercatat korban tewas yang berhasil diidentifikasi adalah Agus Muskita
(23), Mohamad Silehu (25), Aliadi Watimury (18), Aftal Daeng Ngawi (32),
Solaeman Uma Gapi (28), Zulkifli Suadn (15), Amir Bugis (24), Forman
(20), Adam Tutupoho (20), Kopda Nurdin Safari (28) anggota Yonif 303
Garut. 

Korban tewas lainnya adalah Sertu Pol Alfian Hasanussy (19), yang juga
putra Ketua MUI Maluku Echi Hasanussy, Yusuf (37) serta Mohamad Aris
(25). Para korban yang tewas umumnya terkena tembakan di bagian kepala,
leher, perut dan dada. 

Sementara itu, berdasarkan laporan Antara, lebih dari 50 orang yang
menderita luka ringan dan berat, dirawat di Rumah Sakit Bersalin Al
Fatah, RSU Gereja Protestan Maluku (GPM) maupun Rumah Sakit Bhakti
Rahayu Ambon. 

Kerusuhan yang kembali merebak sejak Selasa siang, sampai berita ini
diturunkan masih terus berlanjut dan semakin melebar ke beberapa kawasan
lain. 

Aksi pembakaran rumah penduduk dengan menggunakan bom-bom molotov dan
bom rakitan di tengah berondongan tembakan aparat keamanan yang berupaya
membubarkan massa, menghanguskan sekitar lima rumah di kawasan Paradise
Tengah. 

Danyon Kostrad Tertembak

Sementara itu, Tempo Interaktif melaporkan Komandan Batalyon (Danyon)
303 Kostrad Kolonel Irfan Kusnaedi dikabarkan kritis akibat terkena
tembakan di kepalanya. 

Konflik senjata ini berlangsung sejak pagi tadi, sekitar pukul 07.00
WIT. di sekitar daerah Jl. AM Sangaji, Jl. AY Pati, Jl. Tamaela, Jl.
Pahlawan Revolusi, Jl. Anthoni Ribok dan seputar kawasan Merdeka Batu
Merah. 

Tembakan yang melukai Kolonel Irfan diduga berasal dari penembak cepat
yang ditempatkan di gedung-gedung bertingkat, antara lain Toko Star,
Gedung PLN, dan Planet 2000. 

Sementara itu, 6 buah panser disiagakan untuk mengisolir dua kelompok
massa yang saling menyerang. Masing-masing sebanyak tiga panser
menghadang pengumpulan massa di kawasan Ayepatti dan AM. Sangaji serta
massa yang berada di Jl Anthoni Ribok, JL. Pahlawan Revousi dan Jl.
Tamaela. 

Juga tampak bersiaga 3 batalyon Infanteri TNI 303, 405, dan 509.
Sebagian besar warga, kebanyakan wanita dan anak-anak, sudah mengungsi
ke pinggiran kota sejak kemarin sore. Sedangkan, warga kota Ambon yang
tersisa mempersenjatai diri dengan parang, bom rakitan dan senjata
rakitan. 

Setelah sebelumnya terjadi penghadangan truk pengangkut sembako, konflik
ini semakin memanas setelah sebuah mobil Kijang milik Polda Maluku
dihadang di warga kawasan Batu Merah, Selasa (16/5/2000) kemarin,
sekitar pukul 14.20 WIT. 

Setelah ketiga penumpangnya diturunkan, massa kemudian
menjungkirbalikkan mobil tersebut. Setelah itu, mereka melanjutkan
aksinya dengan berhamburan ke jalan memegang senjata tajam. Tak lama,
sekitar dua jam setelah peristiwa itu terdengar ledakan bom. 

Akibatnya, sekelompok massa yang berasal daerah Pohon Pule, Karang
Panjang, bergerak menuju daerah Batu Merah. Ketika aparat berusaha
mengamankan, massa terus merangsek yang disusul dengan pecahnya kontak
senjata pada sekitar pukul 18.00 yang sempat mereda setelah mendekati
tengah malam. Saat itu korban meninggal tercatat 4 orang dan luka-luka
78 orang. (ani)

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke