*******************************************
Bila anda ingin membagi berkat
Manfaatkan ruang "Wacana Mingguan" Eskol-Net
    Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
*******************************************
Wacana Mingguan : 06 Mei 2000
============================

"Bila Yesus Memanggil"
---------------------------

Tuti (nama samaran) adalah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi
berbasiskan agama di sebuah kota. Ia adalah seorang yang sangat taat dengan
segala aturan-aturan agama yang dianutnya. Demikian juga Ayah dan Ibunya,
yang tinggal di kota lain, adalah orang yang betul-betul taat dan sangat
ketat dalam mengajar anak-anak mereka tentang keagamaan. Keluarga Tuti
tergolong kaum berada, dan mampu menyekolahkan anak-anaknya ke tingkat
perguruan tinggi dengan berbagai fasilitas penunjang yang lengkap.

Hampir setiap hari ia nongkrong bersama-sama temannya di depan kampusnya
sekedar berbincang-bincang sebagaimana layaknya dunia mahasiswa. Hampir
setiap hari pula ia melihat sebuah toko buku rohani di dekat tempat mereka
nongkrong tadi, tapi belum ada niat sama sekali untuk masuk ke dalam toko
buku tersebut. Namun, menjelang semester akhir timbullah  rasa penasaran di
dalam hatinya, ingin mengetahui buku apa sih di dalam toko itu. Berisi
tentang apakah buku-buku di dalamnya ?.  Karena penasaran, akhirnya ia
memberanikan diri untuk masuk ke dalam toko buku rohani itu dan memulai
melihat-lihat buku yang tersedia.

Suatu ketika ia membaca sebuah buku tentang Keselamatan hidup. Ia membaca
cerita tentang fakta keberadaan manusia yang telah berdosa. Semua manusia
telah berdosa ?. Ia membaca tentang fakta rupa-rupa dosa manusia, seperti;
amarah, kebencian, peperangan, pembunuhan, aborsi, berbohong, iri hati,
penghujatan, perkelahian, kata-kata kotor, kesombongan, pelacuran,
homoseks, lesbian, heteroseks, korupsi, dan sebagainya. Sungguh mengerikan.
Dan lebih ekstrim lagi ialah, manusia berdosa itu menolak Allah. Dan di
dalam buku itu diuraikan mengenai sebuah ayat Kitab Suci yang mengatakan
bahwa upah dosa ialah maut atau kematian selama-lamanya. Lalu ia
merenungkan tulisan itu, dan berkata di dalam hatinya: "Berarti aku juga
termasuk orang berdosa itu...". Tapi bagaimana selanjutnya tentang isi buku
ini ?.  Apakah saya bisa selamat ?. Ia semakin tertarik untuk membaca
kelanjutan cerita dalam buku itu. Akhirnya ia menemukan sebuah jawaban, ia
menemukan sebuah nama yang menyentuh hatinya, yaitu Yesus. Tuti menemukan
bahwa hanya Yesus-lah yang sanggup menyelamatkan hidupnya. Ia menemukan
sebuah pengharapan keselamatan hidup. Saat itu juga Yesus memanggil dia
"AnakKu, Aku mengasihi engkau, ikutlah Aku." Tuti tidak bisa lagi menolak
panggilan Tuhan itu. Oleh karena itu, ia berkerinduan mengenal Yesus lebih
banyak lagi. Akhirnya ia menemui seorang hamba Tuhan dan ia bercerita
tentang pengalamannya dengan Yesus. Lalu, ia dibimbing oleh hamba Tuhan itu
tentang Firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab.

Sempat beberapa bulan, Tuti belum berani bercerita kepada orang tuanya
tentang pengalamannya dipanggil oleh Yesus.  Sebab ia sadar, bahwa ia
sangat mencintai dan menyayangi mereka. Tuti tidak ingin orang tuanya sedih
dan marah atas keputusannya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat
hidupnya. Namun, orang tua Tuti akhirnya tahu. Kemarahan dan kesedihan
orang tua Tuti tak terelakkan lagi. Ia beberapa kali dipanggil pulang dan
diisolasi serta diindoktrinasi kembali dengan keyakinan semula. Pihak
universitas pun mengetahui kejadian itu, akhirnya Tuti pun dikeluarkan dari
kampusnya. Orang tuanya pun sempat menawari mobil, rumah, dan segala
kebutuhan yang lain asal ia mau menolak Yesus. Tapi jawaban Tuti hanya
singkat: "Yesus sudah ada di dalam hidupku, Ia telah menyelamatkan jiwaku"
Berbagai cara dan upaya pun telah dilakukan oleh keluarga Tuti untuk
mengembalikan dia pada keyakinan semula. Tetapi Yesus telah "menangkap"
dia.  Ia telah menjadi milik Yesus Kristus. Tidak ada seorangpun atau
apapun  yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus (Roma 8 : 33-36).
-------------------------------------------
Matius 9: 27-28: "Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang
pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus
berkata kepadanya:" Ikutlah Aku !"  Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan
segala sesuatu, lalu mengikut Dia."
-------------------------------------------
Saat ini yang menjadi pergumulan dan kerinduan Tuti ialah agar keluarganya
juga mau menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat hidupnya.
Semoga kesaksian ini dapat menguatkan iman kita semua. Amin. (A. Sim)
(Renungan ini diolah dari sebuah kisah nyata).


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke