************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Poso kian mencekam, ratusan orang ke Kodim dan Polres ----------------------------------------- satunet.com - Dipicu pembakaran dan penculikan, situasi Poso di Sulawesi Tengah Selasa petang dilaporkan kian mencekam. Ratusan anak-anak dan wanita kini mengungsi ke Kodim dan Polres setempat. Antara melaporkan ratusan anak-anak dan wanita kini mengungsi di Kodim dan Polres untuk mengamankan diri mereka. Dilaporkan arus pengungsi terus mengalir dari anak-anak dan wanita asal Kelurahan Bonesompe, Gebangrejo, Kayamanya, Lawanga, dan Moengko, tengah bersiap-siap meninggalkan kota Poso menuju kota dan desa sekitarnya yang dianggap aman. Kejadian ini dipicu adanya isu penculikan dan pembakaran di permukiman mereka oleh salah satu kelompok yang bertikai. Seorang karyawan Kabupaten Poso mengaku ia terpaksa mengungsikan anak dan istrinya dengan menumpang untuk menuju wilayah Parigi yang berada puluhan kilomter sebelah barat laut Kota Poso. Menurutnya, sejak pecah kerusuhan ketiga kalinya pada Selasa dini hari, situasi kota Poso semakin mencekam. Aksi pembakaran secara sporadis masih terus berlangsung, bahkan pada beberapa tempat terdengar letusan senjata api. Aparat keamanan yang mencoba untuk mengamankan kota yang semakin mencekam telah menambah empat peleton pasukan gabungan dari Palu untuk membantu aparat keamanan setempat melokalisir kerusuhan massal bernuansa SARA di kota wisata yang terletak di jantung Trans-Sulawesi itu. Samapi selasa petang ini jumlah korban tewas akibat kerusuhan yang bernuansa SARA ini telah mencapai tiga orang, yaitu Serma Kamaluddin (anggota Polres Poso), Abdul Syukur (pegawai Pemda Poso), serta Baba (62), warga Jln Pulau Sabang, kelurahan Moengko. Ketiga korban ini tewas saat melakukan piket di pos Siskamling dikelurahannya, diduga kuat terkena bacokan senjata tajam oleh sekelompok orang tak dikenal pada Selasa dini hari. Akibat tindakan pembacokan di beberapa kantong permukiman muslim itu, telah menyulut bentrok fisik antara 'kelompok putih' dengan 'kelompok merah' selama lebih dua jam di Jembatan Poso Dua. Aksi pembakaran rumah penduduk dan rumah ibadah pun tak terhindarkan. Kota Poso pada 16-20 April lalu sempat dilanda kerusuhan bernuansa SARA, mengakibatkan enam korban tewas dan 380 bangunan penduduk dan fasilitas umum hangus dibakar massa bertikai. [tna] "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
