*******************************************
           Bila anda ingin membagi berkat
Manfaatkan ruang "Wacana Mingguan" Eskol-Net
           Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
      ***Jangan sia-siakan talenta anda****
*******************************************
Wacana Mingguan : 20 Mei 2000
============================

~ R e f l e k s i   k e i m a n a n - k u ~
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

Tuhan Yesus berkata:
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan ! akan masuk ke
dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di
sorga.  Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan,
Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi
nama-Mu, dan mengadakan banyak mujijat demi nama-Mu juga ?.  Pada waktu
itulah Aku (Yesus) akan berterus terang kepada mereka dan berkata:

AKU TIDAK PERNAH MENGENAL KAMU !   ENYALAH DARI PADA-KU, KAMU SEKALIAN
PEMBUAT KEJAHATAN.
(Matius 7:21-23)

Pernyataan Tuhan Yesus di atas membuat aku terhentak setelah aku
menghayatinya sekaligus merefleksikan posisi keimananku selama ini. Aku
mencoba merenungkannya.... Selama ini, aku mengaku bertuhan. Aku mengaku
percaya Yesus. Aku telah melakukan banyak pelayanan; di gereja, di kantor,
di rumah, di sekolah, di kampus, dan sebagainya. Aku selalu berseru kepada
Tuhan. Dan mungkin masih banyak lagi yang aku lakukan demi atau dengan
mengatasnamakan Tuhan. Ini aku lakukan tentu tidak lepas dari PERCAYA-ku
bahwa Yesus sanggup melakukan hal-hal itu semua, sehingga aku pun melakukan
banyak pelayanan demi nama Yesus.

Namun alangkah tragisnya jika ternyata di hari penghakiman, Tuhan Yesus
berkata kepadaku: "Aku tidak pernah mengenal kamu !  Enyalah dari pada-ku,
kamu pembuat kejahatan."  Bagaimanakah imanku selama ini ?. Sudah
betul-betulkah aku percaya kepada Yesus walaupun sudah melakukan banyak
mujijat, nubuat, dan berbagai rupa pelayanan ?.  Betulkah aku sudah
mengasihi Tuhan Yesus ?. Percaya yang seperti apakah yang diharapkan Tuhan
Yesus dari aku ?

Kemudian aku membuka Roma 10:9 yang berkata "Sebab jika kamu mengaku dengan
mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan PERCAYA dalam hatimu, bahwa Allah
telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan
diselamatkan."  Aku juga merenungkan ayat ini dan berkata dalam hatiku:
'bukanlah aku sudah mengaku dengan mulut dan PERCAYA dalam hati bahwa Yesus
adalah Tuhan-ku ?.  Munurut aku, hal ini tidaklah beda dengan apa yang
telah aku lakukan pada penjelasanku di atas. Aku sempat bertanya-tanya lagi
dalam hatiku: 'di manakah perbedaan antara PERCAYA-ku pada penjelasanku di
atas dengan PERCAYA menurut Roma 10: 9 ini ?.

Ternyata Tuhan Yesus tidak akan membuat umatNya bingung mengenai iman
percaya-ku ini.  Jawabannya ada pada Yohanes 8: 30 - 59. Perikop yang
lumayan panjang tetapi membuat tanda tanya-ku terjawab sudah. Ayat 31
mengatakan: "Maka kata-Nya (Yesus) kepada orang-orang Yahudi yang PERCAYA
kepadaNya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah
murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan
memerdekakan kamu." Tetapi mengapa pada ayat terakhir (ayat 59) orang-orang
Yahudi yang PERCAYA Yesus itu akhirnya mengambil batu untuk melempari Yesus
?.  Bukankah Yesus berbicara tentang kebenaran ?.  Bukankah Yesus berbicara
tentang Firman yang memerdekakan manusia ?. Tetapi mengapa orang-orang
Yahudi itu justru menolak penjelasan kebenaran dan penjelasan fakta
keberdosaan manusia ?.

Oo, aku baru mengerti sekarang. Aku melihat adanya PERCAYA semu di dalam
kisah ini.  Hal ini terlihat dari respon orang-orang Yahudi terhadap
pernyataan Yesus: "kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi
hamba siapa pun. Bagaimana Engkau (Yesus) dapat berkata: Kamu akan merdeka
?." Yesus menanggapinya dengan berkata: "Aku tahu, bahwa kamu adalah
keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha membunuh Aku karena firman-Ku tidak
beroleh tempat di dalam kamu."  Aku melihat orang-orang Yahudi mengaku
keturunan Abraham tapi firman Allah (Yesus) tidak beroleh tempat di dalam
diri mereka.

Dan rupanya Tuhan Yesus pun tahu bahwa orang-orang Yahudi yang PERCAYA itu
bukanlah PERCAYA yang sesungguhnya. Mereka bukan sungguh-sungguh mengasihi
Allah.  Sebab, jika mereka sungguh-sungguh mengasihi Allah maka mereka juga
akan mengasihi Yesus. Jika mereka sungguh-sungguh mengasihi Allah maka
mereka akan tetap dalam firman Tuhan Yesus.

Jadi, iman yang dikehendaki Tuhan Yesus dari aku adalah: percaya kepadaNya
dengan sungguh-sungguh dalam hatiku dan tunduk pada otoritas firman Allah
sebagai sumber kebenaran. Sehingga yang terjadi bukanlah kehendakku, bukan
keinginanku, bukan ramalan-ku, bukan atas kemampuanku, melainkan kehendak
dan kuasa Allah Bapa di dalam Kristus Yesus.  Terpujilah Allah Bapa, Allah
Anak, dan Allah Roh Kudus kekal sampai selama-lamanya. Amin.
(Augus S).

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke