'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Sabtu, 10 Juni 2000
================================
*Jubir GAM Hilang Misterius, Diduga Diculik
*Laksamana Sukardi:
Isu KKN Hapuskan Kepercayaan Rakyat
*Soal Texmaco, Laksamana Akan Ungkit Bukti Baru
*Ketua Presidium Dewan Papua Tak Takut Dipanggil Polda Irja
*Syarwan dan Hartono Campur Tangan
------------------------------------

Jubir GAM Hilang Misterius, Diduga Diculik
-------------------------------------------------
Sampai hari Sabtu (10/6) misteri masih menyelimuti keberadaan Tgk Ismail
Syahputra, juru bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang sejak Sabtu (3/6)
lalu menghilang begitu saja. Namun, banyak kalangan meyakini bahwa Tgk
Ismail (35) telah diculik seseorang ketika sedang berada di kawasan
Belawan, Sumatera Utara.
Tokoh GAM Wilayah Pasee menuduh sebuah kelompok sipil yang menjadi lawan
politik Tgk Ismail berada di belakang peristiwa hilangnya tokoh GAM
tersebut.
Tgk Hasanuddin, anggota Biro Penerangan Aceh Sumatera National Liberation
Front (ASNLF), Sabtu (10/6) mengatakan, berdasarkan pantauan dan laporan
intelijen GAM, sampai tadi malam Tgk Ismail diketahui masih disekap para
penculik.
Hasan juga mengaku sudah mengetahui siapa yang memerintahkan penculikan Tgk
Ismail.
"Pada suatu saat kami akan minta pertanggungjawaban dari kelompok tersebu,"
katanya.
Dituturkannya bahwa pada Sabtu naas itu, Tgk Ismail dihubungi seseorang
yang mengaku baru datang dari negeri seberang. Masih menurut Hasan, kepada
korban, orang tersebut menyatakan ingin bertemu untuk membicarakan sesuatu
Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,19925,00.html

Laksamana Sukardi:
Isu KKN Hapuskan Kepercayaan Rakyat
-----------------------------------------
TEMPO Interaktif, Denpasar:Gara-gara terjangkit KKN, kepercayaan
masyarakat, khususnya kalangan investor terhadap pemerintahan Presiden Gus
Dur makin melemah. Virus yang dibawa oleh para koruptor kakap yang dulu
bekerjasama dengan mantan Presiden Soeharto itu menyebabkan harapan dan
kepercayaan yang sangat tinggi di masa awal pemerintahan Gus Dur berbalik
menjadi kekecewaan yang mendalam. Demikian mantan Menteri Negara
Investasi/Pemberdayaan BUMN Laksamana Sukardi dalam "Debat Publik Prospek
Ekonomi Indonesia" di Universitas Udayana, Denpasar, Jumat (9/6).
"Para koruptor itu kini bebas keluar masuk dan gentayangan di istana. Dan
kita tidak tahu apa yang mereka lakukan," kata Laksamana seraya menyebut
nama pemilik Texmaco, Marimutu Sinivasan. Bahkan, ia pun menegaskan saking
penyebaran virus itu telah sedemikian parahnya seperti terlihat dalam kasus
Bank Bali, SP3 Texmaco, kasus GORO dan kasus penyelewengan BLBI. "Kalau
dulunya bulan madu, dalam waktu enam bulan investor sudah pidah ranjang.
Mereka telah terlalu banyak disakiti," tegasnya.
Lengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/6/10/1,1,2,id.html

Soal Texmaco, Laksamana Akan Ungkit Bukti Baru
------------------------------------------------
Denpasar
Keluarnya SP3 untuk kasus Texmaco dari Kejagung bukan berarti kasus itu
akan akan berhenti begitu saja. Kini ada upaya lain dari Laksamana
Sukardi -orang pertama yang membongkar kasus itu- untuk menyampaikan
sejumlah bukti-bukti mengenai kasus tersebut yang sangat jelas-jelas
merugikan negara. Bukti-bukti baru yang rencananya pekan depan akan
disampaikan secara terbuka di Jakarta itu, salah satunya menyangkut
keterlibatan kolusi antara bos Texmaco, Sinivasan dan pihak BNI.
''Karena Sinivasan sudah keluar masuk istana dan dekat dengan para pemimpin
kita, sehingga mereka sudah terkontaminasi. Saya kira data-data sudah kuat
kok. Dan saya miliki data-data baru yang sangat kuat dan tidak bisa
diperdebatkan lagi bahwa dana-dana presipment dikirim ke luar negeri untuk
perusahaannnya dan dikirim lagi ke perusahaannya dia, bukan untuk urusan
eksport,'' jelas Laksamana usai berbicara dalam debat publik soal
''Konglomerasi versus Kerakyatan'' di Auditorium Universitas Udayana
(Unud), Denpsarar, Kemarin.
Lengkapnya: http://www.jawapos.com/hotnews/20000610-094713.htm

Ketua Presidium Dewan Papua Tak Takut Dipanggil Polda Irja
-----------------------------------------------------------------------
Jayapura, Sabtu
Ketua Presidium Dewan Papua, Thyes Hiyo Eluay menegaskan, dirinya tidak
gentar dan merasa takut atas pemanggilan Polda Irja bersama dua anggota
panitia Kongres Papua masing-masing Thaha Alhamid dan Agus H. Alua.
"Saya siap memenuhi panggilan Polda Irja untuk menjelaskan
hasil kongres dan silakan saja Polda mau apakan saya, karena sebab saya
sama sekali tidak gentar," ungkap Thyes Hiyo Eluay kepada wartawan di
Jayapura, Sabtu.
Dia mengakui, sebagai Ketua Presidium Dewan Papua dirinya hanya
menjalankan tugas demi kepentingan rakyat dan masa depan bangsa
Papua, karena sebelumnya bagnsa ini pernah memiliki kedaulatan
negara sejak 1 Desember 1961.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/berita-terbaru/0006/10/headline/11.htm

Syarwan dan Hartono Campur Tangan
Pengakuan Sutiyoso soal Kasus 27 Juli
------------------------------------------
JAKARTA-Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengakui dirinya saat menjabat
Pangdam Jaya banyak mendapat campur tangan dari Syarwan Hamid (Kassospol
ABRI waktu itu) dan R Hartono (KSAD waktu itu) saat menjelang, sampai
terjadinya peristiwa 27 Juli 1996.
Keterangan soal keterlibatan Syarwan dan Hartono itu diakui Sutiyoso dalam
catatan harian mantan Kasum ABRI Letjen (Purn) Soeyono, yang diperoleh
Antara di Jakarta, Jumat.
Dalan catatan harian yang menceritakan kronologi peristiwa 27 Juli 1996
itu, Sutiyoso mengakui keterlibatan kedua petinggi ABRI tersebut saat
menelepon Soeyono pada 5 Mei 1999.
"Sekitar pukul 12.00 WIB, saya mendapat telepon dari Sutiyoso yang
menanyakan mengapa saya selalu memintanya untuk bertangung jawab atas
peristiwa 27 Juli. Sutiyoso kemudian menjelaskan, dia sering mendapat
campur tangan dari Syarwan dan Hartono," tutur Soeyono.
Lengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0006/10/nas8.htm
+++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke