'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Jumat, 16 Juni 2000
================================
*Anak-anak Soeharto Bersedia Serahkan Harta Ayahnya
*'Fachrul Razi jadi Wakil Panglima TNI karena hasil susupan Wiranto'
*Aster KSAD, MayJend Saurip Kadi:
Bulakrantai Bukan Pertemuan Politik
*GUS DUR" SAYA TIDAK MAU DIDIKTE NEGARA LAIN"
---------------------

Anak-anak Soeharto Bersedia Serahkan Harta Ayahnya
---------------------------------------------------
Presiden Abdurrahman Wahid mengungkapkan saat ini sudah terdapat
tanda-tanda mengenai bakal tercapainya kesepakatan antara pemerintah
Indonesia dengan keluarga mantan Presiden Soeharto tentang penanganan harta
mantan presiden RI kedua itu.
"Mereka (putra-putri Soeharto) minta saya untuk membuat jaminan tertulis
bahwa keluarga tidak akan diapa-apakan setelah menyerahkan harta kekayaan
tersebut," kata Gus Dur di Teheran, Iran, Kamis malam.
Ketika mengadakan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Iran, Gus Dur
mengemukakan bahwa keluarga Soeharto bersedia menyerahkan harta kekayaan
ayahnya yang diduga didapat dengan cara-cara tidak sah kepada pemerintah
Indonesia.
Ketika menjelaskan reaksinya, Gus Dur kembali mengungkapkan sikapnya bahwa
segala sesuatunya harus lebih dulu diproses oleh
pengadilan. Dan jika Soeharto memang dinyatakan bersalah, maka Soeharto,
seperti yang selalu ditegaskan Gus Dur, akan diampuni
(sumber: Astaga.com)

'Fachrul Razi jadi Wakil Panglima TNI karena hasil susupan Wiranto'
---------------------------------------------------------------------------
satunet.com - Pangangkatan Jenderal Fachrul Razi sebagai Wakil Panglima TNI
ternyata hasil susupan Wiranto. Padahal, waktu itu Presiden Gus Dur tidak
menghendaki adanya wakil panglima di lingkungan TNI.
Demikian diutarakan sumber satunet.com di Sekneg sehubungan banyaknya
pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi penglihatan Gus Dur. "Gus Dur pernah
menandatangani pengangkatan Jenderal Fachrul Rozi sebagai Wakil Panglima
TNI. Tapi, itu disebabkan Gus Dur tidak melihat apa yang ditandatanganinya
itu. Wiranto sepertinya memanfaatkan kondisi tersebut untuk menyisipkan
Fachrul jadi Wakil Panglima TNI," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, sumber tersebut juga menyampaikan tentang
ketidakbenaran dokumen Bulak Rantai seperti yang telah tersebar di
masyarakat. Menurutnya, dokumen tersebut merupakan selebaran gelap yang
sengaja disebarkan pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan orang-orang yang
terkait dalam dokumen tersebut.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/06/16/18159.html

Aster KSAD, MayJend Saurip Kadi:
Bulakrantai Bukan Pertemuan Politik
-----------------------------------------
TEMPO Interaktif, Jakarta: Aster Kasad, Mayjen Saurip Kadi, mengungkapkan
pertemuan di Bulakrantai hanyalah acara syukuran atas kenaikan pangkatnya
menjadi Mayor Jenderal, namun pertemuan itu bukan pertemuan politik, serta
tidak dihadiri Kasad Jenderal Tyasno Sudarto maupun Bondan Gunawan (Pjs.
Sekretaris Negara saat itu). "Tentara yang hadir dalam pertemuan itu bukan
hanya Angkatan 1973, tetapi juga dari Angkatan 1971, 1972, 1970. Yakinlah,
Pak Bondan tidak ada di situ," katanya menanggapi pertanyaan wartawan,
seperti dikutip Antara, sebelum pencanangan TNI Manunggal Pertanian, di
Bekasi, Jawa Barat, Rabu (14/6) siang.
MayJend. Saurip Kadi, Brigjen Romulus Simbolon (Kasdam Jaya), dan Letjen
Agus Wirahadikusumah (Pangkostrad) disebutkan dalam suatu selebaran hadir
dalam pertemuan Bulakrantai pada 16 April 2000, beserta sejumlah undangan
lainnya. Dalam pertemuan itu disebutkan dibahas tentang proses mempercapat
Letjen Agus Wirahadikusumah sebagai KSAD, dan memasuk kotakkan Jenderal
Tyasno Sudarto
Lengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/6/15/1,1,4,id.html

GUS DUR" SAYA TIDAK MAU DIDIKTE NEGARA LAIN"
----------------------------------------------------------
Teheran, Iran, 15/6 (ANTARA) - Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan,
dirinya tidak akan peduli dengan upaya mendikte yang dilontarkan negara
lain mengenai kebijakan pemerintahannya, terutama kebijakan luar negeri.
Ketika melakukan dialog dengan sekitar 50 warga Indonesia di Iran, di Wisma
Indonesia, Teheran, Iran, Kamis sore waktu setempat atau Kamis malam waktu
Indonesia, Presiden mengatakan dia akan tetap menjalankan kebijakannya yang
dianggap benar.
Presiden mencontohkan, beberapa bulan lalu dia menerima kunjungan mantan
pejabat kementerian luar negeri AS yang memintanya untuk tidak berkunjung
ke lima negara yaitu Kuba, Irak, Libya, Iran, dan Korea Utara.
Namun, kata Gus Dur, dia tidak menerima dikte tersebut. Salah satu buktinya
adalah kunjungannya ke Havana, Kuba beberapa waktu lalu untuk hadir dalam
KTT Selatan-Selatan.
"Ternyata saya datang ke sana. Saya tidak peduli. Dan sekarang saya datang
ke Iran," kata Gus Dur.
Selain itu, Gus Dur juga akan menerima kunjungan Pemimpin Libya Moamar
Khadafi yang akan hadir di Jakarta tanggal 22 Juni
Lengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000616010135D160015
++++++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke