''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Sabtu, 22 April 2000 ================================ @'Arus Bawah' Ambon Bentuk Forum Bersama @ Keberadaan 'Poros Tengah' Digugat @ Akan Ditolak, Desakan terhadap TNI @ Cair, Ketegangan Gus Dur-Amien @ Gus Dur: "Tunggu Tanggal Mainnya'' @ Dijadikan Tumbal, Anak Buah Yorrys Protes ------- Luar Negeri ------------------- **50 Tahun Hubungan RI-RRC **Dipertanyakan, Nasib Gerakan Reformasi Malaysia ------------------------------------------ 'Arus Bawah' Ambon Bentuk Forum Bersama ----------------------------------------------------- JAKARTA -- Beberapa orang dari kalangan 'arus bawah' Ambon yang menemui Presiden RI KH Abdurrahman Wahid di Bina Graha Jakarta, Kamis (20/4) pagi. ''Kami sudah kapok bertikai, berperang sesama kami. Kami yang berhadapan langsung dan bukan orang lain,'' tandas Ali Salampessy, salah seorang warga arus bawah Ambon, kepada wartawan seusai bersama sembilan rekannya bertemu kepala negara di Bina Graha. Selain kapok bertikai dan berperang, menurut Ali yang ditunjuk rekan-rekannya sebagai ketua tim rekonsiliasi, atas kesadaran masing-masing kedua belah pihak --muslim dan kristen-- yang terlibat secara langsung dalam pertikaian untuk membentuk Forum Koordinasi Jaringan Pengamanan Lingkungan Maluku. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2004/22/16343.htm Keberadaan 'Poros Tengah' Digugat -------------------------------------------- JAKARTA -- Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Persatuan Husnie Thamrin menggugat keberadaan 'Poros Tengah' (PT) sebagai kekuatan nyata politik di Indonesia. Berbeda dengan anggapan sebagian masyarakat yang menilai Poros Tengah memiliki posisi menentukan dalam percaturan politik di Indonesia, Husni justru mengibaratkan PT sebagai harimau tanpa taring dan taji. ''Poros Tengah itu ibarat kulit harimau, kesannya menakutkan tapi tidak bisa apa-apa,'' ujarnya dalam Forum Diskusi Jumat 'Evaluasi Kritis Agenda Reformasi' yang diselenggarakan Persaudaraan Muslim Indonesia (Permusi) di Jakarta. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2004/22/16369.htm Akan Ditolak, Desakan terhadap TNI -------------------------------------------- Jakarta, Kompas Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan, walaupun ada tuntutan dari dalam dan luar negeri agar pemerintah mengambil tindakan-tindakan terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah akan tetap menolaknya. Sebab, Indonesia tidak mengenal dominasi sipil atas kekuatan TNI. "Sejak semula, kita berniat mengabdikan kepentingan bangsa secara keseluruhan, termasuk militer. Bagaimanapun, TNI entitas yang tidak bisa ditinggalkan dalam kehidupan kita. Walaupun ada tuntutan dari dalam dan luar negeri agar pemerintah mengambil tindakan-tindakan terhadap TNI, saya tetap menolak, karena TNI adalah bagian tak terpisahkan dari kita," ujar Presiden dalam pengarahannya di hadapan peserta Rapat Pimpinan TNI di Bina Graha, Jakarta, Kamis (20/4). Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0004/22/UTAMA/akan01.htm Cair, Ketegangan Gus Dur-Amien Bertemu di Tempat Netral Amien: Gus Dur Mulai Sadar ----------------------------------- JAKARTA-Ketegangan hubungan antara Presiden Abdurrahman Wahid dan Ketua MPR Amien Rais mencair, setelah mereka bertemu. Namun Amien, tokoh poros tengah, membantah bahwa pertemuan itu dilakukan karena ada ancaman dari PKB yang akan melakukan impeachment terhadap dia. Bahkan dia menegaskan pernyataan PKB yang meminta dia mundur dari jabatan Ketua MPR guyon belaka, karena hal itu tak mungkin dilakukan. "It's mission impossible,'' kata dia di Jakarta, kemarin. Sebagaimana diberitakan, PKB dalam sebuah pernyataan pers, yang tidak ditandatangani Ketua Umum Matori Abdul Djalil dan Sekjen Muhaimin Iskandar, meminta kedudukan Amien Rais sebagai Ketua MPR dipertimbangkan. Dengan alasan, dia membuat banyak pernyataan politik bernada tendensius. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0004/22/nas1.htm Gus Dur: "Tunggu Tanggal Mainnya'' -------------------------------------------- KLATEN-Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta masyarakat menunggu penjelasan dari dia mengenai usulan kontroversial tentang pencabutan Tap MPRS Nomor XXV/MPRS/1966. Sebab isu tersebut membuat masyarakat, terutama umat Islam, resah. "Tunggu saja tanggal mainnya, 20 Mei nanti bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional saya akan menjelaskan semua soal rencana pencabutan Tap Nomor XXV,'' kata Gus Dur dalam dialog dengan masyarakat seusai salat jumat di Masjid Raya Klaten, kemarin. Gus Dur melontarkan pernyataan itu, menanggapi pertanyaan seorang warga Klaten asal Madiun yang merasa terkena imbas PKI. Juga menanggapi kekhawatiran sebagian orang, bila pemerintah mengutak-atik PKI justru akan membuat orang-orang PKI membalas. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0004/22/nas5.htm Dijadikan Tumbal, Anak Buah Yorrys Protes ----------------------------------------------------- JAKARTA - Penahanan Ketua Pemuda Pancasila (PP) Yorrys Raweyai di Mabes Polri ternyata membuat tidak enak anak buahnya. Soalnya, Yorrys yang disebut-sebut terlibat kasus 27 Juli hanya dianggap sebagai tumbal.''Yorrys itu hanya dikorbankan sebagai tumbal,'' ujar salah seorang pengurus teras PP Irwan Setiawan kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Pernyataan ini, sebetulnya, hanya memperkuat pernyataan Yorrys setelah menjadi tahanan Mabes Polri. Lewat kuasa hukumnya, ia mengatakan bahwa keterlibatannya dalam kasus penyerbuan kantor DPP PDI itu karena diminta oleh Kodam Jaya untuk pengamanan. Selengkapnya: http://www.jawapos.com/ ------- Luar Negeri ----------- 50 Tahun Hubungan RI-RRC ---------------------------------- KETIKA Indonesia dan Cina menandatangani dimulainya hubungan diplomatik 50 tahun lalu tanggal 13 April, hubungan politik kedua negara bergerak dari ekstrem dengan semangat antikolonialisme dan imperialisme sampai ke ekstrem pembekuan hubungan diplomatik pasca-peristiwa G30S/PKI. Hubungan diplomatik RI-RRC bergerak dari aliansi di masa Orde Lama menjadi alienasi pada masa Orde Baru. Pada masa Orde Lama, hubungan RI-RRC berjalan seiring dengan semangat anti-imperialisme sebagai upaya untuk mewujudkan cita-cita New Emerging Forces (Nefos), menciptakan dunia baru atas dasar lima Prinsip Koeksistensi Damai dan Dasa Sila Bandung tahun 1955. Sedangkan pada masa Orde Baru, akibat radikalisasi dalam negeri masing-masing-dengan semangat revolusioner di RRC dan semangat Nasakom yang mengarah pada pertikaian politik yang tajam di Indonesia-hubungan RI-RRC mencapai titik beku selama lebih dari dua dekade. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0004/22/LN/tahu93.htm Dipertanyakan, Nasib Gerakan Reformasi Malaysia -------------------------------------------------------------- KUALA LUMPUR - Sudah padamkah gerakan reformasi di Malaysia? Pertanyaan ini muncul setelah melihat kenyataan hanya ratusan, bukan ribuan, orang ikut dalam aksi demonstrasi di Kuala Lumpur pada Sabtu pekan lalu. Aksi unjuk rasa itu diadakan untuk memperingati dijatuhinya hukuman enam tahun penjara terhadap pemimpin gerakan reformasi Anwar Ibrahim, yakni mantan Wakil PM/Menkeu Malaysia. Jumlah peserta tersebut jauh di bawah perkiraan penyelenggara aksi unjuk rasa, yang semula berharap sampai 10.000 orang akan turun ke jalan-jalan ibu kota Malaysia. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0004/22/int2.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
