''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Senin, 22 Mei 2000 ================================ @ Ratusan Buruh Tuntut Soeharto Diadili @ Ketika ''Semar'' Gus Dur Memberi Wejangan @ Amien Tetap Tolak Usulan Presiden @ Empat Tewas dan 14 Luka di Ambon @ Nggak Perlu 'Tap PKI' Dicabut @ Ambon Mencekam, Perwakilan PBB Minta Dievakuasi -------------- Luar Negeri -------------------- Filipina Memanas, Bom Meledak di Makati -------------------------------------------------- Ratusan Buruh Tuntut Soeharto Diadili ----------------------------------------------- Surabaya (Bali Post) - Tuntutan mantan Presiden Soeharto segera diadili bukan hanya milik mahasiswa. Ratusan buruh dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) di Surabaya, Minggu (21/5) kemarin menuntut Soeharto segera diadili dan tidak tanggung-tanggung tuntutan itu supaya disiarkan langsung melalui RRI stasiun Surabaya. ''Aksi ini sebagai bukti, buruh tidak hanya minta kenaikan upah. Tetapi dalam memperingati dua tahun lengser-nya Soeharto (21/5-red) kami juga minta Soeharto segera diadili,'' kata Opi Maharani, juru bucara FNPBI di tengah-tengah aksinya kepada Bali Post. Ratusan buruh yang berangkat dari Kampus Unair sekitar pukul 10.00 long march dengan tujuan RRI Surabaya di Jalan Pemuda. Sesampainya di RRI, perwakilan buruh diterima oleh Nico, yang juga wartawan RRI. Tuntutan untuk siaran langsung tidak dikabulkan, karena tidak bisa direlai seluruh Jatim. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/22/n1.htm Ketika ''Semar'' Gus Dur Memberi Wejangan ------------------------------------------------------ SERAHKAN WAYANG: Presiden Abdurrahman Wahid menyerahkan tokoh wayang Semar kepada Ki Dalang Sudjiwo Tedjo dalam pergelaran wayang kulit interaktif yang diselenggarakan Setjen MPR di Gedung DPR RI, Sabtu malam. (Foto:Suara Merdeka/md-15g) ADALAH hal yang lazim dalam suatu pertunjukan wayang, seorang dalang mempersonifikasikan tokoh dalam dunia wayang dengan figur pemimpin dalam dunia nyata. Biasa juga kalau kemudian ki dalang mengomunikasikan dirinya dengan pemirsa seolah-olah terjadi dialog antara rakyat dan pemimpinnya. Yang tidak biasa adalah jika suatu pertunjukan wayang kulit benar-benar menghadirkan pemimpin negara sekaligus berinteraksi melalui dialog dengan dalang dan pemirsa. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/22/nas5.htm Amien Tetap Tolak Usulan Presiden Soal Pencabutan Tap MPRS XXV/66 Pak Ud Menduga MPR Akan Menolak -------------------------------------------- SALA - Meski Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sudah menjelaskan panjang lebar menganai usulan pencabutan Tap MPRS XXV/1966 tentang larangan komunisme, Sabtu malam, yang disiarkan langsung oleh TVRI, Ketua MPR Amien Rais menyatakan tetap akan menolak usulan tersebut. Saat berbicara dalam rapat akbar Front Antikomunis Surakarta di Gelora Manahan Sala, kemarin, Amien kembali menegaskan sikapnya tak akan menyetujui usulan pancabutan ketetapan tersebut. Dia yakin tak ada satu fraksi pun di MPR yang akan mengusulkan pencabutan ketetapan yang melarang ajaran komunisme itu pada sidang umum (SU) tahunan MPR, Agustus mendatang. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/22/nas1.htm Empat Tewas dan 14 Luka di Ambon ------------------------------------------- AMBON -- Sedikitnya empat nyawa kembali melayang diterjang timah panas aparat keamanan sementara 14 warga sipil lainnya menderita luka berat ringan ketika terjadi kerusuhan antarkelompok di kawasan Desa Hattu dengan Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon Baguala, kemarin. Pertikaian terjadi sejak pagi hari dan sampai berita ini diturunkan masih terjadi aksi mobilisasi massa yang diangkut dengan speed boat dari Waehaong menuju pesisir Desa Laha. Korban tewas yang teridentifikasi, menurut Chris Kapresi, STh, kepala jemaat Hattu adalah Leo Tupalessy (27) dan Yohanis Talakua (33), sementara tujuh orang menderita luka berat ringan akibat tertembak dan sedang diupayakan pengevakuasian mereka ke RSUD DR Haulussy Ambon. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2005/21/19218.htm Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Nggak Perlu 'Tap PKI' Dicabut --------------------------------------- Reporter: M. Budi Santosa, Fotografer: Luhur Hertanto detikcom - Jakarta, Ide Gus Dur untuk mencabut 'Tap PKI' dianggap ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Imam Ad Daruquthni, berlebihan. Menurutnya, ide tersebut tidak perlu karena akan mengingatkan trauma sejarah yang menyakitkan. "Sebenarnya kalau saat ini ada usulan untuk mencabut Tap MPRS XXV/1966 itu tidak perlu karena justru akan mengingatkan pada trauma sejarah. Karena dulu ada split (kesenjangan-red) yang sangat besar antara kaum beragama dengan para penganut komunis," papar Imam. Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/05/22/2000522-081536.shtml Ambon Mencekam, Perwakilan PBB Minta Dievakuasi -------------------------------------------------------------- Ambon (Bali Post) - Dentuman bom rakitan atau granat tangan masih terdengar keras memecah kesunyian malam di kawasan Ahuru Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon dan beberapa tempat rawan konflik. Akibat tak terkendalinya situasi di Ambon, sedikitnya 16 warga asing berkebangsaan Belanda dan Prancis minta bantuan Gubernur Maluku guna mengevakuasi mereka ke daerah lain. Pemantauan Antara Minggu dini hari kemarin, situasi Kota Ambon masih mencekam. Jalan raya umum di kawasan Mardika-Batumerah, Tugu Trikora, dibarikade dengan kawat berduri, batu dan kayu palang, guna menghalangi kecepatan kendaraan yang melewati jalur tersebut. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/22/n2.htm -------------- Luar Negeri -------------------- Filipina Memanas, Bom Meledak di Makati -------------------------------------------------- Manila, Minggu Drama penyanderaan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf sejak 23 April lalu di Filipina, memicu aksi peledakan bom yang dilakukan kelompok-kelompok perlawanan lainnya di Filipina. Hari Minggu (21/5) sebuah bom meledak lagi, mengguncang Megamall SM, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Makati, Manila. Di Mindanao, Filipina Selatan, Front Pembebasan Islam Moro (MILF/Moro Islamic Liberation Front) yang Senin lalu menarik pasukannya dari kawasan jalan bebas hambatan Narciso Ramos, kembali ke kawasan tersebut. Sejumlah saksi mata yakin, ledakan yang terjadi di sebuah peturasan salah satu bioskop di Megamall SM itu adalah ledakan bom terdahsyat yang pernah terjadi di Filipina. "Saya ada di lantai dasar ketika tiba-tiba gedung bergetar hebat. Saya kemudian melihat ratusan orang yang sedang makan di beberapa restoran berhamburan ke luar menjauhi pusat perbelanjaan," jelas Carmelo Acuna, seorang wartawan radio lokal. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/22/LN/fili03.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
