''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Selasa, 19 April 2000 ================================ @ Kerusuhan Poso Rumah Penduduk Mulai Dijarah @ Gus Dur dan Amien Rais Harus Dialog @ Demo Guru Bantah Disponsori @ Presiden Dukung Penahanan Yoris Raweyai --------------- Luar Negeri ------------------- ** Angin topan melanda Los Angeles ** Pemeriksaan Pinochet Ditunda --------------------------------------------------- Kerusuhan Poso Rumah Penduduk Mulai Dijarah ------------------------------------- Poso, Kompas Situasi Kota Poso, Sulawesi Tengah, dan sekitarnya masih mencekam. Sampai Selasa (18/4) sore, aksi pembakaran masih berlangsung, bahkan massa mulai menjarah rumah-rumah dan toko yang ditinggal penghuninya untuk menyelamatkan diri. Aksi kerusuhan ini telah mengakibatkan 215 rumah di Lambogia dan Kasintuwu musnah terbakar. Sebagian rumah itu adalah rumah-rumah yang baru dibangun akibat terbakar dalam kerusuhan akhir Desember 1998. Selain itu, massa pun memusnahkan empat bangunan sekolah, dua rumah ibadah, serta tiga unit mobil dan tiga unit motor. Korban meninggal dunia tercatat tiga orang akibat tembakan petugas, seorang di antaranya meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit (RS) Palu. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0004/19/UTAMA/ruma01.htm Gus Dur dan Amien Rais Harus Dialog --------------------------------------------- Jakarta, Kompas Untuk mengurangi perbedaan pendapat antara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan Ketua MPR Amien Rais, diperlukan suatu dialog intensif di antara keduanya. Ini perlu agar jalannya reformasi tetap terjamin, juga agar masyarakat tidak bingung menanggapi perbedaan di antara keduanya. "Sebaiknya Gus Dur dan Pak Amien duduk satu meja untuk saling bicara. Namun, memang, perbedaan di antara keduanya saya anggap sesuatu yang normal dalam kehidupan politik berdasarkan demokrasi. Rakyat juga tidak usah terlalu terpengaruh oleh adanya perbedaan itu," kata Ketua DPR Akbar Tandjung, Selasa (18/4), menanggapi perbedaan pendapat antara Gus Dur dan Amien, khususnya dalam soal pencabutan Ketetapan (Tap) No XXV/MPRS/1966. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0004/19/UTAMA/gusd01.htm Demo Guru Bantah Disponsori Reporter: Rizal Maslan ----------------------------------- detikcom - Jakarta, Bayangkan. Dari Bandung, 3 jam dari Jakarta, sekitar 300 bus besar HIBA, parkir di kawasan Depdiknas, Jl Sudirman, Jakarta Selatan. Ratusan bus itu mengangkut sekitar 3.000 guru! Berapa ongkos untuk menyewa bus itu? Ada sponsor? "Tidak!" bantah seorang guru asal Cicendo, Bandung, pada detikcom. "Kami urunan buat nyewa bus itu," sambung guru pria itu ketika asyik berdemo di Depdiknas, Selasa (18/4/2000). Urunan? Menuntut gaji naik, tapi ada dana untuk urunan segala? "Ini kan untuk kepentingan kita bersama," tukas guru yang enggan disebut namanya itu. Jumlah urunan buat nyewa bus itu pun cukup banyak juga. Yaitu Rp 25 ribu. Selengkapnya: http://detik.com/peristiwa/2000/04/19/2000419-064856.shtml Presiden Dukung Penahanan Yoris Raweyai --------------------------------------------------- JAKARTA -- Presiden Abdurrahman Wahid mendukung sikap tegas Polri yang pada Selasa petang (18/4) telah menahan pimpinan organisasi Pemuda Pancasila Yorris Raweyai. Ketua Umum Pemuda Pancasila itu dituduh menggerakkan orang-orang pada penyerangan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2004/19/16253.htm --------------- Luar Negeri ------------------- Angin topan melanda Los Angeles Laporan Prima Harrison --------------------------------------------------- satunet.com - Angin topan yang diindentifikasikan sebagai tornado melanda pinggiran Los Angeles pada Selasa dinihari yang memporakporandakan rumah mobil dan atap-atap rumah sekitar 10.000 penduduk. Dilaporkan tak ada korban meninggal atau luka-luka, namun barang-barang yang rusak dilaporkan terjadi di wilayah Paramount, Bellflower dan Compton. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/04/19/12849.html Pemeriksaan Pinochet Ditunda ------------------------------------ Santiago, Senin Pengadilan Banding Santiago hari Senin (17/4) menyetujui penundaan acara dengar pendapat (pemeriksaan pendahuluan) guna menentukan apakah mantan diktator Cile, Augusto Pinochet bisa dilepas kekebalan hukumnya untuk kemudian diadili atas tuduhan pelanggaran hak-hak asasi manusia. Penundaan itu diajukan oleh tim pengacara Pinochet, dari semula Rabu ini dan kemudian disetujui oleh pengadilan menjadi 26 April mendatang. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0004/19/LN/peme27.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
