'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Kamis, 25 Mei 2000
================================
@ Emmerson: AS menilai Gus Dur masih layak
@ Demi Rekonsiliasi
Gus Dur tetap akan Maafkan Soeharto
@ Tidak Sekadar Tepuk Tangan
@ Tim Gabungan Pemberantasan Korupsi Dilantik
Presiden Minta Tim Segera Bekerja
@ Uang Palsu Beredar Rp 6,4 M
-------------- Luar Negeri --------------------
*Diam-diam, AS Buka Kerjasama Militer dengan Indonesia
*Warga Kristen Lebanon Merasa Dikhianati Israel
--------------------------------------------------
Emmerson: AS menilai Gus Dur masih layak
Laporan Eko Warijadi
-------------------
satunet.com - Prof Donald K. Emmerson, Indonesianis asal Stanford
University, AS yakin bahwa Gus Dur telah melakukan banyak terobosan politik
selama memimpin.
Terobosan politik itu, khususnya dalam meng-improve hubungan sipil militer
dan menempatkan demokrasi dan HAM sebagai wacana pokok. "Rule of law yang
masih harus dibenahi," ujarnya ketika diserbu wartawan usai berbicara dalam
Inaugurasi The Habibie Center, di JHCC Jakarta, Rabu (24/5) petang. Berikut
petikannya.
Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/05/25/16094.html
Demi Rekonsiliasi
Gus Dur tetap akan Maafkan Soeharto
-------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Untuk kesekian kalinya, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan
akan memaafkan kesalahan mantan Presiden Soeharto dan Habibie. Ia kembali
membuka pintu maaf bagi mantan Presiden Soeharto dan Habibie bila kelak
pengadilan menyatakan mereka bersalah.
''Saya menyadari, hal ini tidak akan dimengerti oleh negara Barat, tetapi
itu dilakukan semata demi rekonsiliasi nasional,'' kata Presiden dalam
seminar Democratitation and the Struggle the Class of Civilization for
Indonesia, di Jakarta, Rabu (24/5) kemarin.
Menurut Gus Dur, hukuman yang diberikan kepada penguasa orde baru itu tidak
mesti dijalankan dengan keras, tetapi harus luwes. Bangsa Indonesia, kata
Presiden, meski dalam banyak hal selalu mengacu ke negara Barat, untuk
urusan rekonsiliasi tidak harus begitu. ''Dengan pengampunan menuju proses
rekonsiliasi, akan menjadi langkah maju bagi negara Timur termasuk
Indonesia dalam hal penegakan keadilan, '' kata Gus Dur.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/25/nusa11.htm
Tidak Sekadar Tepuk Tangan
----------------
JAKARTA - Suhu politik kian memanas menjelang SU MPR tahunan Agustus
mendatang. Di sanalah Presiden Abdurrahman Wahid akan memberikan progress
report perjalanan pemerintahannya setahun pertama.
Bagi Ketua MPR Amien Rais, forum itu bukan sekadar memberikan "tepuk
tangan'' untuk Gus Dur. "Belum ada koalisi yang kongkret sama sekali,''
katanya kepada wartawan di Jakarta kemarin.
Hasil pemantauannya di kalangan DPR, perbincangan di DPR muncul angin
politik yang cukup segar. "Saya memantau ada dua gajah pemenang pemilu,
yaitu PDI-P dan Golkar yang sepertinya sedang menyetel musik baru.''
Dia mencontohkan, PDI-P dan Golkar menggunakan hak interpelasi untuk
memanggil Presiden. Dalam sekejap saja sudah terkumpul 200 tanda tangan
lebih. Sebagian besar dari Golkar dan PDI-P, tapi juga bahkan ada dari PAN,
PKB, PBB, PPP, dan lain-lain. "Saya bisa membaca bahwa kenyataannnya hak
interpelasi yang cukup dahsyat itu para sponsornya adalah para anggota DPR
dari Golkar dan PDI-P.''
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/25/nas4.htm
Tim Gabungan Pemberantasan Korupsi Dilantik
Presiden Minta Tim Segera Bekerja
---------------------
Jakarta, Kompas
Sebanyak 25 anggota Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang
diketuai mantan Ketua Muda Mahkamah Agung (MA) Adi Andojo Soetjipto hari
Rabu (24/5) dilantik Jaksa Agung Marzuki Darusman di Istana Negara.
Pelantikan dihadiri Presiden Abdurrahman Wahid dan jajaran Kabinet
Persatuan Nasional.
Meski Tim Gabungan dibentuk dengan Surat Keputusan Jaksa Agung, Presiden
Abdurrahman Wahid dalam pidato sambutannya mengatakan, pelantikan Tim
Gabungan dilakukan di Istana Negara karena pemerintah ingin melihat tim
segera bekerja menangani masalah korupsi.
"Ini berarti, baik tim maupun yang mengangkat haruslah bebas dari tindak
pidana korupsi. Berarti juga dapat dilakukan tindakan apa saja oleh Tim
Gabungan untuk memeriksa siapa saja. Ini sanpenting untuk diperhatikan dan
dilaksanakan secara sungguh-sungguh," tegasnya.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/25/UTAMA/pres01.htm
Uang Palsu Beredar Rp 6,4 M
---------------
JAKARTA- Berapa jumlah uang palsu yang beredar selama ini? Menurut data
yang dimiliki Bank Indonesia (BI), sejak Januari 2000 sampai April 2000
atau selama empat bulan, jumlahnya Rp 6,4 miliar. Meski demikian, BI
menganggap peredaran uang palsu sebesar itu belum membahayakan. Sebab,
dibandingkan dengan uang asli yang beredar, jumlah tersebut masih sangat
kecil.
''Jumlah uang palsu yang beredar itu belum menjadi ancaman bagi kita.
Jumlahnya masih terlalu kecil,'' kata Deputi Direktur Pengedaran Uang Bank
Indonesia (BI) Khaidir Tohir di Jakarta kemarin.
Disebutkan, dibanding dengan uang kuartal yang beredar saat ini, jumlah
uang palsu tersebut hanya 0,0061 persen. Disebutkan, uang palsu yang
ditemukan hingga April paling banyak dalam lembar 50 ribuan. Jumlahnya Rp
6,1 miliar. Lembar 20 ribuan Rp 238,8 juta, lembar 10 ribuan Rp 57,5 juta,
dan lembar lima ribuan Rp 7,4 juta.
Selengkapnya:
http://www.jawapos.co.id/dailynews/200005/25/Berita_Utama/1-PALSU.asp
-------------- Luar Negeri --------------------
Diam-diam, AS Buka Kerjasama Militer dengan Indonesia
------------------
Washington - 25 May 00 08:44 WIB (Astaga.com)
Pemerintahan Bill Clinton, diam-diam telah membuka kembali kerjasama
militer dengan Indonesia yang sempat terputus menyusul terjadinya aksi bumi
hangus di Timor Timur pasca jajak pendapat, beberapa bulan lalu. Kerjasama
dimaksud, menurut juru bicara Pentagon, Kenneth Bacon, dimulai dengan
mengundang 10 perwira TNI untuk melihat latihan bersama antara angkatan
bersenjata Amerika, Thailand, dan Singapura, yang diberi sandi "Kobra Emas"
pekan ini.
Juga akan ada latihan bersama antara Amerika dengan negara-negara ASEAN,
termasuk Indonesia, 18-26 Juli mendatang. "Latihan tersebut merupakan
pendahuluan bagi kerjasama militer yang lebih besar di antara militer kedua
negara yang akan dipresentasikan di hadapan kongres, bulan ini," ujar
pejabat tersebut seperti dilaporkan New York Times edisi, Rabu (24/5).
Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,17583,00.html
Warga Kristen Lebanon Merasa Dikhianati Israel
-----------------
QLAIAA - Perasaan dikhianati, marah, dan takut, meliputi masyarakat Kristen
Lebanon yang selama ini mendapat perlindungan dari Israel di Lebanon
selatan, begitu pasukan terkahir Israel angkat kaki dan pulang ke tanah air
untuk mengakhiri masa pendudukan selama 22 tahun.
Penduduk Kristen yang hingga kemarin masih tinggal di Desa Qlaiaa dan kota
Marjayoun, sekarang harus berhadapan langsung dengan musuh bebuyutan
mereka: gerilayawan Hisbullah, yakni penganut Islam Syiah yang didukung
Iran dan Suriah.
Hisbullah dan gerilyawan kiri lain mengumpulkan berbagai senjata dan
amunisi yang ditinggalkan misili Tentara Lebanon Selatan (SLA) dukungan
Israel. Senjata-senjata itu bukan hanya senapan dan pistol, tetapi juga
senjata berat seperti meriam artileri, tank, dan mobil lapis baja
pengangkut pasukan.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/25/int2.htm
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l