************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Senin, 29/5/2000, 10:33 WIB Presiden prihatinkan pemboman di Medan Laporan Elvy Yusanti satunet.com - Presiden menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas kasus peledakan bom di Medan. Hal itu diungkapkan saat menerima sejumlah eksponen gereja, Senin ini. Mereka yang bertemu Presiden KH Abdurrahman 'Gus Dur' wahid adalah Pdt Eka Dharmaputera (GKI), Martin Sirait (HKBP), Dr Andreas Yewangoe dan Martin Sinaga. Presiden kembali menegaskan soal pentingnya kerukunan beragama. Dikatakan, peristiwa yang terjadi dengan masalah suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) jangan dipahami sebagai insiden yang lepas atau satu-satu. Saat ini, jelas Gus Dur sebagaimana dikutip Eka, tengah berlangsung satu proses, di mana satu pihak dengan yang lain berkecenderungan untuk menekankan kepada identitasnya masing-masing yang terkadang berlebihan atau ekslusif. Di satu sisi, ada paradigma baru meletakkkan identitas yang sempit ke dalam identitas yang luas. Hal ini menurut Gus Dur tidak selalu klop dan terkadang ada konflik. Proses ini, tidak perlu dipandang secara pesimistis namun sebagai proses yang saat ini memang harus dilalui. Saut Sirait menyatakan, Minggu melam telah ada koordinasi dari komponen agama di Medan -- HMI, Muhammadiyah, HKBP, PMKRI -- yang sepakat untuk melakukan koordinasi bersama-sama dalam menangani kasus ini. Dia yakin, situasi beragama di Medan, yang akrab satu sama lain, sulit untuk ditembus dengan isu-isu SARA. "Memecahkan garis agama di Sumut pasti akan gagal," tandasnya. Dia meminta aparat mengusut tuntas dan memulihkan keamanan di sana. Ditanya mengenai situasi akhir-akhir ini menjelang SU MPR pada Agustus, presiden menurut Eka menyarankan agar semua "tenang-tenang saja." "Kita tenang-tenang saja, karena dalam perkembangannya segala sesuatunya akan berhasil dan membawa kemajuan bagi negara," kata Gus Dur. Menurut presiden, hal itu tidak perlu membuat masyarakat resah atau gelisah. [anr] "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
