************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** JAWA POS Jumat, 26/05/2000 - 12:09 WIB GPM dan Keuskupan Minta PBNU Bantu Selesaikan Kerusuhan Maluku Ambon - Badan Pekerja Harian (BPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) dan Keuskupan Amboina, melayangkan surat kepada Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), guna meminta bantuan penyelesaian Kerusuhan berbau SARA yang selama > setahun terakhir ini belum juga berakhir. Ketua Sinode GPM Pendeta S.P. Titaley, STh dan Sekretaris Keuskupan Amboina, RD.Y. Atjas,PR, di Ambon Jumat mengatakan, telah melayangkan surat kepada PBNU, 20 Mei 2000 lalu, guna meminta keterlibatan PBNU membantu penyelesaian konflik kemanusiaan yang mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan puluhan ribu umat manusia di Maluku. Kedua pimpinan umut itu menilai aparat keamanan maupun Pemda Maluku, akhir-akhir terlihat ragu-ragu dalam mengambil tindakan guna mencegah terjadinya kerusuhan. Mereka juga berpendapat konflik antarwarga yang masih terus berlanjut itu, bermuatan politik dengan menggunakan simbol-simbol agama sebagai kendaraan politik, dengan tujuan menciptakan ketidakstabilan politik di dalam negeri demi tujuan politik tertentu. Sehubungan dengan itu, GPM dan Keuskupan Amboina, meminta PBNU untuk segera mengupayakan pemulangan para Laskar Jihad ke daerah asalnya karena kehadiran mereka menimbulkan polemik dan konflik baru di tengah masyarakat. Dikatakan, keberadaan Laskar Jihad telah menimbulkan kecemasan dan keresahan di kalangan umat Kristen, mengingat sebelum kedatangan mereka ke Maluku, persiapannya seperti layaknya militer yang hendak berperang, telah terpublikasi secara luas. "Sebagai sesama pimpinan umat beragama, kami telah berupaya seoptimal mungkin melakukan dialog dengan semua pihak, guna mencari solusi penyelesaian terbaik, namun tampaknya usaha itu sia-sia, karena ketika masyarakat Maluku sedang berproses untuk memulai suatu kehidupan tentram dan damai, Laskar Jihad didatangkan secara bertahap," ujar para pimpinan umat itu. Mereka mengatakan berbagai upaya, telah dilakukan baik komunikasi dengan aparat keamanan maupun Pemda, guna memulangkan Laskar Jihad. Namun, pihak aparat keamanan maupun Pemda sama sekali tidak memperhatikannya, karena tetap berpendapat bahwa tujuan kedatangan Laskar Jihad adalah sosial. Kecemasan dan keresahan umat Kristen juga lebih diperparah dengan kedatangan sekitar 200-an kontainer, yang diperkirakan berisikan senjata organik dan amunisi. Apalagi kontainer yang telah disegel aparat keamanan itu, kemudian dibongkar secara paksa dan isinya diambil oleh kelompok massa tertentu, 16 Mei lalu. Kedua lembaga itu juga meminta PBNU untuk mengupayakan dialog dengan berbagai pihak--khusus Umat Muslim dam Kristen--guna mencari solusi terbaik menyangkut model rekonsiliasi sosial dan religius, sehingga relasi sosial dan religius yang telah terbukti terjalin dengan baik di kalangan orang Maluku sejak ratusan tahun lalu, dapat berlangsung seperti sediakala. Selain itu, meminta organisasi yang didirikan oleh Presiden Abdurrahman Wahid itu, memulangkan aparat keamanan yang tidak netral, jujur maupun tidak adil dalam menjalankan tugas, ke daerah asal masing-masing dan diganti dengan yang lebih netral, adil dan jujur, sehingga tercipta rasa aman dan tentram dalam masyarakat serta mendukung proses rekonsiliasi dapat berlangsung dengan baik. (ant) "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
