''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Rabu, 31 Mei 2000 ================================ @Matori: Yang Tidak Bersih Harus Mundur @Kerusuhan Poso Meningkat, TNI Siapkan 1.500 Prajurit @Penuntasan Kasus Soeharto Tetap Butuh Tekanan Politik @Warga Galela Bertikai Lagi, 44 Orang Tewas @Citra Kabinet Gus Dur Turun Bondan harus Beberkan Keterlibatan Istana --------- Luar Negeri --------------- **Israel Peringatkan Suriah dan Lebanon **Chirac desak wujudkan Korps Eropa ---------------------------------------- Matori: Yang Tidak Bersih Harus Mundur --------------- JAKARTA-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak akan memberikan toleransi kepada kadernya yang terlibat Buloggate. Termasuk mereka yang berasal di kabinet, juga harus mundur jika terlibat kasus yang menghebohkan itu. "Siapa saja, termasuk pembantu presiden sekalipun, yang diduga terlibat kasus korupsi Bulog harus mundur. Yang tidak bersih saya sarankan untuk mundur, karena pemerintahan yang sekarang ini membawa panji-panji reformasi,'' kata Ketua Umum PKB Matori Abdul Djalil di Jakarta, kemarin. Dia mengungkapkan hal itu ketika ditanya apakah sebaiknya Alwi Shihab mundur dari jabatan menyusul kabar keterlibatan menlu itu dalam Buloggate. Alwi secara tegas telah membantah keterlibatan tersebut. Selengkapnya : http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/31/nas2.htm Kerusuhan Poso Meningkat, TNI Siapkan 1.500 Prajurit ------------------ MAKASSAR -- Eskalasi kerusuhan di Poso, Sulawesi Tengah, terus meningkat. Kerusuhan kemarin meletus di Kelurahan Moengko, Gebang Rejo, Lawengko, dan Sayo. Sedikitnya dua orang meninggal, sepuluh orang luka berat, dan seorang luka ringan dalam kerusuhan bernuansa SARA itu. ''Situasi dalam dua hari terakhir semakin ruwet,'' kata Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI S Kirbiantoro kepada wartawan seusai gelar pasukan untuk mengantisipasi kerusuhan Sulawesi Tengah, di Makassar, kemarin. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2005/31/19990.htm Penuntasan Kasus Soeharto Tetap Butuh Tekanan Politik --------------------- Jakarta, Kompas Meskipun Jaksa Agung Marzuki Darusman telah menetapkan mantan Presiden Soeharto dalam status tahanan rumah, penuntasan kasus Soeharto tetap membutuhkan tekanan politik, baik dari jalur parlementer maupun ekstraparlementer. Harus dipahami kasus Soeharto merupakan sebuah pertarungan antara kekuatan politik lama dengan segala kekuatan jaringannya, termasuk kekuatan di bidang finansial dan birokrasi melawan kekuatan politik baru. "Tanpa tekanan politik, nonsense kasus Soeharto bisa dituntaskan," kata Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Hendardi kepada Kompas di Jakarta, Selasa (30/5). Ia mengamati Kejaksaan Agung (Kejagung) selalu menjawab tekanan politik ekstraparlementer dengan langkah-langkah yuridis yang lebih pasti. "Penetapan status tahanan rumah adalah langkah politis," ujar Hendardi. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/31/UTAMA/penu01.htm Warga Galela Bertikai Lagi, 44 Orang Tewas -------------------- AMBON (Media): Korban meninggal dunia akibat pertikaian antarwarga di Desa Makete, Mamuya, dan Duma, Kecamatan Galela, Provinsi Maluku Utara, sejak Senin (29/5) hingga kemarin berjumlah 44 orang serta 102 orang mengalami luka berat dan ringan. "Sesuai laporan sementara yang saya terima 44 orang meninggal, namun, ada kemungkinan bertambah, karena aparat keamanan sementara melakukan pendataan jumlah korban meninggal dan luka-luka," kata Pangdam XVI/Pattimura Brigjen Max Tamaela, kemarin seperti dikutip Antara. Tambahan pasukan dari Ternate telah dikirimkan ke lokasi kejadian untuk membuat sekat di antara kedua belah pihak serta mengantisipasi aksi-aksi penyerangan. "Saya telah perintahkan aparat untuk melakukan prosedur tembak di tempat terhadap para perusuh," kata Pangdam. Selengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=2000053100061885 Citra Kabinet Gus Dur Turun Bondan harus Beberkan Keterlibatan Istana -------------------------- Jakarta (Bali Post) - Mundurnya Bondan Gunawan dari Sekretaris Negara dinilai positif oleh Ketua DPR Akbar Tandjung dan Wakil Sekretaris Fraksi Reformasi DPR Alvin Lie. Bahkan, Bondan diharapkan membeberkan keterlibatan Istana dalam kasus Bulog. Ditemui Selasa (30/5) kemarin, Alvin Lie memperkirakan mundurnya Bondan karena ''keserempet'' (tersandung) kasus Bulog, setidaknya Bondan mengetahui adanya kasus itu. ''Kalau tidak 'keserempet' mengapa mundur ketika kasus Bulog mulai terbuka dan nama Bondan disebut-sebut,'' katanya. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/31/p4.htm --------- Luar Negeri --------------- Israel Peringatkan Suriah dan Lebanon --------------------- Jerusalem, Selasa Konflik Israel-Lebanon belum tuntas, meskipun pasukan Israel telah mundur dari Lebanon selatan yang selama ini mereka duduki. Tindakan saling mengancam masih muncul dari mulut pihak-pihak yang bertikai. Menteri Luar Negeri Israel, David Levy, Selasa (30/5), kemarin memperingatkan Suriah dan Lebanon agar tidak coba-coba "bermain api" dengan Israel, sebab akan membahayakan mereka sendiri. Dalam persoalan ini, Levy juga menuduh Iran yang secara terus-menerus mensuplai senjata untuk kelompok Hezbollah yang kini bergerak ke Lebanon selatan. Pasukan Hezbollah mengancam akan menggempur Israel, apabila Israel tidak secepatnya meninggalkan ladang pertanian Shebaa di Lebanon selatan yang terletak di sepanjang perbatasan Suriah. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/31/LN/isra02.htm Chirac desak wujudkan Korps Eropa Laporan Charles P Manurung ------------------ satunet.com - Presiden Prancis, Jacques Chirac, mengeluarkan seruan bagi pembaruan struktur pertahanan Eropa. Chirac mendesak bagi pembentukan satuan gerak cepat Uni Eropa untuk mengawasi kawasan utara Mediterania. Seruan ini dikeluarkan sebulan sebelum Prancis mengambilalih posisi sebagai presiden UE. Ia juga mengusulkan pertemuan puncak dengan negara-negara bekas Yugoslavia untuk lebih mendorong proses demokratisasi. Memberikan sambutan di hadapan para anggota badan pertahanan, Western European Union, ia mengatakan dukungan terhadap suatu kapasitas pertahanan merupakan langkah yang sangat penting untuk membentuk indentitas Eropa. Selengkapnya : http://satunet.com/artikel/isi/00/05/31/16642.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
