''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Rabu, 14 Juni 2000 ================================ *Agus Akan Dipertahankan Sebagai Pangkostrad *TNI LIHAT ASPIRASI MERDEKA PAPUA SEBAGAI GERAKAN SEPARATISME *Delegasi RI-GAM Capai Kesepakatan *Kenapa PDI-P Tidak Ngotot dalam Kasus 27 Juli? Agus Akan Dipertahankan Sebagai Pangkostrad ------------------------------------------------------- Teka-teki kemungkinan pergantian Pangkostrad Letjen TNI Agus Wirahadikusumah dalam mutasi yang berlangsung Juni 2000 ini, terjawab. Kabarnya, Agus Wirahadikusumah akan dipertahankan. Sebelumnya dikabarkan, dengan munculnya kontroversi penemuan dokumen pertemuan Bulak Rantai, AWK - demikian panggilan Pangkostrad ini - ia bakal di-Dankodiklat-kan ke Bandung. Sementara posisinya bakal ditempati Pangdam Jaya Mayjen TNI Ryamizard Ryacudu, kawan seangkatan AWK di Akabri 73. Dua nama lain yang juga disebut-sebut masuk bakal jadi Pangkostrad dalam sidang wanjakti, Selasa malam pekan lalu, adalah Danjen Kopassus Mayjen Syahrir MS dan Komandan Pusat Teritorial Mayjen Ismed Yuzairi. Sumber-sumber Astaga.com menyebutkan, Aster Kasad , Mayjen Saurid Kasi Kadi yang disebut-sebut menggelar pertemuan Bulak Rantai dibebastugaskan sebagai Pati AD. Posisi Saurip akan digantikan oleh Mayjen Nyoman Suisma yang kini menjabat staf Kostrad. Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,20425,00.html TNI LIHAT ASPIRASI MERDEKA PAPUA SEBAGAI GERAKAN SEPARATISME --------------------------------------------------------------------------- -- Jakarta, 13/6 (ANTARA) - Panglima TNI Laksamana Widodo AS menegaskan, jajaran TNI cenderung melihat aspirasi merdeka yang dihasilkan Kongres Rakyat Papua II sebagai gerakan separatisme yang hendak melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Berdasarkan hukum nasional maupun internasional, gerakan separatisme itu sebenarnya dapat ditindak tegas. Karena pemerintah mengedepankan penyelesaiannya melalui pendekatan persuasif, maka TNI-Polri akan menyesuaikan penanganannya sesuai kebijakan politik pemerintah," katanya menanggapi pertanyaan anggota dewan dalam Raker TNI-Komisi I DPR, di Jakarta, Selasa. Di Irian Jaya saat ini terdapat 5.557 prajurit TNI, dan mereka membantu pengamanan perbatasan, membantu Polri memelihara keamanan, serta membantu Pemda Irian Jaya dalam membangun kecintaan rakyat terhadap NKRI. Widodo menegaskan, Irja adalah masalah Indonesia, dan TNI tidak ingin pihak asing terlibat dalam penyelesaiannya. "Kita harus berusaha maksimal menyelesaikan masalah Irian Jaya oleh kita sendiri," katanya. Lengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000613200026D130523 Delegasi RI-GAM Capai Kesepakatan ------------------------------------ Delegasi Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) akhirnya mencapai suatu kesepakatan soal prosedur tetap (protap) Komite Bersama Modalitas Keamanan (KBMK) selama berlakunya jeda kemanusiaan di Aceh. Mereka berharap para personil - baik TNI/Polri maupun GAM - yang ada di lapangan mematuhi apa yang telah disepakati. "Kesepakatan bersama ini dicapai demi menciptakan situasi kondusif agar bantuan kemanusiaan sampai kepada sasaran," kata Juru bicara Delegasi GAM Tgk Nashiruddin bin Ahmad kepada wartawan Selasa (13/6) kemarin - saat penandatanganan Protap KBMK di Hotel Kuala Tripa. Ia menyatakan Protap ini disusun lewat suatu proses dialog yang sangat alot. Sementara juru bicara Delegasi RI Kol Drs Ridhwan Karim menyatakan dengan adanya protap ini diharapkan kedua pihak - baik TNI-Polri dan GAM - dapat segera menghindari konflik dan upaya provokasi, seperti penaikan bendera GAM, intimidasi kepada masyarakat. "Mari kita kontrol masing-masing anggota melalui pejabat masing-masing," kata Ridwan Lengkapnya: http://www.jawapos.com/hotnews/20000614-091831.htm Kenapa PDI-P Tidak Ngotot dalam Kasus 27 Juli? --------------------------------------------- Pengamat masalah politik dari LIPI, Dr. Ikrar Nusa Bhakti mempertanyakan sikap PDI-P yang memberi kesan tidak ngotot lagi dalam menyelesaikan kasus 27 Juli. "Ini memang sinyalemen saya. Tapi kalau ini betul, maka ini membuktikan bahwa orang sipil yang berada di tampuk kekuasaan sering melupakan keadilan," katanya ketika dikontak di rumahnya semalam. "Dulu sebelum berkuasa, PDI-P mencitrakan sebagai partai di mana wong cilik merasa bisa bergantung menemukan keadilan. Tapi setelah berkuasa, mereka seakan-akan melupakannya," kata Ikrar yang mengaku dalam Pemilu lalu mencoblos tanda partai bergambar sapi gemuk itu. Ia melihat bahwa ketidak-ngototan PDI-P dalam kasus ini, ada kaitannya dengan sikap Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri setelah duduk sebagai Wakil Presiden, yang terkesan tidak ingin cari perkara dengan cara menghindari konflik. Padahal menurut Ikrar, ketika kasus ini pertama kali mencuat, Megawati mengatakan, bahwa Kasus PDI itu menyangkut masalah penegakan hukum di Indonesia sehingga ia menginginkan penyelesaian kasus PDI secara hukum, bukan dengan cara politik Lengkapnya: http://kompas.com/berita-terbaru/0006/14/headline/10.htm +++++++++++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
