''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Kamis, 29 Juni 2000 ================================ <> Maluku Berangsur Membaik <> Ichlasul Amal: Buat Ambon Cukup Darurat Sipil <> Aparat di Maluku Diminta Tak Seenaknya <> Darurat Sipil di Maluku Harus Terus Diawasi <> Situasi Poso 'menyeramkan' <> Tokoh Riau Merdeka Kumpul <> Tokoh Minang Dukung Syahril Maluku Berangsur Membaik --------------------------------- TEMPO Interaktif, Ambon: Kondisi kota Ambon dan kota-kota lainnya di Maluku berangsur-angsur membaik sejak diberlakukannya darurat sipil oleh pemerintah pusat. Meskipun demikian, aksi penembakan gelap dan saling lempar batu masih terjadi di beberapa tempat. Di Ambon, beberapa kontainer sengaja diletakan di tengah jalan untuk melindungi anggota masyarakat dari penembak gelap. Demikian pantauan wartawan TEMPO Interaktif dari Ambon, Maluku, Rabu (28/6) malam. Sebagian besar masyarakat Ambon sudah memahami pemberlakukan darurat sipil. Bila sebelumnya sebagian besar masyarakat membawa senjata tajam dan senjata rakitan di jalan-jalan, pemandangan tersebut satu hari terkahir sudah tidak tampak lagi. Yang terlihat hanya patroli dari aparat keamanan dengan menggunakan kendaraan militer. Dari Galela, Maluku Utara, dilaporkan pagi tadi ditemukan sejumlah mayat yang digantungkan pada sebuah truk. Beberapa orang yang mencoba menurunkan mayat tersebut disambut tembakan oleh pelaku tidak dikenal. Aliran listrik di kota itu telah dipadamkan oleh pengusa darurat sipil untuk mengurangi aksi-aksi penembakan dari penembak gelap. Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/fokus/27/2,1,16,id.html Ichlasul Amal: Buat Ambon Cukup Darurat Sipil --------------------------------------------------------- Reporter: Bagus Kurniawan, Fotografer: Luhur Hertanto detikcom - Yogya, Prof Dr Ichlasul Amal tidak setuju bila dalam mengatasi kerusuhan di Ambon, Maluku ditingkatkan dengan memberlakukan keadaan darurat militer. Menurutnya, pemerintah cukup memberlakukan keadaan darurat sipil saja. "Darurat sipil sudah cukup untuk memulihkan keamanan dan menegakkan hukum yang selama ini tidak berjalan di sana (Maluku-red)," kata Ichlasul Amal ketika dihubungi detikcom, Kamis (29/6/2000). Menurut Amal, bila diberlakukan darurat militer maka asumsi yang muncul Maluku kondisinya sangat berbahaya. Seolah Maluku mendapat ancaman dari luar baik ancaman dari militer maupun dari negara asing. "Darurat sipil itu sudah tertinggi untuk diberlakukan Maluku saat ini," kata Amal. Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/06/29/2000629-073312.shtml Aparat di Maluku Diminta Tak Seenaknya Hasballah: Darurat Sipil Jangan Jadi Darurat Militer ---------------------------------------------------------------- BERSIAP MENGUNGSI: Pemberlakuan darurat sipil tampaknya belum bisa menyelesaikan konflik di wilayah Maluku. Kerusuhan-kerusuhan masih saja terjadi di beberapa daerah itu. Agar terhindar dari kerusuhan, warga mengungsi keluar wilayah itu. Sejumlah warga Kota Moluccas, berbekal seadanya, bersiap mengungsi ke wilayah yang aman dari konflik. (Foto:Suara Merdeka/rtr-55b) JAKARTA-Menteri Negara Urusan HAM Hasballah M Saad mengingatkan aparat keamanan yang bertugas di Maluku, pemberlakuan darurat sipil di daerah itu bukan berarti mereka boleh seenaknya melakukan pelanggaran HAM. Peringatan itu disampaikannya kepada wartawan sebelum menghadiri sidang kabinet di Bina Graha, Rabu. Hasballah menilai penerapan darurat sipil di Maluku dan Maluku Utara saat ini merupakan langkah tepat. Sebab, sudah terlalu banyak korban yang berjatuhan dan tidak ada upaya yang efektif untuk menghentikan semua itu kecuali dengan darurat sipil. "Namun darurat sipil ini bukan memberikan legitimasi untuk bertindak di luar batas kewenangan. Sebagai Meneg HAM saya berharap anak-anak yang diterjunkan ke sana untuk melaksanakan keadaan darurat sipil harus dibekali, dan menyampaikan (hal itu) kepada aparat keamanan dan publik di sana bahwa ini bukan legitimasi untuk melakukan pelanggaran HAM. Jadi, bagaimanapun pelanggaran HAM harus dihindari," paparnya. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/29/nas2.htm Darurat Sipil di Maluku Harus Terus Diawasi ------------------------------------------------------ Jakarta, Kompas Cyber Media Keadaaan darurat sipil yang diberlakukan di Maluku Utara dan Maluku, harus terus diwaspadai agar aparat militer tidak mengambilalih fungsi Polri. Demikian ahli hukum tatanegara Fakultas Hukum UI Satya Arinanto ketika diminta mengomentari pendapat Hendardi yang dimuat dalam rubrik ini kemarin (28/6). Pemantauan ini juga perlu agar masyarakat ikut memantau penggunaan wewenang yang dimiliki oleh gubernur berkaitan dengan keadaaan darurat sipil tersebut. "Sejauh ini saya memang belum melihat apa yang dikatakan (Hendardi) bahwa di sana (sudah) dilakukan pendekatan militeristik, atau saya yang kurang cermat. Tapi, dalam keadaan darurat sipil, mestinya yang berwenang adalah Polri. Jika ada kecenderungan seperti itu, seyogyanya Polri harus segera take over," kata Satya. Selengkapnya: http://kompas.com/berita-terbaru/0006/29/headline/09.htm Situasi Poso 'menyeramkan' ---------------------------------- satunet.com - Mayat-mayat tergeletak di jalan atau mengambang di sungai. Kebanyakan di antaranya kepalanya terpisah, tangannya diikat di belakang punggung. The Sydney Morning Herald melaporkan, mesjid dan gereja dirusak. rumah dan toko-toko dibakar. Penduduk hidup di tenda-tenda pengungsian dengan masa depan yang tidak pasti. Umat Muslim dan Kristen yang hidup damai dalam beberapa dekake terlibat pertikaian dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Poso saat ini menjadi kota hantu dimana polisi dan TNI yang datang terlambat untuk menghentikan aksi-aksi yang merenggut nyawa, duduk di bawah pohon atau patroli di jalan dimana tidak seorangpun warga terlihat di sana. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/06/29/19311.html Tokoh Riau Merdeka Kumpul ----------------------------------- detikcom - Pekan Baru, Tokoh masyarakat Riau Merdeka juga para simpatisannya akan berkumpul di Hotel Sahid, Pekanbaru, Riau, Kamis (29/6/2000). Sekitar pukul 09.00 WIB akan digelar seminar sehari 'Sosialisasi Hasil Kongres Rakyat Riau II'. Capres Riau, Tabrani Rab akan kembali mengumumkan kemerdekaan Riau. "Saya akan bicara lantang, dan siap memperjuangkan Riau untuk keluar dari Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI)," kata Tabrani kepada detikcom di kediamannya Rabu (28/6/200) malam di Jl Patimura Gobah Pekanbaru, Riau. Dikatakan, seminar tersebut juga merupakan sosialisasi hasil Kongres Rakyat Riau II (BP KRR) tahun lalu yang memilih opsi merdeka. Menurut Tabrani, seminar itu bakal dihadiri tokoh masyarakat Riau juga dijubeli mahasiswa. "Saya akan tetap berbicara pisah dari RI. Sekali merdeka tetap merdeka. Apapun resikonya, saya akan bertanggung jawab," kata dia berapi-api. Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/06/29/2000629-070335.shtml Tokoh Minang Dukung Syahril ------------------------------------- JAKARTA - Kemarin tokoh nasional asal Minangkabau menjenguk Syahril Sabirin. Tampak di antara rombongan yang berjumlah sepuluh orang itu mantan Kapolri Awaloedin Djamin, mantan menkes Farid Anfasa Moeloek, mantan menakertrans Harun Alrasyid Zain, dan mantan menaker Fahmi Idris. Mereka tiba di gedung JAM Pidum sekitar pukul 16.42 WIB. Didampingi Kapuspenkum Kejaksaan Agung Yushar Yahya, yang juga berasal dari Minang, mereka segera naik ke lantai II untuk menemui Syahril yang sudah menanti di ruang data Pidum. Kepada wartawan, Syahril mengaku santai menjalani aktivitas sehari-hari. "Kegiatan saya, masih seperti biasa, menulis, salat, baca-baca dan olahraga. Saya juga mau diet sekalian deh," katanya. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/29/nas4.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
