**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Maluku Report 58
(Provided By Masariku Network 2000)
------------------------------------------------
Laporan Pantauan pemberlakuan Situasi
Daruart Sipil di ambon 27-29 Juni 2000
------------------------------------------------

Sejak diberlakukannya keadaan situasi darurat Sipil di Ambon, laju serangan
kelompok perusuh laskar Jihad terlihat menurun. Walaupun demikian masih
tetap ada upaya pengeboman dengan menggunakan mortir curian hasil jarahan
gudang senjata Brimob maupun mortir seludupan ke kawasan pemukiman Kristen.
Tercatat, dari sejumlah besar mortir yang diarahkan masa perusuh ke Gereja
GPM Rehoboth dan sekitarnya di batu gantung, puluhan mortir tidak berhasil
meledak.. Tidak semua mortir yang diluncurkan memiliki nomor registri ,
seperti contoh registri sebuah mortir yang ditemukan di halaman Gereja
rehoboth dibawah ini:

Pada bagian Ekor : LOT 499 OSC NO: 410

Pada bagian Badan : L50/2 K.F.5 � 53 (709)

TNT 1 ""2 MOR.1

CSC 12/52 2 MOR MKI

Pada Bagian Kepala : CO1152 LOT 654 161 NK2 1 KG

Selam dua hari pemberlakuan situasi gawat darurat tercatat 18 korban
tembakan snipers, 3 diantaranya meninggal yakni:

Seorang laki-laki warga Kristen yang tengah menyebrang jalan di daerah
Petak 10 Batu Gantung. Korban tertembak di kepala. (tanggal 28 Juni)
Seorang lelaki warga Kristen di depan Kalntor Klasis GPM di Batu Gantung.
Korban tertembak ketika sedang menyeberang jalan.(tanggal 27 Juni)
Seorang ibu hamil warga Kristen. Korban tertembak di depan Markas KODAM
Pattimura.
Salah satu korban tembak Sniper yang parah adalah seorang wanita Kristen
bernama Irene. Korban yang sedang hendak memetik daun pisang untuk
jualannya tertembak di ginjal. Memasuki hari ketiganya, 29 Juni, sejak jam
23.00 WIT (28 Juni ) hingga pukul 4.30 WIT (29 Juni), suasana darurat sipil
diwarnai aksi pengeboman mortir di sekitar gereja Rehoboth Batu gantung.

Sebuah sumber militer mengakui bahwa upaya pelacakan sumber-sumber senjata
yang digunakan oleh kaum perusun baru bisa dimulai tanggal 30 Juni ini
sebagai akibat kocar-kacirnya aparat keamanan di lapangan. Sumber itu
mengakui bahwa ada banyak aparat yang sampai saat ini belum kembali ke
satuannya masing-masing.

Selama berlangsungnya kerusuhan tanggal 19-28 Juni, tercatat 148 korban
tembak yang dirawat di rumah sakit.

Provided By Masariku Network 2000

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke