''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Jumat, 1 Juli 2000 ================================ <> Pencarian Kapal Tenggelam Dengan Nomad <> Adi Sasono Bantah Ajak Habibie Dongkel Gus Dur <> Penahanan Syahril Perburuk Citra <> Presiden Adem Ayem Tanggapi Hak Interpelasi DPR <> Presiden PK minta Gus Dur jangan asal ancam <><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><>><><><><><><><><> Pencarian Kapal Tenggelam Dengan Nomad --------------------------------------------------- 1 Jul 2000 0:41:27 WIB TEMPO Interaktif, Sangir Talaud: Meski sudah melakukan pencarian dengan lima kapal, tiga di antaranya kapal patroli cepat Angkatan Laut, tim SAR belum berhasil menemukan KM Cahaya Bahari yang hilang sejak Kamis (29/6) siang di perairan Sangir Talaud. Kepala Kantor SAR Manado, Suleman Kakoe, menyatakan, pada Sabtu (1/7) pihaknya akan mencari kapal penumpang itu dengan menggunakan pesawat kecil jenis Nomad. "Pesawat ini akan mencari posisi kapal melalui udara," ujar Suleman, Jumat (30/6) malam, kepada TEMPO Interaktif. Berdasarkan pemantauan TEMPO Interaktif langsung dari Sangir Talaud, di sekitar pulau-pulau antara Biaro, Tagulandang dan Siau, tidak ditemukan KM Cahaya Bahari. Gelombang laut setinggi dua sampai tiga meter masih menghalangi pandangan tim SAR di kapal Osiania 3. Kesulitan lain yang ditemui adalah terbatasnya BBM yang ada di pulau-pulau tersebut. Ini menyulitkan kapal yang digunakan untuk mengisi kembali BBM-nya. Hingga berita ini diturunkan, Komandan SAR untuk pencarian KM Cahaya Bahari, Letkol Agus Subagio, masih terus melakukan pencarian. Agus dan anggota Angkatan Laut menggunakan Kapal Patroli Cepat Multatuli. Selain Multatuli, KRI Samadikun dan Nusa Utara juga melakukan penyisiran lokasi. Sementara itu, ratusan keluarga penumpang Cahaya Bahari, sejak Kamis (29/6) sampai Jumat ini berada di Pelabuhan Manado menunggu informasi keberadaan kapal yang memuat 492 jiwa pengungsi asal Galela itu. "Saya di sini menunggu keluarga saya. Ibu, kakak, keponakan saya ada di kapal itu," ujar Deby salah seorang keluarga korban. (Verrianto Madjowa) Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/7/1/1,1,3,id.html Adi Sasono Bantah Ajak Habibie Dongkel Gus Dur ------------------------------------------------------------ Jum'at, 30 Juni 2000, @21:46 WIB Jakarta -- Isu adanya pertemuan segitiga antara Adi Sasono, Ginandjar Kartasasmita dan Habibie di Jerman, termasuk ajakan kepada Habibie untuk "mendongkel" Gus Dur, dibantah Adi Sasono. Menurut Adi, yang dihubungi Berpolitik.Com, sore ini, isu tersebut pasti disebarkan oleh orang yang nggak waras. "Itu orang yang nggak ada kerjaan," tudingnya "Kalau mau ketemu Pak Habibie atau Pak Ginandjar buat apa harus ke Jerman segala? di Jakarta saja bisa," bantah Adi yang mengaku sedang berada di Garut. Adi merasa heran, kenapa selama ini dirinya selalu dijadikan sasaran tembak berbagai kerusuhan. "Anda ingat saya pernah dituduh terlibat dalam kasus dukun santet, lalu kerusuhan-kerusuhan, sekarang disangkutkan juga dalam upaya pendongkelan Gus Dur," ujarnya. "Saya nggak tahu apa yang dimau Gus Dur itu?" katanya setengah bertanya. Adi juga merasa heran terhadap ulah Ketua DPUN, Sofjan Wanandi yang telah melempar tuduhan bahwa dirinya bersama Ginanjar dan Mar'ie berusaha untuk mengacaukan SU. Selengkapnya: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/06/30/2146249 Penahanan Syahril Perburuk Citra ----------------------------------------- KUTA - Pengusaha Ciputra mengemukakan, penahanan Gubernur Bank Indonesia (BI) Syahrir Sabirin sebagai tersangka kasus Bank Bali, semakin memperburuk citra pemerintah Indonesia dalam menangani permasalahan ekonomi di mata investor asing. Kondisi dan situasi perekonomian nasional yang tengah terpuruk, akan semakin terperosok jauh dengan penahanan Syahril Sabirin, mengingat kapasitasnya sebagai pemegang bank sentral yang mempunyai otoritas dalam masalah perekonomian nasional. "Citra Indonesia saat ini di mata investor asing semakin terpuruk dengan makin labilnya situasi dan kondisi sosial politik yang cenderung tidak menentu," katanya seusai menjadi pemakalah dalam sidang pleno Forum Rembuk Nasional (FRN) di Kuta, Bali, Jumat. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0007/01/nas9.htm Djohan: Presiden Adem Ayem Tanggapi Hak Interpelasi DPR ------------------------------------------------------------------------ Amien: Semoga Memuaskan JAKARTA-Presiden Abdurrahman Wahid menanggapi penggunaan hak interpelasi DPR dengan adem ayem. Presiden sudah mempersiapkan jawaban atas pertanyaan yang mungkin diajukan anggota Dewan. Sekretaris Negara Djohan Effendi di Sekneg kemarin mengatakan, hingga saat ini Gus Dur belum mengetahui apa saja yang akan ditanyakan anggota Dewan. Di sisi lain, juga masih dipertanyakan apakah pertanyaan Dewan akan dijawab langsung atau diwakilkan ke pembantunya karena mekanisme mengenai itu belum diatur. Andai anggota Dewan menginginkan Presiden hadir, kata Djohan, harus ada permintaan tertulis dari DPR. Hingga saat ini, Sesneg belum menerima undangan itu. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0007/01/nas1.htm Presiden PK minta Gus Dur jangan asal ancam ------------------------------------------------------ satunet.com - Presiden Partai Keadilan Dr M Hidayat Nurwahid meminta Presiden Abdurrahman Wahid jangan asal mengeluarkan ancaman menangkap sejumlah tokoh yang diduga membiayai kerusuhan di Maluku. Usul penangkapan terhadap tokoh politik yang terlibat terhadap aksi kerusuhan di berbagai daerah akhir-akhir ini kembali mencuat. Tindakan tersebut dinilainya sebagai upaya mengantisipasi kerusuhan yang terjadi pada SU MPR Agustus. Nurwahid menilai, apabila Gus Dur melakukan penangkapan hal itu sangat bertentangan dengan demokrasi. "Cara-cara penangkapan seperti ini sama saja pengulangan terhadap praktek rezim Orde Baru. Seharusnya Gus Dur menerima berbagai isu yang bernada melawan pemerintah sebagai kritik, jangan membalasnya dengan penangkapan," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat, usai menjelaskan rencana PK menggelar Milad ke-2 pada 2 Juli 2000 di Stadion Senayan. Acara peringatan 2 tahun PK tersebut rencananya akan dihadiri Ketua MPR Amien Rais, Zarkasih Noer, Hamzah Haz dan Hasyim Muzadi. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/07/01/19495.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
