**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************
Para pembaca yang terhormat,
Dari berbagai pemberitaan media selama ini sebenarnya sudah tampak dengan
jelas siapa sebenarnya yang menjadi sumber kekacauan di Kepulauan Maluku.
Berita berikut ini adalah salah satunya. Semoga penangkapan ini tidak
berhenti sampai di situ saja, akan tetapi sangat diharapkan diproses
secepatnya sesuai hukum yang berlaku untuk mengungkap siapa sebenarnya
dalang di balik kerusuhan di Kepulauan Maluku akhir-akhir ini.
Salam,
Redaksi Eskol Net
----------------------

Komandan Jihad Ditangkap: Petugas Menyita Ratusan Senjata Api
koridor.com [ 6 Jul, 5:54 ]

Komandan Laskar Jihad Maluku, Rusdin Damunwayang, ditangkap petugas patroli
TNI AL. Bersamaan dengan itu disita enam karung pakaian seragam perang dan
ratusan senjata api.
Penangkapan itu dilakukan saat KRI Multatuli melakukan operasi lanjutan,
mencari korban KM Cahaya Bahari yang tenggelam sekitar 50 mil, sebelah
timur Pulau Tagulandang, Sangihe Talaud, Sulawesi Utara, Rabu (29/6).

Rusdin, sarjana jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura, ketika
diinterogasi di geladak KRI Multatuli, mengaku sebagai anggota Himpunan
Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Maluku. "Untuk kelancaraan pemeriksaan kami
langsung menahan yang bersangkutan guna dimintai keterangan," kata Komandan
KRI Multatuli, Letkol Agus Subagyo kepada wartawan di ruang rapat KRI
Multatuli di Pelabuhan Bitung, Rabu.

Agus mengatakan dari tangan Rusdin, petugas menyita selebaran yang
bertuliskan sejumlah nama, yang menjadi target dalam aktivitasnya di
Maluku. "Isi selebaran tersebut perintah untuk membunuh terhadap mereka
yang berani menentang Laskar Jihad. Tidak peduli siapa dia, apakah beragama
Kristen ataupun Muslim," jelas Agus Subagyo.

Sementara itu 250 penumpang Kapal Motor Obi Star lainnya, yang juga
ditangkap petugas KRI Multatuli, diketahui sebagai pasukan Laskar Jihad
yang akan menuju Tobelo ({Media}, 06/07. Bersamaan dengan itu petugas KRI
Multatuli menciduk seorang anggota polisi dan seorang mahasiswi, sebagai
sekretaris Laskar Jihad.

"Pada saat ditangkap anggota polisi yang akhirnya diketahui sebagai
kapolsek itu, masih berpakaian seragam lengkap dan membawa granat nanas.
Penumpang lain yang semula mengira sebagai penumpang biasa, setelah
diperiksa ternyata juga sebagai anggota Laskar Jihad yang siap berperang,"
ujar seorang marinir yang mengaku ikut langsung dalam operasi penangkapan
KM Obi Star. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Achmad
Sutjipto mengatakan patroli TNI-AL akan melakukan tindakan tegas yaitu
menenggelamkan kapal atau perahu yang disinyalir membawa senjata ke wilayah
Maluku.

"Jika kapal yang disinyalir membawa senjata tidak mengindahkan peringatan
dan melawan, maka kapal patroli akan menenggelamkannya," ujar KSAL seusai
acara serah terima jabatan komandan Seskoal dari Laksamana Muda (Laksda)
TNI Edi Suyadi kepada Laksda TNI Budiman Djoko Said di Seskoal, Cipulir,
Jakarta, Rabu.

Menurut KSAL, selama ini TNI-AL masih sekadar memberikan tindakan ringan
atau sekadar peringatan terhadap kapal-kapal yang disinyalir membawa
senjata ke wilayah Maluku.***

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke