''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Selasa, 18 Juli 2000 ================================ <>AS ingin A'lia pimpin pasukan PBB di Maluku <>Gus Dur : Investor tunggu saya digusur apa nggak <>Mataram Digoyang Isu Kerusuhan Antaretnis <>Belum Lagi Terpilih, Muladi Ngotot Jadi Ketua MA AS ingin A'lia pimpin pasukan PBB di Maluku ------------------------------------------- satunet.com - Kehadiran bantuan internasional secara terbatas tampaknya diakui sangat dibutuhkan untuk mengakhiri konflik di Ambon. Presiden Abdurrahman Wahid mengatakan Senin bahwa jika pemerintah Indonesia tidak mampu mengendalikan situasi di Ambon, maka kemungkinan bantuan internasional dalam bentuk bantuan peralatan dan logistik sangat diperlukan. Sejauh ini pemerintah menolak tuntutan para pemimpin agam di Ambon untuk segera menghadirkan pasukan internasional di Ambon. Sementara itu di Sydney, Australia, Senin kemarin Menhan AS William Cohen mengatakan AS berharap Australia dapat menjadi "pemimpin" bila pasukan internasional diterjunkan ke Maluku. "Kami percaya bahwa Australia lebih dekat dengan sitausi di sana, sehingga kami mengharapkan kepemimpinan Australia dalam memformulasikan kebijakan-kebijakan kami di kawasan ini," katanya usai berbincang dengan Menhan Australia John Moore Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/07/18/21048.html Gus Dur : Investor tunggu saya digusur apa nggak --------------------------------------------------- satunet.com - Presiden Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid mengakui investor belum menanamkan modalnya karena masih dalam posisi menunggu berkaitan dengan situasi politik akhir-akhir ini khususnya menjelang Agustus. "Penanam modal tidak datang karena masih menunggu. Trend terakhir, menunggu sampai Sidang Tahunan Agustus apakah saya akan digusur atau nggak," ujar Presiden Gus Dur saat membuka Munas I Asosiasi Pemerintah Daerah Propinsi se-Indonesia di Bina Graha Senin. Menurut Gus Dur, dirinya bicara apa adanya tentang hal ini dan pemerintah tidak bisa memaksakan kehendak, tapi juga tidak tinggal diam. "Investasi luar negeri tidak mungkin ada jika tidak ada stabilitas politik yang permanen," ujar presiden di hadapan gubernur 26 propinsi dan Mendagri serta menteri otonomi daerah. Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/07/18/21034.html Mataram Digoyang Isu Kerusuhan Antaretnis --------------------------------------------------- Menyusul isu akan terjadi kerusuhan antaretnis seminggu terakhir, sebagian warga Mataram hari Senin (17/7) terpaksa mengungsi dan menitipkan barang-barangnya. Kerusuhan muncul dengan isu adanya serangan subuh dan berkembang menjadi sikap memusuhi aktivis LSM non-lokal. Sejak Senin sore, persediaan bensin juga kosong di seluruh Mataram. Bensin tidak tersedia baik di pompa bensin maupun di pedagang eceran. Kalaupun ada, harganya mencapai Rp 1750 per liter. Belum jelas benar apa penyebab menghilangnya bensin tersebut, Tapi hingga Senin sore, Depot Ampenan yang berada di bawah Unit Pembekalan dan Pemasaran Dalam Negeri (UPPDN) V Cabang Denpasar belum dapat dikonfirmasi. Kondisi dengan berbagai isu tersebut diakui oleh Kaditserse Polda NTB Superintendent Drs Gusti Kwendra Kusuma yang tengah melakukan penyelidikan. "Banyak sekali isu beredar," katanya ketika dikonfirmasi di Kantor Gubernur NTB, Senin. Sementara itu Ketua Umum Majelis Adat Sasak Drs H Lalu Azhar yang juga Wakil Gubernur NTB, meminta masyarakat tidak berpikiran sempit kedaerahan. Karena kemajuan yang didapat putra-putra daerah juga karena menjalani pendidikan di luar daerah. Dalam masa pendidikan di perantauan tersebut mereka biasa bergaul dengan berbagai putra asal daerah di seluruh Indonesia. "Saya tidak suka pertentangan. Saya bisa jadi besar begini karena di sekolah dan bergaul di luar daerah," katanya setelah menerima kunjungan Komisi III DPRD Riau. Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,25263,00.html Belum Lagi Terpilih, Muladi Ngotot Jadi Ketua MA -------------------------------------------------------- Kandidat hakim agung, Muladi SH, menyatakan kesiapannya menjadi Ketua Mahkamah Agung. Selaku mantan menteri kehakiman, ia merasa cukup mampu menduduki jabatan ketua. "Kalau tidak jadi ketua, saya akan mundur! Kalau cuma jadi anggota saja, saya tak bisa berbuat apa-apa," kata Muladi dengan tegas kepada wartawan selepas menjalani fit and proper test yang dilakukan Panitia Kerja Komisi II, Senin (17/7) di gedung MPR/DPR. Muladi menolak sikapnya itu dianggap sebagai bentuk arogansi. "Sekarang jaman keterbukaan, jaman reformasi, saya blak-blakan saja!" lanjutnya. Mengenai prosedur pemilihan ketua itu, ia mengaku paham. Bahwa ketua MA akan ditunjuk langsung oleh presiden berdasarkan usulan DPR. "Kalau Presiden tak setuju, saya mundur saja!" ujarnya lagi, ngotot. Sedangkan mengenai usulan agar ketua MA dipilih MPR, ia mengaku tidak sependapat. Sebab, menurut dia, berdasarkan sistem check and balance, Ketua MA memang harus diangkat oleh Presiden, bukan MPR. "Presiden kan menandatangani pengangkatan ketua hakim agung selaku kepala negara, bukan kepala pemerintahan," lanjut salah seorang Ketua Yayasan The Habibie Center itu. Lengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/fokus/32/2,1,9,id.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
