'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Senin, 17 Juli 2000
================================
<> Panglima Laskar Putih Tidore
   Aturan Pemerintah Lemahkan Islam
<> Amien: Bulan Agustus Tonggak Sejarah
<> Hamzah Haz: "Gus Dur Masih Berpeluang"
<> Amien: Tak Bisa Asal Ganti
<> LEDAKAN MORTIR TEWASKAN
   DUA WANITA DI BATU GANTUNG
<> Poso Aman, TNI Konsentrasi Ke Daerah Luar Kota
<> TNI Usulkan Darurat Militer?
------------------------------------

Panglima Laskar Putih Tidore
Aturan Pemerintah Lemahkan Islam
------------------------------------------
Reporter: Bagus Kurniawan
detikcom - Yogyakarta, Panglima Laskar Putih Tidore, H. Abubakar Wahid al
Banjary mengatakan pemerintah seharusnya tidak usah membuat aturan-aturan
yang sifatnya membuat lemah kelompok Islam di Maluku. Karena umat Islam
terutama di Maluku Utara hampir 99,9 persen sudah menyatakan kebulatan
tekadnya untuk berjihad. Wah!
"Pemerintah tak usah buat aturan-aturan yang sifatnya melemahkan Islam,
karena hampir 99,9 persen mereka sudah menyatakan tekad bulat berjihad,"
kata Abubakar Wahid al Banjary seusai acara Tabligh Akbar di gedung PDHI
Alun Alun Utara Yogyakarta, Minggu (16/7/2000).
Dia mengatakan, tekad mereka sudah kuat untuk jihad karena sudah tahu
persis masalahnya, sehingga tidak ada lagi pemberlakuan darurat sipil atau
militer. Sebab itu percmua saja, mereka pasti selalu berhadapan di setiap
kesempatan.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/07/17/2000717-031725.shtml

Amien: Bulan Agustus Tonggak Sejarah
-----------------------------------------------
Reporter: Budi Sugiharto
detikcom - Surabaya, Pemerintah tak kunjung dapat menyelesaikan persoalan
akibat tidak menjalankan amanah. "Kalau mau jujur, tidak satupun pimpinan,
termasuk yang ngomong ini sendiri tidak punya satu pun agenda untuk
menyelesaikan krisis yang berkepanjangan ini," ungkap Amien Rais, jujur.
"Sekarang dan masa depan kita akan dilihat oleh yang di langit. Apakah kita
bisa menjalankan amanah atau tidak. Bagi saya, bulan Agustus sebagai
tonggak sejarah, apakah Gus Dur jatuh atau tidak," ujarnya di akhir
pidatonya.
"Dengan hormat saya kepada Gus Dur, saya yakin Gus Dur pun tidak punya
visi, apalagi agenda," ujar Ketua MPR Amien Rais dihadapan peserta Munas
KAHMI ke-6 di Hotel Garden Palace, Surabaya, Minggu (16/7/2000).
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/07/17/2000717-010834.shtml

"Gus Dur Masih Berpeluang"
----------------------------------
CILACAP-Peluang Presiden Abdurrahman Wahid untuk tetap memimpin bangsa
Indonesia masih terbuka lebar. Meski saat ini Gus Dur dihadapkan pada
penggunaan hak interpelasi DPR RI. Peluang yang terbuka tersebut
menunjukkan mantan Ketua Umum PBNU itu masih berkesempatan menjalankan
tugas kepresidenan sampai masa jabatannya berakhir.
Namun semua itu sangat tergantung pada political action Gus Dur. Jika
political action yang dia mainkan ternyata menimbulkan masalah, peluangnya
dapat saja berkurang. Tapi kalau hasilnya bagus, peluang dia tentu makin
terbuka lebar.
Tetapi kenyataannya, selama sembilan bulan terakhir ini bukan menyelesaikan
masalah melainkan justru membuat masalah. Hal itu ditandai dengan
kemunculan kasus Bulog, masalah PKI, penghentian menteri, dan sebagainya.
Padahal seharusnya lebih memusatkan pikiran pada permasalah-permasalahan
pokok yang menyangkut masalah ekonomi, hukum, dan ancaman disintegrasi
bangsa.
Hal itu dikatakan Ketua Umum DPP PPP Hamzah Haz kepada wartawan seusai
memimpin tablig akbar di alun-alun Majenang, Cilacap, Sabtu (15/7).
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0007/17/nas9.htm

Amien: Tak Bisa Asal Ganti
---------------------------------
SURABAYA-Ketua MPR Amien Rais mengatakan, sebaiknya pergantian Presiden
ditanggapi sebagai hal yang biasa-biasa saja, meski jika ingin mengganti,
harus memikirkan masak-masak, tidak bisa asal ganti. Manfaat dan mudaratnya
harus dipikir dengan jernih.
''Saya tak setuju anggapan jika Gus Dur diganti akan terjadi kiamat di
Indonesia. Itu kata-kata kosong melompong yang tak ada substansinya,'' kata
dia dalam Munas Korps Alumni HMI (KAHMI) di Hotel Garden Palace Surabaya,
Minggu kemarin.
Dia mencontohkan, Bung Karno, pemimpin karismatis, saat diganti, rakyat
juga tenang-tenang saja. Soeharto yang berkuasa 32 tahun, tokoh TNI AD,
saat diganti, juga biasa saja. Termasuk penggantian Habibie, teknolog
andal, ilmuwan, juga tak memunculkan gejolak.
''Karena itu kalau karena takdir Illahi, Gus Dur harus diganti, tentu akan
tenang-tenang saja.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0007/17/nas2.htm

LEDAKAN MORTIR TEWASKAN
DUA WANITA DI BATU GANTUNG
--------------------------------------------
Ambon, 16/7 (ANTARA) - Aksi penyerangan dengan cara menembakkan bom mortir
di kawasan Airmata China dan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe (Kodya Ambon)
ternyata menewaskan dua orang wanita, seorang di antaranya balita di
kawasan Batu Gantung.
Menurut Jef Pieters, seorang warga Mangga Dua yang dikonfirmasi ANTARA di
Ambon, Minggu siang, dua warga sipil yang tewas itu sebenarnya adalah
pengungsi asal Mangga Dua yang mengungsi ke Batu Gantung.
Namun sebuah mortir yang dilepaskan sekelompok massa berseragam putih-putih
dari seputaran Airmata China dan Mangga Dua sekitar pukul 11.00 WIT terbang
melewati kompleks Gubernuran Maluku kemudian jatuh ke arah lembah, tepatnya
di Batu Gantung Dalam sehingga menewaskan Ny. Desy Tangnga dan Novita
Loupatty (4 tahun).
Konflik yang terjadi di kawasan Ponogoro, Airmata China, Mangga Dua dan
Pohon Puleh sejak Sabtu siang (15/7) hingga Minggu telah menewaskan 10
orang, sementara 10 lainnya menderita luka-luka ringan dan berat dan telah
mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Bersalin Al Fatah, Bhakti Rahayu
dan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Haulussy Ambon.
Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000716141341D160081

Poso Aman, TNI Konsentrasi Ke Daerah Luar Kota
------------------------------------------------------------
TEMPO Interaktif, Jakarta: TNI yang secara aktif melakukan tindak
pengamanan di kota Poso, Kalimantan Tengah, menilai kondisi di daerah
konflik itu sudah dapat dikendalikan. Maka, kini, konsentrasi pasukan TNI
diarahkan ke pusat-pusat pemukiman penduduk di luar kota Poso. Demikian
diungkapkan Letda Handoyo, petugas jaga di kediaman Bupati Poso, melalui
telepon ANTARA, Jumat (14/7) malam.
Daerah yang menjadi pusat konsentrasi TNI untuk mengantisipasi isu
penyerangan kembali salah satu kelompok yang berseteru adalah Kolonodale
dan Beteleme di Kabupaten Morowali (kabupaten baru pemekaran dari kabupaten
Poso) dan Tentena kecamatan Pamona Utara. Pasukan gabungan yang
berkonsentrasi di Kolonodale dan Beteleme berkekuatan 500 personil berasal
dari Batalyon II terdiri atas Kompi Senapan B 711 Poso, Kompi 726 Takallar,
Kompi 729 Pinrang, dan Zipur (Zeni Tempur) 8 Makassar. Sedangkan, 300
personil bersiaga di Tentena. Sementara itu, pasukan Kaveleri dan Brimob
bertugas di kecamatan Poso Kota dan Poso Pesisir untuk mengantisipasi
kemungkinan terjadinya aksi pembakaran dan penjarahan rumah-rumah dan
toko-toko yang ditinggalkan pemiliknya.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/7/16/1,1,10,id.html

TNI Usulkan Darurat Militer?
Untuk Mengatasi Konflik di Maluku
------------------------------------------
koridor.com [17 Jul, 0:22]
Panglima TNI Laksamana Widodo AS ternyata telah mengusulkan supaya darurat
sipil di Provinsi Maluku dan Maluku Utara ditingkatkan menjadi darurat
militer.
Usulan tersebut dikemukakannya dalam rapat koordinasi antara para pimpinan
DPR dengan pemerintah, tokoh-tokoh Maluku dan anggota dewan asal Maluku
Jumat (14/7) lalu. Rakor membahas situasi Maluku setelah diberlakukan
darurat sipil.
Hal ini dikemukakan Ketua Aliansi Rekonsiliasi untuk Perdamaian di
Maluku--Aliansi, Amir Hamzah kepada koridor.com, di Jakarta, Minggu
(16/07).
Panglima TNI menyadari, pasti usulannya akan bertabrakan dengan pendapat
pihak lin. Misalnya Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Ketua DPR Akbar
Tanjung tetap menginginkan status darurat sipil dipertahankan.
Selengkapnya: http://koridor.com/artikel.php3?in_no=5688

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke