************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* Eskol Netters yth, rupanya eskalasi konflik bernuansa SARA di Poso semakin meluas. Saling serang menyerang antara dua kelompok massa terus terjadi bukan hanya di pusat kota, tetapi sudah meluas ke berbagai daerah dipinggiran kota Poso. Telah puluhan atau bahkan ratusan jiwa jadi korban, ratusan rumah hancur dan terbakar serta ribuan orang mengungsi keberbagai daerah. Akankah Poso "di-Ambonkan?" Berikut Redaksi postingkan penuturan dari sebuah sumber mengapa konflik bernuansa SARA di Poso menjadi begitu meluas. Salam dan doa, Redaksi Eskol-Net ================ Nampaknya eskalasi konfilk bernuansa SARA di Poso semakin meluas. Sejauh ini orang-orang Kristen merasa sudah terlalu sabar dan mengalah terhadap ulah para perusuh selama ini yang memakan banyak jiwa dan harta benda, maka pada tanggal 23 Mei massa Merah (K) dari beberapa tempat mengadakan perlawanan bahkan mengadakan penyerangan ke Poso kota. Massa Merah dari beberapa Kecamatan seperti: Kecamatan Pamona Utara, Mori Atas, Lembo, Lore Utara, Lore Selatan terus berdatangan untuk membantu rekan mereka di lokasi-lokasi kerusuhan. Merasa terdesak oleh kelompok Merah dan jatuhnya banyak korban jiwa, kelompok Putih (I) minta diadakan dialog atau negosiasi dengan kelompok Merah, supaya bisa mengakhiri pertikaian yang ada. Akhirnya pihak keamanan mengundang wakil dari kelompok Merah untuk bernegosiasi. Oleh kelompok Merah ide tersebut disambut baik. Karena tujuan negosiasi tersebut adalah untuk perdamaian maka Ir. Lateka (tokoh Merah) bersama seorang temannya memberanikan dirinya untuk datang bernegosiasi ke suatu tempat (difasilitasi oleh aparat keamanan). Namun apa yang terjadi, ketika tiba di tempat lokasi yang dituju Ir. Lateka dan temannya langsung ditembak dikepala dan tewas di tempat. Sebelum dikembalikan ke keluarga, mayat Ir. Lateka dipotong-potong dengan sangat sadis. Peristiwa ini terjadi hari Jumat 2 Juni 2000 di Poso. Upacara pemakaman almarhum Ir. Lateka dipenuhi dengan suasana haru. Hal ini sangat disesalkan oleh pihak keluarga maupun oleh warga Kristen Poso karena beliau dibunuh bukan dalam situasi perang melainkan justru ketika beliau dengan itikad baik datang untuk mengadakan negosiasi perdamaian. Kekejaman dan pelanggaran HAM di Poso sudah sangat mengerikan. Kalau tidak cepat diatasi, mungkin kondisinya akan lebih parah dari peristiwa Maluku. Sebab kalau di Maluku kondisi geografisnya terdiri dari banyak kepulauan, sehingga relatif mudah untuk dilokalisir permasalahnnya (walau kenyataannya tidak mudah). Sedangkan Poso hanya terdiri dari satu daratan sehingga sangat sulit membendung massa dari utara atau selatan atau dari mana saja. Peristiwa pembunuhan Ir. Lateka dan temannya itu pasti membangkitkan emosi dan semangat perang dari kelompok Merah di Poso. Kelompok Merah merasa ditipu secara licik oleh kelompok Putih. Adakah buah pikiran untuk solusi Poso? ============== "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
