'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Rabu, 24 Mei 2000
================================
@ Ancaman Pembunuhan Wartawan, Premanisme dan Vandalisme Politik
@ Jaksa Agung Siap Beri Penjelasan Soal SP3 Texmaco
@ Soal Pertemuan Amien-Gus Dur-Mega
Kristiadi: Bila Perlu Culik Mereka
@ DEN Tak Setuju BPPN di Bawah Presiden
@ Ketua MPR: Ada Dua Skenario Sidang Tahunan MPR
@ 'Massa-aparat bentrok di depan Gereja Fransiscus Xaverius'
@ Pakar AS: Investor Ragu karena Pemerintah Lemah
Pemerintah Siapkan Deregulasi Investasi
-------------- Luar Negeri --------------------
*Mahathir Tolak Tambah Menteri Etnis Cina
*Konflik agama di Nigeria, lusinan tewas
--------------------------------------------------
Ancaman Pembunuhan Wartawan, Premanisme dan Vandalisme Politik
--------------------------
Surabaya (Bali Post) -
Ancaman pembunuhan terhadap wartawan yang dilakukan anggota DPRD yang
terhormat menunjukkan adanya indikasi premanisme dan vandalisme politik.
Biasanya orang yang merasakan dirugikan akibat pemberitaan itu kemudian
lebih suka memilih tindakan kekerasan. Misalnya, dengan ancaman ingin
membunuh.
Penegasan itu dikemukakan Direktur LBH Surabaya, Deddy Prihambudi, S.H.
kepada Bali Post, menanggapi ancaman pembunuhan terhadap wartawan dari
anggota DPRD Jatim Hartono, Selasa (23/5) kemarin. Dikatakan, munculnya
ancaman tersebut menunjukkan indikasi jelek dari seorang anggota Dewan yang
terhormat. Menurut dia, seorang anggota Dewan yang duduk di lembaga
legislatif, merupakan hasil Pemilu 1999 yang dipilih oleh rakyat secara
jurdil. Dengan harapan, anggota Dewan yang terhormat dapat menyalurkan
aspirasi rakyat melalui mekanisme yang benar.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/24/n1.htm
Jaksa Agung Siap Beri Penjelasan Soal SP3 Texmaco
---------------------
Jakarta, Kompas
Jaksa Agung Marzuki Darusman menegaskan, pihak Kejaksaan Agung (Kejagung)
siap memberikan penjelasan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) seputar
alasan diterbitkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam
kasus Texmaco. Politisi dari Partai Golkar ini juga menegaskan, penerbitan
SP3 dalam kasus Texmaco sama sekali tidak terkait dengan Presiden
Abdurrahman Wahid.
"Tak ada keberatan dari Kejaksaan Agung untuk memberikan penjelasan.
Keperluan untuk memberikan penjelasan juga ada pada Kejaksaan Agung. Jadi,
siapa yang dahulu saja," kata Marzuki Darusman kepada Kompas Selasa (23/5)
malam. Ia mengaku sudah menerima undangan dari Komisi II DPR untuk
membicarakan masalah Texmaco.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/24/UTAMA/jaks01.htm
Soal Pertemuan Amien-Gus Dur-Mega
Kristiadi: Bila Perlu Culik Mereka
Reporter: Rizal Maslan
-----------------
detikcom - Jakarta, Rencana Amien Rais untuk bertemu dengan Gus Dur dan
Megawati Soekarnoputri merupakan pertanda baik. Menurut J. Kristiadi,
pertemuan itu sangat urgent untuk pulihkan perekonomian dan penegakan
hukum. Bila perlu ketiganya diculik oleh mahasiswa untuk duduk bersama.
"Rencana ini sesuatu yang diharapkan terjadi. Bila perlu para mahasiswa
menculiknya agar mereka duduk bersama untuk teruskan agenda reformasi yang
mereka janjikan," tegas J.Kristiadi saat dihubungi detikcom, Rabu
(24/5/2000) pukul 08.00 WIB.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/05/24/2000524-085852.shtml
DEN Tak Setuju BPPN di Bawah Presiden
------------------
JAKARTA - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) tak setuju dengan rencana pemerintah
menempatkan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) langsung di bawah
bawah Presiden seperti rekomendasi auditor Dana Moneter Internasional (IMF)
McKensey. Selain merepotkan, dikhawatirkan hal itu menimbulkan intervensi
langsung Presiden ke BPPN.
Dimintai komentar di sela-sela konferensi nasional ''Pengelolaan Sumber
Daya Alam'' di Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa, Ketua DEN Emil Salim
menyatakan khawatir atas ketumpang-tindihan wewenang BPPN dan menteri, jika
rencana itu benar-benar diwujudkan.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/24/nas4.htm
Ketua MPR: Ada Dua Skenario Sidang Tahunan MPR
------------------
JAKARTA -- Ketua MPR Prof Dr Amien Rais menjelaskan ada dua skenario besar
yang berkembang menjelang Sidang Tahunan MPR pada Agustus mendatang.
Pertama, Sidang Tahunan kemungkinan hanya semacam penilaian laporan
perkembangan kinerja Kabinet Presiden Abdurrahman Wahid. Kedua, anggota MPR
bisa menyampaikan sikap menerima atau menolak kinerja pemerintah melalui
voting.
Amien menjelaskan hal itu ketika menyampaikan pandangan politiknya dalam
acara dialog nasional 'Dua Tahun Gerakan Reformasi Indonesia: Sebuah
Refleksi' di Jakarta, kemarin. Acara yang dipandu sosiolog UI Imam Prasodjo
itu juga menghadirkan mantan Ketua Senat Mahasiswa UI Rama Pratama, salah
seorang pelaku gerakan reformasi dua tahun lalu.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2005/24/19474.htm
'Massa-aparat bentrok di depan Gereja Fransiscus Xaverius'
Laporan Kleofas Klewen
------------------
satunet.com - KP3T meminta kesaksian dua korban kasus Tanjung Priok dengan
melakukan napak tilas.
Usaha napak tilas ini dilakukan BN Marbun dan Syarifuddin Harahap, Rabu ini
untuk menguak apa sebenarnya yang terjadi dalam Tragedi Priok 1984 yang
meminta banyak korban jiwa itu.
Dua saksi korban yang dimintai keterangannya di lapangan itu adalah Mutolib
dan Sudarto. Keduanya menderita luka tembak. Kesaksian di lapangan itu
diberikan untuk menjelaskan kasus di seputar Gereja Franciscus Xaverius,
samping Polres Jakut.
Di lokasi itu menurut Mutolib, terjadi gelombang ribuan massa yang
berhadapan dengan tentara dan kepolisian. Massa semula berkumpul di Jl
Sindang mengikuti pengajian bersama.
Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/05/24/16018.html
Pakar AS: Investor Ragu karena Pemerintah Lemah
Pemerintah Siapkan Deregulasi Investasi
---------------
JAKARTA-Presiden Abdurrahman Wahid menginstruksikan kepada menteri
keuangan, kepala BPPN, dan Meninves PBUMN untuk menyiapkan sejumlah paket
deregulasi kebijakan investasi. Kebijakan ini penting untuk memberikan
potential return yang tinggi kepada investor agar mereka tertarik
menanamkan modalnya di Indonesia. Instruksi presiden itu diungkapkan dalam
rapat monitoring program percepatan pemulihan ekonomi di Bina Graha,
Jakarta, kemarin. Hasil rapat monitoring yang diikuti seluruh menteri
bidang ekuin itu disampaikan Kabulog yang juga notulis rapat ekuin Dr Rizal
Ramli.
Menurut Rizal, meski banyak kalangan menilai kondisi sosial-politik tak
kondusif, pemerintah optimistis akan mampu menarik investasi asing.
Mengapa? Sebab, risiko ekonomi, sosial, dan politik di suatu negara tak
akan menyurutkan minat investasi jika ada kompensasi terhadap risiko dalam
bentuk return yang lebih tinggi.
Selengkapnya:
http://www.jawapos.co.id/dailynews/200005/24/Berita_Utama/1-INVES.asp
-------------- Luar Negeri --------------------
Mahathir Tolak Tambah Menteri Etnis Cina
--------------------------
Kuala Lumpur, Selasa
Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menolak untuk menambah
jabatan di kabinet bagi partai Cina berpengaruh, setelah ketua partai itu
meninggalkan pemerintahannya, Senin lalu.
"Sejauh menyangkut jumlah, kami telah memberikan pertimbangan sewajarnya
untuk MCA (Malaysian Chinese Association). Saya rasa, kami tidak bisa
begitu saja menambah jumlahnya tanpa mengacaukan partai lainnya," komentar
Mahathir di Kuala Lumpur, Selasa (23/5).
Mahathir mengungkapkan jawaban itu setelah ditanya apakah ia
mempertimbangkan untuk menambah jumlah jabatan yang diduduki partai Cina
dalam pemerintahannya. Dewasa ini partai itu telah mendapatkan empat
jabatan menteri senior, di antaranya menteri transportasi dan enam jabatan
menteri muda.
Selengkapnya : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/24/LN/maha02.htm
Konflik agama di Nigeria, lusinan tewas
Laporan Charles P Manurung
-------------------
satunet.com - Pihak Angkatan Darat melakukan patroli di jalan-jalan kota
Kaduna yang terletak di utara Nigeria, menyusul aksi kekerasan antar agama
yang menewaskan lusinan orang.
Banyak sekolah dan kantor di Kaduna ditutup, walaupun pihak penguasa
mengatakan kota sudah kembali dalam keadaan normal.
Pihak penguasa tampaknya berupaya untuk meminimalkan konflik paling akhir
ini dengan maksud mencegah untuk tidak merebak keluara Kaduna atau bagian
lain negara tersebut.
Bulan Februari lalu, ratusan orang tewas di Kaduna, akibat pertikaian
mengenai usualn untuk menerapkan hukum Islam yang ketat, atau syariah.
Selengkapnya : http://satunet.com/artikel/isi/00/05/24/15997.html
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l