**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Maluku Report 66
----------------------------------------
Selubung Genderang Perang Di Antara
Pasukan TNI Berbunyi di Ambon
----------------------------------------
Operasi Bumi Hangus Kawasan Kota-Urimeseng Oleh TNI dan Laskar Jihad
Menyusul operasi bumi hangus gereja GPM Sejahtera dan pemukiman Kristen di
kawasan Ponegoro atas, sejumlah kawasan pemukiman lainnya yang berdekatan
dengan daerah itu juga dirusak dan dibakar massa Jihad dan aparat keamanan
dari TNI-AD. Kawasan pertama yang dibakar setelah penguasaan wilayah
Ponegoro ialah kawasan pemukiman Air Mata Cina (15/7). Seiring dengan
lintasan kembalinya satuan Zipur V dari bukit Lauwo setelah memukul mundur
massa Kristen, Laskar Jihad yang menempel di belakang satuan ini, membakar
rumah-rumah warga Kristen di kawasan air mata cina. Bahkan ketika jalur
lintasan massa dari mesjid Raya di blokade oleh satuan 509 di daerah Pohon
Puleh, mereka masih sempat lolos dan membakar sisa-sisa rumah tsb.

Operasi Bumi hangus kawasan perkotaan ini masih terus dilakukan di wilayah
Urimeseng. Mengingat daerah tersebut telah ditinggal kosong oleh warga
Kristen, massa Jihad kembali membakar rumah-rumah tersebut mulai dari
kantor PLN hingga menuju Ponegoro. Pembakaran ini kemudian diteruskan ke
wilayah pemukiman warga kristen di Mangga Dua dan bahkan mendekati rumah
kediaman gubenur.

Tentara merusak Bank-Bank di kota Ambon
Seiring aktivitas pembakaran oleh massa Jihad, pada hari minggu, 16/7,
sejumlah aparat yang bertugas di wilayah Urimeseng dari kesatuan zipur V,
kostrad 321, 403 dan 405 merusak sejumlah gedung-gedung bank di kawasan
urimeseng. Dengan alasan mencari sniper, para aparat ini melakukan aksi
pengeledahan bangunan dengan diiringi tindakan pengrusakan dan penembakkan
membabi buta ke arah bangunan bank tersebut. Tercatat 3 bank besar di
kawasan urisemeseng yang dirusakkan aparat, yakni Bank Danamon, Bank Artha
Graha dan Bank Moderen (bank lokal). Di kawasan jalan Said Perintah, Bank
BNI pun diterjang peluru aparat.

Dalam proses pengeledahan di Bank Danamon, aparat dari kesatuan 321
menganiaya dan menyiksa dua satpam Bank tsb, yakni Berty Manupassa dan
Gaspar Hukunala dalam rangka melacak informasi snipers yang disinyalir
bersembunyi di gedung-gedung di kawasan urimeseng. Penganiayaan kedua
Satpam ini terus berlanjut ketika mereka diinterogasi di pos Dansektor 321
di bekas gedung PUSKUD sebelum akhirnya diserahkan kepada Polisi. Salah
seorang dari kedua satpam ini, tengah dirawat dirumah sakit akibat
tertembak peluru nyasar. Akibat perilaku satuan 321 ini, mereka kemudian
ditarik ke pos di Kayu tiga (kawasan pebukitan dekat Ahuru).

Pembangkangan tentara atas komando BANMIL
Pantauan perlaku aparat hingga komunikasi radio tentara memperlihatkan
bahwa ternyata pangdam dan komanda sektor kawasan kota Ambon tidak berdaya
dan tidak menguasai dan mengendalikan sepenuhnya seluruh pasukan yang
di-BKO-kan ke Kodam Pattimura. Sejumlah satuan yang dinilai memperkeruh
suasan konflik antara lain Zipur V, 403, 405, 321, 514, 507, 141 dan 611.
Kecuali satuan marinir yang ditempatkan di luar Kota, satuan organik kodam
yakni 509 relatif masih dpat dikendalikan. Ketidak-mampuan Pangdam
menguasai pasukan BKO mengakibatkan berbagai komando yang diberikan melalui
komunikasi radio justru menyimpang dalam prakteknya. Tampaknya upaya
pangdam dan komandan Sektor untuk mengkonsolidasi dan mendisipilinkan
satuan-satuan BKO pada komando Banmil tidak berjalan mulus.

Adanya kondisi pembangkangan ini menyebabkan gerakan bumi hangus kawasan
air mata cina maupun urimeseng tidak dapat dihadang oleh satuan 509 yang
merupakan satuan organik Kodam Pattimura. Pangdam sendiri susah dihubungi
(atau memang tidak mau dihubungi?) termasuk oleh Gubenur sehingga sehingga
pada hari Senin, 17/7, Gubenur meminta bantuan 2 SSK dari satuan marinir
yang sementara mengawal wilayah luar kota yakni desa Passo, untuk masuk ke
kota Ambon menjaga dan berposisi di kawasan Gudang Arang (wilayah Kristen).
Satuan marinir lalu diterjunkan bersama-sama dengan 2 panser amphibinya.
Bahkan satuan marinir ini sempat diterjunkan untuk mengawal pembongkaran
sejumlah kontainer pangan di pelabuhan Yos sudarso yang selama ini sengaja
diblokade oleh laskar Jihad.

Leluasanya TNI-AD mengobrak-abrik kawasan kota justru karena areal wilayah
dari Galala hingga Airsalobar (wilayah kota) merupakan wilayah pengamanan
merkea sedangkan Brimob Marinir ditempatkan di luar kota, masing-masing di
lateri-Halong dan Passo.

Pecahnya keutuhan pasukan pengamanan
Pada sisi lain perlu dicermati bahwa dalam jajaran aparat Polri di Maluku
sendiri pecah menjadi merah-putih. Fenomena ini sebenarnya telah lama
terjadi yakni adanya aparat polisi yang menyebrang ke kedua kelompok massa.
Dalam insiden pembakaran kawasan Ponegoro Atas dan gereja GPM Sejahtera,
diketahui aparat polisi yang bernama Labola,memicu dan memimpin massa Jihad
dalam serangan ke pemukiman Kristen ini dengan menggunakan senjata MK-3.
Labola adalah polisi di Polres p.p.Lease Perigi lima. Informasi di lapangan
lagi diketahui bahwa ternyata ada satuan aparat keamanan (atau bukan?) yang
menggunakan seragam militer dengan bersenjata api namun menggunakan kaos
berwarna hitam yang bertuliskan JIHAD. Satuan ini merupakan satuan
penyerang dan pembakar yang aktif selama operasi bumi hangus kawasan
ponegoro-air mata cina dan urimeseng. Pasukan ini pula yang diidentifikasi
saksi mata terakhir di gereja GPM Sejahtera pada saat gereja itu diserang.

Pecahnya kekuatan satuan pengamanan juga terjadi di pasukan TNI AD. Kurang
lebih 4 aparat beragama Kristen telah meninggalkan satuannya karena
diintimidasi dan karena frustrasi melihat penyimpangan kerja satuannya yang
berpihak kepada kelompok Jihad. Seorang anggota satuan 507 yang sengaja
dimutasikan ke satuan 509 dalam kedudukan sebagai pembawa panser, disiksa
dan hendak dibunuh oleh rekan-rekannya di Ponegoro. Sang prajurit dikira
sudah mati saat ia jatuh ke dalam sungai, namun untungnya dia masih hidup.
Dari kesaksian prajurit ini diketahui bahwa ternyata sebagian satuan TNI AD
yang bertugas di Ambon menerapkan strategi perang yang didisain oleh
Kopassus dengan nama nama "strategi serang Asia".

Menurutnya, strategi ini pernah di mainkan dalam latihan perang bersama
antara Indonesia dengan Singapura pada masa jendral Wiranto masih menjabat
sebagai Pangab. Sasaran strategi ini ialah penguasaan wilayah. Dalam
latihan saat itu, pihak militer Indonesia berhasil menguasai wilayah musuh
sejauh radius 15 Km walaupun resikonya jatuh banyak korban jiwa di pihak
tentara TNI. Tentunya strategi ini tidak mengabdi untuk kepentingan massa
Kristen yang saat ini terjepit melainkan mengabdi pada kepentingan laskar
Jihad yang kian agresif dengan misi penguasaan wilayah pulau ambon.

Perkembangan terakhir yang cukup signifikan dari konflik antar satuan yang
terselebung adalah putusan pimpinan TNI-AL di amobn untuk melidungi kawasan
di sekitar kompleks Lantamal Halong yang merupakan basis para pengungsi dan
kawasan pemukiman Kristen. Berita terakhir menyebutkan bahwa pihak pimpinan
marinir telah menyiapkan strategi, kapal dan kendaraan amphibinya apabila
terjadi mobilisasi massa Jihad atauupun serangan ditujukan ke daerah
Halong. Kesiapan TNI-AL ini tentunya tidak lepas dari fakta bahwa laskar
Jihad dan TNI-AD telah membumi-hanguskan kompleks asrama Polri-Brimob di
Tantui dan perigi Lima. Dengan demikian apabila terjadai upaya mobilisasi &
agresi massa Jihad yang didukung oleh satuan-satuan TNI-AD mndekati
kompleks marinir di Halong, maka pihak marinir akan bertempur habis-habisan
walaupun terpaksa harus berperang melawan TNI-AD.

Provided By Masariku Network 2000

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke