**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************
Para pembaca yang terkasih,
Kita berharap pengerahan pasukan Kostrad ini bisa netral dalam melakukan
tugasnya. Memang Gubernur Muhyi benar bahwa secara institusi tidak pernah
memihak meskipun menjadi korban tuduhan oleh oknum tertentu dari kedua
pihak, namun bagaimana dengan pasukan-pasukan "nakal" yang mengambil posisi
di luar komando, atau istilah pimpinan Militer Orde Baru "salah prosedur",
dan sebagainya. Dapatkah seorang komandan menjamin netralitas
anggota-anggotanya ini ?. Semoga. Kita hanya bisa berdoa.
Salam,
Eskol Net
-------------

BATALYON 321 BRIGIF-13 KOSTRAD
AKAN MENYISIR HALMAHERA UTARA
<><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><>
Friday, July 07, 2000/5:20:52 PM
Ternate, 7/7 (ANTARA) - Batalyon 321 dari Brigade Infantri (Brigif-13)
Kostrad akan dikerahkan untuk melakukan sweeping senjata api, senjata
rakitan dan senjata tajam lainnya di kawasan pesisir Pulau Halmahera Utara,
menyusul pemberlakuan keadaan darurat sipil di Wilayah Maluku dan Maluku
Utara. Gubernur Maluku Utara Muhyi Effendie kepada ANTARA di Ternate, Jumat
menjelaskan, batalyon 321 akan ditugaskan secara khusus guna menyisir
desa-desa di bagian utara kecamatan Galela, Tobelo dan kecamatan Kao di
Halmahera Utara, yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan konflik di
propinsi termuda di Indonesia itu.

Batalyon 321 Brigif-13 Kostrad yang direncanakan tiba di Ternate dalam
waktu dekat itu, akan menggantikan Batalyon 512 Kodam V Brawijaya yang
diserahi tanggung jawab untuk melakukan tugas operasi pemulihan keamanan di
Halmahera Utara itu. Menurut Gubernur, Batalyon Komando cadangan Strategis
Angkatan Darat (Kostrad) sebelum diterjunkan ke Halmahera, akan dilengkapi
dengan berbagai peralatan modern, namun sebelum ke Tobelo, Galela dan Kao
mereka akan dibekali dokrin oleh Gubernur selaku penguasa darurat sipil.
Dokrin yang dipakai Kostrad selama ini akan diubah menjadi "senyum".
Diterjunkannya batalyon 321 ke Halmahera Utara itu merupakan kesungguhan
pemerintah dalam menepis isu bahwa TNI tidak mampu menangani persoalan di
Maluku Utara itu, ujarnya. Tentang netralitas TNI/Polri, secara tegas
Gubernur Muhyi mengatakan, secara institusi tidak pernah memihak meskipun
menjadi korban tuduhan oleh oknum tertentu dari kedua pihak.

Mengenai netralitas TNI/Polri, secara tegas Gubernur Muhyi mengatakan,
secara institusi tidak pernah memihak meskipun menjadi korban tuduhan oleh
oknum tertentu dari kedua pihak.  Prasyarat demikian tidak dapat
di-"tangkap" dalam satu-dua bulan, sehingga TNI yang bertugas di sini dapat
beradaptasi. "Kalau dilakukan penggantian Pasukan Baru tanpa memprihatinkan
suasana daerah perlu penyesuaian lagi," tegas pensiunan Jenderal Bintang
Satu itu.

Selaku penguasa darurat sipil Gubernur menghimbau kepada para tokoh elite
atau yang merasa menjadi tokoh agar berlaku bijak dalam memberikan
pernyataan, karena situasi di lapangan yang menyangkut hati nurani
masyarakat tidak dapat diformat dengan teori-teori yang terdapat di buku,
dan di meja.  "Saya sangat menghargai apabila mau bersama-sama menembus
daerah-daerah konflik agar ilmu para tokoh elite jadi ilmu amaliah dan amal
aparatur terdepan di daerah menjadi amal ilmiah," tambahnya.

Sementara itu Komandan Sektor Operasi Pemulihan Keamanan Maluku Utara
Kolonel inf Sutrisno mengatakan, batalyon 321 yang akan didatangkan ke
Ternate itu, selanjutnya ditugaskan untuk menyisir daerah-daerah konflik
dan rawan konflik di pesisir dan pedalaman kecamatan Galela dan Tobelo.
Sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan tetap menegakkan
netralitasnya. Dengan diberlakukan keadaan darurat sipil mohon jangan
diartikan bahwa akan ada pemaksaan dan penekanan.  "Saya minta dipercayakan
saja kepada aparat keamanan untuk melindungi rakyat dari upaya kelompok
tertentu," tegas Sutrisno.  Menurut dia, Brigif-13 Kostrad ke Maluku Utara
yang dikerahkan saat ini telah ada enam batalyon TNI, dua Kompi Brimob dan
satu batalyon organik dari Batalyon 732/Banau yang bermarkas di Ternate,
guna memulihkan konflik dan sekaligus bertugas dalam pemberlakuan keadaan
darurat sipil di Wilayah Maluku Utara yang dimulai 27 Juni lalu.
(F.ABN-PK03/SU04/B/RND01/ 7/07/:0 16:38)

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke