''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Senin, 26 Juni 2000 ================================ <> Gus Dur Dulu dan Sekarang Sama Saja <> Ambon Lumpuh Total <> Amien Setuju Diberlakukan Darurat Sipil di Ambon <> Darurat Di Maluku Takkan Effektif <> GEMPA SUSULAN MASIH GOYANG BENGKULU <> GEMPA SUSULAN MASIH GOYANG BENGKULU <> Gus Dur Berupaya Raih Simpati <> Ternyata Golkar Berjiwa Besar ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' ```````````````````````````````` Gus Dur Dulu dan Sekarang Sama Saja ----------------------------------------------- SEMARANG - Al-Zastrouw, yang mengaku masih dekat dengan Presiden KH Abdurrahman Wahid menyatakan, media massa tidak mampu memberikan pemahaman yang benar terhadap apa yang dilakukan Gus Dur yang sebenarnya sangat substansial. Hal-hal yang substansial yang telah dilakukan Gus Dur, antara lain melakukan diskonstruksi kekuasaan, mengurangi otoriterian state terhadap society, dan disakralisasi birokrasi, katanya ketika ditemui di sela-sela Konser Musik PKB, di kompleks PRPP Jateng, Jalan Anjasmoro Raya Semarang, Minggu. Namun dia menyayangkan, apa yang telah dilakukan Gus Dur itu tidak dibarengi kolektif masyarakat untuk tetap memelihara dan menjaga. Apalagi, hal ini juga didukung oleh analis/pengamat dan juga media massa yang tidak mampu memberikan pemahaman yang benar terhadap apa yang dilakukan Gus Dur tersebut. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/26/nas2.htm Ambon Lumpuh Total ------------------------- TEMPO Interaktif, Ambon: Suasana Ambon sejak Sabtu (24/6) malam hingga Minggu (25/6) siang terus bergolak. Suara tembakan maupun ledakan bom tidak juga berhenti. Suara tembakan maupun ledakan granat terus bersautan. Dalam pertempuran yang berlangsung hampir 12 jam itu diketahui sudah enam orang yang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Sampai berita ini diturunkan, konflik masih terus berlangsung bahkan meluas ke sepanjang Pantai Losari. Suara tembakan juga tak henti-hentinya terdenga r dari arah Mardika. Daerah utama konflik masih berada di daerah Tanah Lapang Kecil hingga Batu Gantung, namun konflik itu meluas akibat massa yang terus menerobos dan berusaha masuk ke daerah pertempuran. Aparat keamanan yang ditugaskan mengatasi kerusuhan terlihat tidak mampu berbuat banyak. Bahkan, menurut sumber TEMPO Interaktif, Pangdam XVI Pattimura , Brigjen Max Tamela, sudah mengungsi meninggalkan daerah pertikaian menuju ke kediamannya di daerah Petak Sepuluh. Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/6/25/1,1,6,id.html Amien Setuju Diberlakukan Darurat Sipil di Ambon ------------------------------------------------------------- JAMBI - Ketua MPR Amien Rais setuju diberlakukan darurat sipil di Ambon dalam upaya menghentikan konflik berbau SARA yang kini masih terus terjadi. Kepada wartawan di Jambi, Minggu, Amien mengatakan kalau konflik terus terjadi, bahkan cenderung meningkat, perlu diberlakukan darurat sipil, bahkan bila perlu darurat militer. "Saya setuju sekali diberlakukan darurat sipil di Ambon, jika perlu darurat muliter, karena satu nyawa anak bangsa sangat berharga, yang tidak bisa dihargai dengan miliaran dolar, miliaran rupiah, dan lainnya," ujarnya. Dia mengatakan, sudah terlalu banyak terjadi pertumpahan darah di Ambon, dan sudah dua tahun lebih peristiwa itu menjadi tontonan internasional yang menyedihkan. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/26/nas10.htm Darurat Di Maluku Takkan Effektif ------------------------------------------- Reporter: Lukmanul Hakim detikcom - Jakarta, Pemberlakuan Darurat Sipil di Maluku dipandang tidak akan effektif untuk meredakan konflik yang tengah bergelora. Sebenarnya pemberlakukan darurat sipil, hanyalah kebutuhan formal dan hukum bagi pemerintah, agar tidak disebut melanggar HAM. Apa benar ? "Pemberlakukan darurat sipil tidak akan merubah keadaan. Kebijakan itu hanya untuk formalitas saja," demikian dikatakan Lambang Triono, Peneliti Maluku dari PSKP (Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian) UGM Yogyakarta, kepada detikcom Minggu malam (25/6/2000). Dalam pandangan Lambang Triono pemberlakuan darurat sipil itu hanya untuk memberikan kepastian dari aparat untuk berbuat sesukanya. Apalagi saat ini keadaan real di Maluku tak ubahnya daerah yang sudah diterapkan darurat sipil. "Jadi pemberlakuan darurat sipil itu hanya bentuk pembenaran setiap kebijakan yang diambil pemerintah, termasuk TNI/Polri," tambahnya. Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/06/26/2000626-060743.shtml GEMPA SUSULAN MASIH GOYANG BENGKULU ----------------------------------------------------------- Bengkulu, 25/6 (ANTARA) - Gempa susulan setelah gempa pertama yang mengguncang Bengkulu, Minggu (4/6) dengan kekuatan 7,3 skala richter (SR), sampai hari ke-19 masih saja mengguncang Bengkulu dan wilayah sekitarnya. "Guncangan terakhir yang dapat dirasakan yaitu pada pukul 09:23 WIB, Minggu, berkekuatan 4,9 SR dengan koordinat 5,20 LS, dan 101,11BT regionalnya 208 Km Barat Daya Bengkulu," kata Anang salah seorang petugas posko BMG Bengkulu, Minggu. Anang mengatakan, gempa yang mengguncang Bengkulu sejak pukul 00:00 WIB sampai Minggu petang ada empat kali, namun yang dapat dirasakan tanpa alat hanya satu kali, yaitu pada pukul 09:23 WIB. Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000625172246D250084 Gus Dur Berupaya Raih Simpati ------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Walaupun banyak yang menilai proses pemeriksaan presiden terkait kasus Bulog -- karena dilakukan secara diam-diam -- tidak lebih dari acara ''minum kopi'', tetapi pengamat politik dan anggota DPR menyatakan akan berdampak positif bagi pemerintah. Oleh karena itu, akan menumbuhkan kepercayaan para investor asing kepada Indonesia. Demikian diungkapkan pengamat politik Arbi Sanit dan anggota F-KB DPR Effendie Choirie, Minggu (25/6) kemarin. Menurut Arbi, pemeriksaan Gus Dur otomatis akan menimbulkan simpati masyarakat luas, karena presiden bersedia diperlakukan sama di depan hukum. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/6/26/n2.htm Ternyata Golkar Berjiwa Besar -------------------------------------- SEPANJANG pengetahuan saya, selama ini saya dianggap memusuhi Golkar. Karena selama rezim orde baru berkuasa, saya selalu bersikap kritis terhadap Golkar. Bahkan, pernah meminta Golkar agar dibubarkan. Tetapi dengan sikap terbuka, dewasa, dan gentlemen, hari ini saya dilibatkan dalam diskusi tentang Golkar. ''Satu hal yang tak pernah saya duga sebelumnya kalau Golkar ternyata berjiwa besar,'' ujar Chusmeru dalam dialog interaktif di Rumah Makan Taliwang, di Sanur, Sabtu (24/6). Dialog itu juga dihadiri cendekiawan dan politisi Prof. Dr. IGN Gorda serta sejumlah kader Golkar Denpasar. Chusmeru menambahkan, sejak dulu ia paling rajin mengritik Golkar, namun tetap saja partai ini enerjik. Meski selalu dihujat, tetap saja Golkar sehat dan kuat, walaupun nyaris sekarat. Golkar dalam pandangan pengamat sosial politik itu tetap saja tegar. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/6/26/p3.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
