'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Jumat, 28 Juli 2000
================================
<*> Mahasiswa Maluku di Sultra Tolak Intervensi Asing
<*> Prajurit Brawijaya Terlibat?
<*> Elit Politik Cenderung Munafik
<*> Mega: Salahkan Pihak Lain,
turunkan kualitas kenegarawanan
<*> Matori-Muhaimin Nakhodai DPP PKB
<*> Amin: Rakyat Tak Boleh "Disandera" oleh Gus Dur
<:><:><:><:><:><:><:><:><:><:><:><:><:><:><:><:><:><:><:><:><:>
S E L A M A T M E M B A C A
____________________________
MAHASISWA MALUKU DI SULTRA
TOLAK INTERVENSI PIHAK ASING
--------------------------------------------
Thursday, July 27, 2000/5:23:41 PM
Kendari, 27/7 (ANTARA) - Para mahasiswa dan pelajar eksodus Ambon dan
Maluku Utara di Sulawesi Tenggara menolak intervensi pihak asing atau PBB
untuk ikut campur tangan dalam penyelesaian konflik SARA yang terjadi sejak
1999 di kedua propinsi itu.
Para eksodus yang tergabung dalam forum bersama pelajar dan mahasiswa
Maluku-Maluku Utara pada jumpa pers di Kendari, Kamis, juga meminta
dukungan dari seluruh rakyat Indonesia untuk mengutuk segala aksi dan
tindakan dari kelompok yang meminta keterlibatan pihak asing atau PBB.
Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000727172341D270597
Prajurit Brawijaya Terlibat?
Terpaksa Dipulangkan Dari Maluku
------------------------------------------
koridor.com [28 Jul, 6:58]
Pangdam XVI/Pattimura Brigjen TNI I Made Yasa, memulangkan sejumlah
personel Yonif Zipur (Batalyon Infanteri Zeni Tempur) Kodam V/Brawijaya
dari Maluku, karena terlibat penyerangan di berbagai tempat di Ambon.
Gubernur Maluku Saleh Latuconsina, selaku penguasa darurat sipil di daerah
itu, membenarkan tentang pemulangan personel Yonif Zipur Kodam V/Brawijaya
ke kesatuan masing-masing.
"Pangdam kemungkinan besar melihat sendiri sepak terjang personel Zipur
Kodam V/Brawijaya di lapangan, sehingga mengambil keputusan mengembalikan
mereka ke kesatuannya akhir pekan lalu," kata Gubernur Maluku Saleh
Latuconsina, di Ambon Kamis.
Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3?in_no=6294
Elit Politik Cenderung Munafik
Agama Dijadikan Tunggangan Politik
--------------------------------------------
koridor.com [28 Jul, 7:00]
Ketua Syuriah PBNU KH Sahal Mahfudh mengatakan, para elite politik saat ini
cenderung oportunis dan munafik. Mereka terjangkiti mental pragmatis dalam
menyikapi ketidakstabilan dan ketimpangan sosial yang ada. Saat ini
terkesan, inti ajaran agama diterjemahkan hanya secara
legalistik-formalistik.
"Parahnya lagi, agama dijadikan sebagai tunggangan politik. Ada kelompok
tertentu yang memainkan agama sebagai alat kepentingan politik," kata Sahal
di hadapan peserta Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia
(MUI) di Jakarta, Kamis (27/7/00).
Sehingga, katanya, tidak mengherangkan jika ada pihak tertentu yang
menggunakan kekuatan fisik dalam pertarungan politik, serta lebih
mengedepankan kekuatan fisik ketimbang kompromi politik dalam menyelesaikan
konflik baik vertikal maupun horizontal.
Selengkapnya: http://www.koridor.com/artikel.php3?in_no=6290
Mega: Salahkan Pihak Lain,
Turunkan Kualitas Kenegarawanan
-----------------------------------------
Reporter: Is Mujiarso, Djoko Tjiptono
detikcom - Surabaya, Megawati Soekarnoputri akhirnya menutup secara resmi
Muktamar I PKB, Kamis (27/7/2000) pada pukul 22.14 WIB. Sebelumnya, Mega
berpesan kepada peserta muktamar untuk tidak mudah menyalahkan suatu rezim.
Jika menyalahkan pihak lain, maka hal itu akan menurunkan kualitas
kenegarawanan.
Dalam pidatonya, Mega juga menyatakan, meski tanggung jawab penyelenggaraan
negara berada pada satu golongan tertentu atau rezim, namum hal itu tidak
terlepas dari kesalahan keseluruhan komponen bangsa. "Kebiasaan menyalahkan
pihak lain, itu akan menghambat pertumbuhan kualitas kenegarawanan," kata
dia.
Selengkapnya:
http://www.detik.com/peristiwa/2000/07/27/2000727-230122.shtml
Matori-Muhaimin Nakhodai DPP PKB
-------------------------------------------
27 Jul 2000 22:41:6 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya: Seperti diperkirakan TEMPO Interaktif, pucuk
pimpinan DPP Partai Kebangkitan Bangsa tak mengalami perubahan. Matori
Abdul Jalil diplot sebagai ketua umum dan posisi sekretaris jenderal
dipercayakan kepada Muhaimin Iskandar. Keputusan itu dicetuskan oleh Ketua
Dewan Syuro, KH Abdurrahman Wahid. Sementara itu, ada sebuah kursi di
jajaran ketua DPP yang masih dikosongkan. Kabarnya ada yang dipersiapkan
untuk Letjen TNI Susilo Bambang Yudoyono yang belum bergabung dengan PKB
karena belum pensiun dari militer. "Karena itu, Ketua Dewan Syuro, DPP PKB
dan formatur akan berunding kembali untuk mengisi kelengkapan
kepengurusan," ujar Gus Dur di depan peserta muktamirin di Asrama Haji
Sukolilo, Surabaya, Rabu (26/7) malam.
Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/7/27/1,1,24,id.html
Amien: Rakyat Tak Boleh "Disandera" oleh Gus Dur
-------------------------------------------------------------
JAKARTA-Ketua MPR RI Amien Rais tidak akan mempertahankan Presiden
Abdurrahman Wahid begitu saja, bila permasalahan bangsa yang sangat
berdampak bagi rakyat kecil tidak juga terselesaikan, bahkan makin parah.
Ketegasan tersebut disampaikan Amien saat berdialog dengan rombongan
demonstran dari Konsorsium Mahasiswa Indonesia di DPR kemarin.
"Rakyat yang jumlahnya 210 juta tidak boleh 'disandera' oleh seorang yang
bernama Abdurrahman Wahid," katanya. Selengkapnya:
http://www.suaramerdeka.com/harian/0007/28/nas3.htm
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l