''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Sabtu, 29 Juli 2000 ================================ <*> Tokoh Maluku Tolak Campur Tangan Pihak Asing <*> Akbar: Apa Kesalahan Kami? <*> Gus Dur Bingung Ucapan Amien <*> Amien Ajak Warga NU Masuk PAN <*> Jagung didesak tindaklanjuti kasus penculikan aktivis <*> Masalahnya, Presiden atau Ketua Yayasan Tokoh Maluku Tolak Campur Tangan Pihak Asing --------------------------------------------------------- Jakarta - 29 Jul 00 06:00 WIB (Astaga.com) Sejumlah tokoh masyarakat Maluku di Jakarta menolak usulan beberapa pihak untuk melibatkan pasukan PBB dalam menangani kerusuhan di Maluku. Mereka menilai, adanya keinginan sementara pihak agar masalah Maluku ditangani PBB, selain memiliki tujuan-tujuan politik tertentu, juga terlampau merendahkan kemampuan aparat keamanan dan bangsa Indonesia. Obet Lausepa dan Hamit Tuhera, aktivis Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) di Jakarta, Jumat (28/7) mengatakan, keinginan tersebut sangat memalukan segenap rakyat Indonesia yang cinta Tanah Air, dan sebagian besar rakyat Maluku menolak usul itu. Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,26801,00.html Akbar: Apa Kesalahan Kami? ---------------------------------- SALA- Bendera Partai Golkar dibakar di berbagai tempat. Partai terbesar pada masa Orde Baru itu kembali dihujat. Tuntutan agar partai berlambang pohon beringin itu dibubarkan kembali menggema. Hingga kini belum ada reaksi dari pengurus pusat partai itu. Ketua Umum DPP partai Golkar Ir Akbar Tanjung yang berada di Sala kemarin tampak "tenang-tenang" saja ketika ditanya Suara Merdeka tentang kejadian itu. Dia sama sekali tak menunjukkan emosi. Dengan kalem dia menjawab semua pertanyaan. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0007/29/nas3.htm Gus Dur Bingung Ucapan Amien "Tiap Hari Omongannya Lain-lain" AS Hikam: Pernyataan Itu Ngawur ----------------------------------------- JAKARTA-Ternyata Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tak hanya bisa membuat orang bingung atas pernyataan-pernyataannya. Dia pun bisa bingung atas penilaian Ketua MPR Amien Rais mengenai dirinya yang berkesan berubah-ubah. Kesan itu muncul ketika dia menjawab pertanyaan seorang jamaah seusai salat jumat bersama masyarakat di Masjid Yasin, Yayasan Al-Ma'ruf, kompleks Lapangan Tembak Cibubur, Jakarta Timur, kemarin. Dia dimintai tanggapan soal prediksi Amien saat berdialog dengan Konsorsium Mahasiswa Indonesia di Senayan, Kamis. Saat itu Amien menyatakan jika keadaan politik dan ekonomi makin parah, usia politik Gus Dur tidak panjang lagi. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0007/29/nas1.htm Amien Ajak Warga NU Masuk PAN Reporter: Abdul Haerah HR detikcom - Makassar, Walau Pemilu 2004 masih jauh, Amien Rais tak mau buang-buang waktu. Kampanye mencari pendukung pun segera dilancarkan. Siapapun boleh masuk. Dari kalangan manapun bisa mendaftar jadi anggota PAN. Tidak ragu-ragu, Amien pun mengajak warga NU masuk PAN. Ada yang mau? "PAN siap membuka diri terhadap seluruh komponen bangsa yang mau bergabung dengan PAN. Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/07/28/2000728-195908.shtml Jagung didesak tindaklanjuti kasus penculikan aktivis ---------------------------------------------------------------- Laporan Woro Yudhi Anggraini satunet.com - Lantaran sudah cukup bukti awal, Jaksa Agung Marzuki Darusman didesak untuk segera menindaklanjuti kasus penculikan sembilan aktivis pro demokrasi yang berlangsung sejak 1997-1998. "Sebenarnya tanpa dibentuk KPP HAM, Jaksa Agung sudah bisa menindaklanjuti kasus penculikan aktivis pro-demokrasi, karena sudah cukup bukti awal," kata Sekjen Komnas HAM Asmara Nababan. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/07/29/22183.html Masalahnya, Presiden atau Ketua Yayasan -------------------------------------------------- 29 Jul 2000 1:14:5 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Persoalan besar mantan Presiden Soeharto adalah masalah pemerintahannya selama 32 tahun, karena itu tuduhan yang didakwakan kepadanya dalam BAP kejaksaan haruslah jelas. Misalnya hal mendasar, apakah ia didakwa sebagai bekas presiden atau ketua yayasan. Ini disampaikan oleh caloin hakim agung, Dr. Bagir Manan, kepada TEMPO Interaktif melalui telepon, Jumat (28/7) malam, menanggapi diserahkannya BAP Soeharto ke Kejati oleh tim penyidik Kejagung, Dalam pemberkasan perkara yang dilimpahkan ke kejaksaan tinggi beberapa hari yang lalu, tertulis atas nama HM. Soeharto sebagai ketua atas tujuh yayasan miliknya. Namun selama pemeriksaan yang dilakukan, Kejaksaan Agung memposisikan Soeharto sebagai mantan presiden. Hal inilah, yang menurut Bagir, harus lebih diperjelas oleh Kejaksaan Agung, walaupun dalam kasus yayasan ini Soeharto sebagai ketua yayasan dan sebagai mantan presiden saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/7/29/1,1,1,id.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
